Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Bertemu Ibu mertua.


__ADS_3

Seminggu setelah pernikahan mereka... sesuai rencana mereka Dara & Faozan akan berkunjung ke Lombok.. menemui sang kakek.


Sesuai rencana sebelum nya.. Dara & Faozan akan mampir ke Lampung terlebih dahulu.


Tepat pukul 07 WIB.. Dara menelpon sebuah travel tujuan Prabumulih Lampung.


Mereka sengaja naik travel saja agar tak terlalu rumit.. sebab travel akan mengantar mereka sampai tujuan mereka.. tidak seperti pesawat yg hanya berhenti di bandara.


Butuh waktu kurang lebih 5 jam.. dari Prabumulih ke Lampung.


Sekitar jam 13 lewat mereka tiba di kota Bumi Lampung.


Iya Faozan pernah di kasih tau Ibu nya kalo Ibu nya berada di kota Bumi Lampung.


Bahkan alamat detail nya pun sudah di kirim oleh Ibu nya Faozan ke Faozan.. karna sempat beberapa waktu yg lalu Ibu nya meminta Faozan datang kesana jika dia butuh pekerjaan.. tapi Faozan menolak dan lebih memilih kerja di Malaysia.


Tiba di kota Bumi... Mereka langsung mencari kendaraan menuju Desa Bojong Barat.


Iya disana lah Ibu nya Faozan tinggal bersama sang suami.


Tiba di Desa Bojong Barat.. Agar lebih mudah mencari kediaman sang Ibu.. Faozan mencoba bertanya pada salah satu orang yg kebetulan lagi duduk duduk di pos keaman Desa.


" Permisi Pak." Sapa Faozan ketika sudah berada di dekat sekumpulan laki laki yg tengah berbincang.


Dara hanya mengikuti langkah Faozan.


" Iya." sahut salah satu orang disana..


" Pak.. saya mau tanya.. Rumah nya Pak Amran Hermawan dimana ya?." itu tanya Faozan.. iya Amran Hermawan adalah nama Suami Ibu nya Faozan sekarang.. alias Ayah tiri Faozan.


" Apakah yg adek maksud adalah Amran Hermawan yg punya sebuah Toko muebel itu?." sahut orang yg lain nya.. yg kebetulan mengenal Amran.


" Iya Pak benar." Jawab Faozan.. Ibu nya memang pernah cerita kalo suami nya itu memang punya sebuah Toko muebel itulah sebab nya mengapa dia meminta Faozan untuk datang kesana.. supaya Faozan bisa bekerja di Toko suami nya itu.


" Kalo gitu.. Adek jalan lurus aja.". jawab orang itu sambil memberi intruksi.. " Kemudian masuk lewat Gang Mangga yg ada di sebelah kanan.. Nah di pinggir Gang itu ada sebuah rumah yg berwarna biru muda.. maka itulah rumah nya.. No rumah nya 125." jelas orang itu lagi.


Faozan pun melihat ponsel nya sebentar.. apakah benar no rumah yg di berikan Ibu nya sama dengan yg itu katakan.


Dan ternyata benar.. Alamat nya cocok.


" Baiklah.. terima kasih Pak.. maaf telah mengganggu kalian." tutur Faozan lemah lembut.


Kemudian dengan langkah pelan tapi pasti Faozan menyusuri jalan tersebut di dampingi oleh Dara.


Sekilas ia menatap Dara yg terlihat sudah berkeringat lantaran terik matahari.


" Kamu mau es?." Tanya Faozan kemudian saat kebetulan ia melihat sebuah warung kopi.


" Nggak." jawab Dara datar.

__ADS_1


" Yakin?." tanya Faozan lagi.


" Iya Gedok.. aku lagi nggak mau minum es.. lagian kan kalo haus tuh di tas masih ada air mineral." jawab Dara lagi.


" Cape nggak?." Sambil terus berjalan mereka terus berbincang.


" Sedikit sich.. kaki ku yg pegel." sahut Dara tertawa pelan.


" Haruskah aku menggendong mu." Goda Faozan.


" Nggak ah.. yg ada ntar orang orang pada liatin kita lagi." tutur Dara tersenyum.


" Biarin aja mereka melihat.. toh kita juga nggak ganggu mereka kok."


" Nggak ah.. aku ini bukan cewek yg manja manja amat kali." celetuk Dara sambil memiringkan bibir nya.


" Kirain.. ehehe." Faozan tertawa pelan.


Tak terasa mereka telah sampai di depan rumah yg mereka tuju.


Sebuah rumah sederhana.. namun cukup luas dan nyaman.. ada beberapa pot bunga di teras depan nya.. Dan ada pohon mangga juga di sebelah kanan rumah nya.


