Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Menyakiti.


__ADS_3

Setelah teman teman nya pulang Dara langsung masuk ke kamar nya dan berganti pakaian.


Tak lama setelah itu Faozan pun menyusul.


" Kamu belum jawab pertanyaan ku tadi." Faozan langsung bicara demikian.


" Yg mana lagi sich Gedok." tanya Dara.


" Ada urusan apa kamu tadi."


Saat itu baru saja Dara mau menjelas kan namun tak jadi lantaran ponsel nya berdering.


Dara melihat ponsel nya.. & dia kaget bukan main saat melihat siapa yg menelpon nya itu.


" Siapa yg telpon." tanya Faozan tegas.


Dara hanya memperlihatkan ponsel nya pada Faozan.


" Angkat aja mau apa dia." tutur Faozan.


Dara pun menjawab panggilan tersebut.


" Hallo." Dara langsung berkata.


" Hallo juga Bawell." terdengar suara disebrang sana.. Dan Itu adalah Ifan.. teman dekat Dara dulu sekaligus mantan pacar nya.


Faozan mendengar dengan jelas pembicaraan mereka sebab ia meminta Dara untuk memasang pengeras suara..


" Iya Fan.. ada apa?." tanya Dara terus terang.


" Well tadi kan kamu bilang.. kalo obat maagh yg sangat sederhana & juga aman bahkan mudah di cari itu kan daun dari pohon jati.. nah aku sudah mendapatkan daun nya.. terus di apain tuh wel?." Ifan bertanya seada nya..


Memang tadi saat Dara pergi ke RS untuk memasang alat kontrasepsi yg berjenis implan itu.. Dara sempat bertemu Ifan disana.


FLASHBACK ON


Saat itu Dara baru saja berniat pulang setelah memasang KB berjenis implan itu.


Namun saat di parkiran RS.. Tak sengaja Dara bertemu dengan Ifan.


Ifan juga melihat Dara.. hingga ia langsung menghampiri Dara.


" Hy Bawell.". Sapa Ifan.. Dara tak bisa menghindar.. hingga mau tak mau ia harus membalas sapaan Ifan.


" Ifan.". tutur Dara datar.


" Apa kabar kamu well?." Tanya Ifan.


" Baik kok.. kamu sendiri?." Dara balik bertanya.


" Aku juga Alhamdulillah baik.". Jawab Ifan seada nya.

__ADS_1


" Lalu ngapain kamu kesini siapa yg sakit?." Dara bertanya lagi.


" Ibu Ra.. maagh nya kambuh." sahut Ifan.


Saat itulah Dara memberitahu tentang obat maagh yg berupa daun jati tersebut.


Setelah menjelaskan dan memberitahu Ifan tentang obat maagh itu Dara pamit untuk pulang.


Namun saat itu lagi lagi Ifan bertanya.


" Well kamu kesini itu artinya ada keluarga mu yg sakit atau ada urusan lain?." Itu tanya Ifan.


" Aku hanya ada urusan sebentar kok disni.. tak ada yg sakit ataupun keluarga yg sakit disini."


" Oh syukurlah kalo gitu."


" Ya udah ya Fan.. aku pulang duluan ya.". Dara berniat pulang.


Namun saat itu kakak nya Ifan melihat mereka & mengajak Dara untuk bertemu Ibu nya yg tengah sakit itu.


Dara jadi serba salah.. ia tak mungkin menolak kakak nya Ifan.. jika saja Ifan yg mengajak nya ia pasti akan menolak tegas.. tapi dengan kakak nya Ifan Dara tak bisa menolak.. selama ini Dara telah menganggap kakak nya Ifan seperti kakak nya sendiri.


Jadi Dara pun akhir nya setuju untuk bertemu Ibu nya Ifan..


Setelah mengobrol beberapa saat barulah Dara pamit pulang.


FLASHBACK OFF.


Tapi Dara tak melihat jika Faozan telah kesal lantaran ia menyadari.. kalo Dara memang bertemu pria lain tadi.


Dara terus bicara pada Ifan dan menjelaskan bagaimana cara memproses obat maagh yg berasal dari daun jati tersebut.


" Sekarang.. kamu udah paham kan Fan." Tanya Dara pada Ifan.


" Iya Well.. makasih ya.. Oh iya.. ibu titip salam buat kamu.. kata nya kamu makin cantik." Faozan yg mendengar kata kata Ifan.. makin jengkel dan makin kesal saja.


" Iya salam kembali untuk Mama ya Fan." Dara menyahuti seadanya..


Setelah itu Dara menyudahi pembicaraan mereka.


Baru saja mulut Dara tertutup dan meletak kan ponsel nya di atas meja rias.. Faozan mulai bicara kasar pada nya.


