Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Rezeky


__ADS_3

Dara & Ella mulai berjalan untuk menuju warung yg menjual sayur mayur disana.


Sebenar nya tak begitu jauh sich dari rumah kakek nya.. hanya saja warung tersebut berada di dataran yg agak tinggi.


Sepanjang perjalanan.. hampir setiap orang yg berada di luar rumah menatap aneh pada Dara.


Tak heran sich.. mereka tahu Dara orang asing.. belum lagi karna Dara & Faozan tinggal satu atap.


Pastilah mereka mikir nya cewek seperti apakah Dara itu.


Sebab belum banyak yg tahu mengenai hubungan Dara & Faozan disana.


Khusus nya tetangga jauh Faozan.


Mereka bahkan tak tahu dimana Dara tinggal.. tapi mereka dapat menebak sebab Dara berjalan bersama Ella.


Jadi sudah pasti di rumah nya Ella.


Dara mengetahui makna pandangan mereka.. tapi dia memilih cuex dan masa bodoh.


Bahkan ada yg sempat berbisik sesama mereka.. mungkin merendahkan Dara atau apalah sebab mereka berbisik dengan bahasa mereka.


Dara sama sekali tak mengerti.


Sesampai nya di warung.


Warung nya tak ada yg menjaga.


" Ella kok nggak ada orang nya ya." Dara bicara pada Ella.


" Panggil aja kak." jawab Ella.


Dara pun memanggil yg punya warung.


" Permisi Bu." itu panggil Dara.


Tak lama setelah itu munculah seorang wanita yg separuh baya.


" Iya ada apa?." Tanya sang empunya warung melihat Dara.


" Saya cuma mau belanja kok Bu." Sahut Dara.


" Oh.. silahkan mau belanja apa?." tutur nya Ramah.


Dara pun melihat lihat bahan bahan apa saja yg bisa dia masak.


" Bu ikan Nila sekilo nya berapa?." Dara bertanya kemudian.


" 30 ribu." jawab nya.


Dara pun memilih dan menimbang ikan nya.


" Dek.. kamu tinggal dimana kok saya baru lihat.. dan seperti nya kamu bukan asli orang sini." Ibu itu bertanya ramah.


" Aku tinggal di rumah nya Faozan..."


" Oh cucu nya kakek Harun." Yg punya warung menyela.


" Iya.. Oh iya tuh Bu ikan nya udah pas belum satu kilo." tutur Dara.


" Kurang satu lagi dek."


Dara pun memilih seekor ikan lagi.. dan kembali meletakan nya diatas timbangan.

__ADS_1


Yg punya warung pun memasukan ikan tersebut kedalam plastik.


" Orang mana kamu?." Yg punya warung bertanya lagi.


" Aku asli orang Prabumulih Bu.. Palembang sumsel." Sahut Dara kemudian.


Setelah itu dia melihat tempe dan mengambil tiga batang.


" Oh jauh ya."


Dara tersenyum.


" Bu kalo tempe 3 batang nya berapa?." Dara bertanya lagi.


" 5 Ribu dek."


Dara pun memberikan tiga batang tempe tersebut pada penjual nya untuk di bungkus.


" Bu minta cabe 10 ribu.. bawang juga 10 ribu.. dicampur ya Bu.. Cabe merah dan cabe rawit nya.. bawang nya juga campur." tutur Dara lagi.


Sang penjual pun menimbangkan bawang dan cabe sesuai kemuan Dara.


" Kamu orang kaya ya dek?.". Tanya Ibu itu sambil menatap lekat Dara sekilas.


Dan memasukan belanjaan Dara.


" Ehehe.. Nggak kok Bu.. orang tua ku hanya petani karet... tapi kenapa kok Ibu bicara begitu." Dara bertanya bingung.


" Lihat saja penampilan mu.. pakaian mu saja pasti mahal.. kulit putih.. mulus dan juga bersih.. Cantik banget."


" Ahaha.. Ibu bisa saja.. aku jadi malu loh." sahut Dara tertawa pelan.


" Udah belanja nya atau masih ada lagi nih.". Tanya pemilik warung


" Minyak goreng nya satu kilo.. Garam.. mecin.. gula.. serta bumbu bumbu dapur nya Bu." sahut Dara.


Setelah semua nya di bungkus Dara mulai bertanya lagi.


" Semua nya berapa Bu?."


" Ikan 30 ribu..tempe 5 ribu.. Cabe bawang 20 ribu. Minyak goreng 12 ribu..Gula 14 ribu... Garam 5 ribu.. Mecin 5 ribu.. masako 4 ribu.. bumbu bumbu yg lain nya 10 Ribu." pemilik warung menjelaskan apa saja belanjaan nya.