Hampir mirip dengan rumah kedua orang tua Dara.. beda nya rumah kedua orang tua Dara sedikit lebih luas dari itu.. kalo masalah bentuk rumah nya hampir sama.


Pintu rumah nya tertutup.. jadi Faozan mencoba mengetuk nya.


Tok.. Tok..


Belum ada sahutan dari dalam sana... Maka sekali lagi Faozan mengetuk pintu nya.


Tok.. Tok..


" Asalamualaikum." ucap Faozan lagi.


" Waalaikum sallam." Barulah terdengar suara sahutan dari dalam.. suara seorang wanita.


Tak lama setelah terdengar suara.


Ceklleek..


Pintu pun terbuka..


Seketika pemilik rumah langsung kaget melihat tamu nya itu.


Faozan hanya berdiri dan tersenyum menatap wanita yg tadi membukakan pintu.


Sementara Dara.. seperti mengingat ngingat sesuatu.. rasa nya wajah wanita itu tak asing bagi nya.


Lalu setelah ia ingat ingat.. ia tau itu pastilah Ibu nya Faozan.. Dara memang belum pernah bertatap muka dengan ibu nya Faozan baik itu melalui hp apalagi secara langsung.

__ADS_1


Namun Dara sering melihat fhoto Ibu nya Faozan itu di ponsel Faozan.


" Ozan." Ibu nya langsung memanggil.


" Asalamualaikum Bu." jawab Faozan.


" Waalaikum sallam.. Ayo masuk Nak." ajak Ibu nya Faozan yg belum menyadari kehadiran Dara.


" Loh dia siapa Zan?." Tunjuk Ibu nya Faozan pada Dara.. ia baru menyadari nya.. kalo putra nya datang bersama seorang perempuan.


Dara hanya tersenyum kepada Ibu nya Faozan yg kini sedang menatap bingung diri nya.


" Bu.. Ini istri ku.. kan beberapa minggu yg lalu aku pernah menelpon Ibu & mengatakan kalo aku akan menikah.. tapi saat itu Ibu bilang Ibu nggak bisa datang karna banyak urusan." Faozan mulai menjelaskan.


Ibu nya Faozan mencoba mengingat ngingat.. dan benar apa yg dikatakan Faozan.. memang sempat beberapa minggu yg lalu Faozan menelpon nya dan mengatakan tentang pernikahan nya.. tapi saat itu selain tak begitu yakin Ibu nya juga merasa itu tak penting... toh memang selama ini ia tak peduli pada Faozan.


" Oh.. iya Ibu lupa." sahut Ibu nya Faozan kemudian.. Lalu ia menghampiri Dara.


" Jadi dia menantu Ibu." Ibu nya Faozan berkata lagi.. " Siapa nama mu?." ibu nya Faozan bertanya pada Dara.


" Dara Bu." jawab Dara seada nya.


" Cantik juga istri mu." saat berkata demikian Ibu nya Faozan menoleh ke arah Faozan.. Faozan hanya tersenyum.


" Orang mana kamu Ra." barulah ia mulai bertanya pada Dara lagi.


" Prabumulih Bu." sahut Dara dengan tersenyum.


" Oh.. nggak begitu jauh dari sini rupanya."


Dara mengangguk.. setelah itu Ibu nya Faozan menyuruh mereka masuk.


Dara & Faozan duduk di sofa yg ada di ruang tamu.. sementara ibu nya kedapur untuk mengambil minum.


" Minumlah dulu.. setelah itu kalian bisa istirahat di kamar.. kalian pasti lelah kan."


" Iya Bu." jawab Dara & Faozan bersamaan.


" Kalian akan bermalam disini kan?.". tanya Ibu nya Faozan lagi.


" Iya Bu.. besok baru kami akan melanjutkan perjalanan." jawab Faozan.


" Kalian mau kemana?." Ibu nya Faozan bertanya heran.


" Ke Lombok Bu.. menemui kakek.. Kami akan disana selama satu minggu karna kakek mau ngadain syukuran untuk pernikahan kami." tutur Faozan seada nya.. ada rasa nyeri di hati Ibu nya Faozan saat ia mendengar perkataan Faozan barusan.


Ia berfikir Faozan akan lebih lama dengan kakek nya dari pada diri nya yg merupakan ibu kandung nya.


Tapi apa yg hendak dikata.. memang dia lah yg salah karna selama ini tak pernah peduli pada Anak nya.

__ADS_1


Saat ini Ibu nya Faozan telah menyadari kalo apa yg ia lakukan pada Anak anak nya selama ini salah besar.


Karna ternyata perkataan Faozan pada nya beberapa bulan yg lalu itu sangat benar.


__ADS_2