" Oh.. jadi itu alasan nya kenapa kamu nggak membawa ponsel mu saat pergi tadi.. kamu nggak mau aku ganggu waktu mu bersama Ifan... iya kan Dara." Faozan langsung menuduh.


" Bisa nggak.. nggak usah asal nuduh.. kan udah aku bilang tadi aku bukan sengaja tak membawa ponsel.. tapi ketinggalan.. jadi nggak usah fitnah." Dara yg merasa sakit atas tuduhan Faozan juga sangat kesal.


" Aku nggak asal nuduh & juga fitnah.. aku hanya bicara berdasarkan fakta." bentak Faozan.. " Kamu menemui Ifan kan tadi."


" Aku nggak menemui dia.. kami hanya kebetulan bertemu." sahut Dara mencoba untuk menjelaskan.


" Alaah alesan doank kamu." Faozan tak akan percaya pada Dara dengan mudah.. " Mana mungkin hanya kebetulan.. lagi pula aku tau sifat kamu.. kamu itu emang pinter bohong."

__ADS_1


" Cukup ya.. sampai kapan sich kamu akan selalu nuduh aku.. aku benar benar nggak ngerti ama kamu.. kamu nggak pernah percaya kata kata ku... padahal jika kamu mau berfikir sehat kepercayaan itu adalah dasar dari setiap hubungan...tapi kamu selalu curiga curiga.. aku nggak tau apa yg ada di kepala mu itu." Dara juga berkata dengan setengah membentak.


Dara sudah cukup bersabar menghadapi Faozan yg terlalu curigaan.. tapi dia tak bisa tinggal diam jika dia terus terusan di tuduh.. itupun dengan pria lain.


Faozan meraih kedua lengan Dara.. & memegang nya erat.. sambil menatap wajah Dara dengan tatapan yg seolah ingin menghabisi gadis itu.


Mata nya terlihat memerah lantaran sangat marah.


Dara hanya menghela nafas dalam.


" Aku nggak akan curiga jika kamu tak menutupi apapun dari ku.. tapi ini kamu bertemu mantan pacar mu dengan diam diam.. tanpa memberitahuku atau pun pamit pada ku." sambil membentak Dara.. Faozan juga meremas kuat lengan Dara.. seolah mau meremukan seluruh tulang belulang Dara..


Kekesalan nya sudah mencapai puncak.. hingga Faozan sendiri tak menyadari bahwa tindakan nya itu menyakiti Dara.


" Aawwww.. aduuh.". Dara mulai merintih.. bahkan mata nya mulai berair lantaran menahan sakit.


Sayang nya karna terlalu emosi Faozan tak memperdulikan rintihan dari istri nya itu.


Hingga tanpa dapat di tahan air mata mulai mengalir di pipi Dara.


" Kamu menyakiti tangan ku." Suara Dara terdengar bergetar lantaran ia menangis.


Melihat air mata Dara.. kesadaran Faozan kembali.. dengan cepat ia mulai melepas tangan nya dari lengan Dara.


Dara menatap Faozan dengan deraian air mata.


Setelah itu Dara menyingsingkan lengan baju sebelah kiri nya.. untuk melihat perban yg ada disana.


Luka bekas bedahan saat pemasangan implan tadi kembali berdarah.


Dengan seketika tubuh Faozan menjadi lemas.. saat ia melihat perban yg ada di lengan kiri Dara berdarah.


Ia tak tahu kalau ada luka disana.. & tadi tanpa sengaja Faozan malah mencengkram lengan itu.. dengan sangat kuat.


Faozan dapat merasakan bagaimana sakit nya Dara atas perbuatan nya tadi.


Air mata penyesalan pun mulai mengalir di pipi nya.. jika saja ia tahu sejak awal jika ada luka di lengan Dara.. maka ia tak akan menyentuh nya sedikit pun.


Tapi semua telah terjadi.. Faozan sudah tak bisa berbuat apapun lagi selain hanya menyesali nya.


" Maaf kan aku.. aku nggak tau kalo lengan mu terluka.. tolong maafkan aku sayang." kata Faozan lirih.. sambil meraih pelan tangan Dara dan meminta nya duduk.


Dara pun hanya menurut saja.. ia duduk di samping Faozan.. mereka berdua duduk di tepi ranjang.


Faozan melihat perban yg ada di lengan Dara.. dia berniat untuk melepas nya.. karna Faozan ingin melihat seberapa parah luka itu.


Namun Dara mencegah nya.


" Nggak.. jangan di buka." sambil berkata Dara menepis tangan Faozan.


Faozan menatap Dara tak mengerti.

__ADS_1


__ADS_2