Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Belum siuman.


__ADS_3

Setelah kepulangan kedua orang tua Dara.. Faozan hanya duduk di kursi yg ada dipinggir ranjang dimana Dara tengah berbaring.


Perasaan nya bercampur aduk.. antara sedih namun juga senang.. sedih karna ia melihat Dara yg tengah terbaring lemah.. dan senang karna ia benar² bisa menatap Dara secara langsung.


Selama ini ia hanya bisa membayangkan saja saat dimana ia bisa menyentuh nya secara langsung..


Sambil terus menatap wajah Dara.. tangan nya juga meraih telapak tangan kanan Dara dan di genggam nya erat.. ada kehangatan yg mengalir dihati nya saat ia menyentuh Dara.


Tak hanya menggenggam nya saja bahkan Faozan sempat mengecup nya beberapa kali.


Sayang nya belum ada reaksi dari Dara sebab ia masih belum siuman.


Sesaat kemudian ia mulai bangkit dari kursi dan duduk disisi ranjang tempat Dara berbaring itu.. dengan tangan kanan yg tetap menggenggam erat tangan Dara.


Sementara mata nya menatap wajah Cantik kekasih nya itu.. sangat imut dan manis.. wajah yg terlihat pucat namun putih.. mulus dan juga bersih.


" Aku nggak nyangka akan bertemu dengan mu untuk pertama kali nya dalam kondisi yg seperti ini sayang." ia mulai bicara sendiri.

__ADS_1


Tangan kiri nya mengusap lembut kepala Dara yg masih ada kain kassa pembalut luka pasca operasi.


" Tapi aku senang karna saat ini aku benar² bisa menyentuh mu." ia mulai mengelus lembut pipi cubby Dara.. dengan tatapan yg tak pernah ia alihkan dari wajah Dara.


Lama ia menikmati kecantikan kekasih nya itu.. hati nya tak pernah merasa puas untuk terus menatap wajah itu.


' Ya Tuhan ia benar² Cantik.. sangat Cantik.' gumam nya dalam hati.. dengan seulas senyum di bibir nya.. karna ia ingat akan sesutu.


Ia kembali mengecupi tangan Dara.. kali ini ia juga bicara.


Faozan menghentikan bicara nya.. seolah ia menunggu respon dari Dara.. namun tetap sama Dara belum bisa merespon nya.. karna ia masih belum sadar.


" Baiklah saat ini kamu belum bisa merespon ku.. tapi aku yakin secepat nya kamu akan bangun dan aku akan jadi orang yg pertama kamu lihat saat kamu membuka mata mu."


Ia langsung berhenti berbicara seketika ia tersenyum.. membayangkan kira² akan seperti apa reaksi Dara saat ia sadar dan melihat nya di hadapan nya..


Sudah dapat ia bayangkan betapa terkejut nya Dara.

__ADS_1


Ia terkekeh sendiri membayangkan semua itu.. Dan Dara pasti jauh lebih terkejut lagi saat nanti ia mengutarakan niat nya untuk segera menikahi Dara.


Membayangkan nya saja ia sudah begitu bahagia.. apa lagi saat ia melakukan nya nanti.. pasti jauh lebih bahagia dari ini.


Terus terusan menatap Dara dan berbicara sendiri lama² membuat nya merasa ngantuk juga.


Ia mulai menguap² dan mata nya sudah lima watt.. padahal baru saja masuk waktu isya.


Karna mulai merasa ngantuk Faozan pergi kekamar mandi yg ada di ruangan itu dan mencuci muka nya lalu mengambil wudhu untuk shalat isya.


Kali itu karna ia tak mau meninggal kan Dara sendiri ia hanya shalat di ruangan itu.. tidak di masjid seperti magrib tadi.


Setelah selesai shalat ia kembali duduk di samping Dara berbaring.. ia duduk di sisi kanan Dara.


Sama seperti tadi ia terus menatap Dara.. bahkan menelusuri seluruh tubuh nya dengan mata nya yg bisa di bilang tak berkedip sama sekali.


Ia benar² mengagumi gadis itu... dan semakin tak mau kehilangan dia.

__ADS_1


__ADS_2