" Coba kamu hitung dek berapa jumlah nya.. Ibu kurang paham.. kalkulator ibu juga tertinggal didalam rumah." lanjut sang pedagang.


" Coba Ibu ulang sebutin semua belanjaan saya.. dan harga nya." pinta Dara.


Sang pedagang pun kembali menyebutkan satu persatu beserta harga nya.


" Total nya kalo nggak salah 105 ribu." sahut Dara kemudian.


" Ella kamu mau jajan apa dek?." Dara mulai bertanya pada Ella yg dari tadi hanya diam menunggu Dara.


Ella pun mengambi satu buah roti..


" Roti itu berapa satu nya Bu?." Tanya Dara.


" Seribu." Jawab seorang lelaki yg baru tiba diwarung tersebut.


Dara menoleh sekilas menatap lelaki itu.. lelaki itu tersenyum menatap Dara.


" Ella.. Kamu mau apa lagi.. ayo ambilah." titah Dara lagi pada Ella.


" Ini aja kak." sahut Ella.. itulah Ella dia kalo jajan mana pernah lebih dari seribu.

__ADS_1


Dara tersenyum menatap Ella.


" Bu minta susu kotak nya satu.. lasegar kaleng nya satu.. wafer nya satu.. Roti nya juga 10 lagi ya bu." Dara mulai mencari camilan untuk diri nya dan juga semua orang.


Pemilik warung pun hanya menuruti permintaan pembeli nya.


Meski dalam hati nya dia bingung.. belanja sebanyak itu.. cuma buat jajanan doank.


" Berapa jadi jumlah semua nya Bu.". Tanya Dara kemudian.


" Bahan sayur nya tadi 105 ribu.. di tambah 10 ribu.. Wafer nya 5 ribu.. lasegar kaleng 6 ribu... susu kotak nya 3 ribu.. roti Ella 1 ribu."


" Jadi semua nya 130 ribu ya Bu."


Pemilik warung hanya mengangguk.


Dara merogoh saku celana nya untuk mengambil uang.


Dara mengeluarkan uang 150 Ribu.. 1 lembar seratus ribu.. dan satu lembar 50 ribu.


Namun baru saja Dara ingin memberikan pada sang pedagang.


Lelaki yg ada di samping Dara yg dari tadi hanya menatap Dara mulai bicara.


" Biar aku saja yg bayar dek." tutur lelaki itu.. Dara tak mengenal lelaki itu.. karna itulah dia hanya membulatkan mata nya menatap lelaki itu.


" Makasih.. tapi aku rasa itu nggak perlu." Dara berkata lembut namun juga tegas.


" Ayolah.. nggak apa apa biar aku saja yg bayar." laki laki itu bersikeras mau membayar belanjaan Dara.


" Tapi..."


" Udahlah dek biarkan saja.. tak baik menolak rezeky... dia mau membayar nya.. ini keberuntungan buat kamu.. biasa nya Ramdan ini susah buat keluar uang." pemilik warung itu menyela.


Dara tampak berfikir sejenak.


" Baiklah.. silahkan bayar kalo gitu.. makasih ya." Dara bicara pada lelaki yg di panggil Ramdan oleh pemilik warung itu.


" Iya sama sama." Sahut laki laki itu.. sambil terus menatap Dara.


" Permisi Bu.. aku & Ella pulang ya.. oh iya nanti kalo Ibu ada waktu main lah kerumah.. saya punya oleh oleh khas Palembang buat ibu."


Pedagang itu mengangguk dan tersenyum.


Dara menggandeng tangan Ella dan mereka berjalan untuk pulang.


" Woy.. lihatin cewek kok sampai tak berkedip begitu." pemilik warung berkata pada Ramdan.


Ramdan yg dari tadi hanya terpaku menatap Dara yg kian menjauh.. terkejut di buat nya.


" Bidadari mana kah dia itu Bu." tutur Ramdan sesaat kemudian.


" Kan tadi dia sudah bilang dari Palembang sumsel."


" Terus ngapain dia bersama itu si Ella.. cucu nya kakek Harun."


" Orang dia tinggal disana."


" Apa dia itu saudara jauh nya mereka?."


" Entahlah.. tapi seperti nya dia itu berasal dari keluarga yg berada cocok sama kamu."


Ramdan tersenyum.. Ramdan itu termasuk keluarga yg berada.

__ADS_1


Dalam hati Ramdan dia memang berfikir untuk mendekati Dara.. ia tak tahu jika wanita itu adalah istri orang.


Yg ia tahu.. ia merasa tertarik pada nya.


__ADS_2