Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Pengakuan Dara.


__ADS_3

Di Episode sebelum nya Dara bertanya benarkah Faozan nggak akan marah kalau ia berkata jujur.


Mari kita temukan jawaban nya.


Faozan.


" Iya, aku nggak akan marah kok, jadi jujur aja, siapa Andrian itu?." Entah mengapa meski udah jelas² di inbox itu Andrian mengatakan kalau ia pacar nya Dara, tetap saja Faozan mau mendengar langsung dari mulut Dara sendiri.


Dara.


" Janji kamu nggak akan marah.". kata Dara seadanya.


Faozan.


" Iya." jawab nya singkat.


Dara.


" Janji dulu." Dara minta Faozan janji karna ia sudah merasa yakin nggak mungkin Faozan nggak marah.


Faozan.


" Iya janji, jadi ayo sekarang katakan lah, apa hubungan kamu dengan Andrian?. " tanya nya yg mulai tak sabar.


Dara.


" Iyan itu emang pacar ku." akhir nya ia bicara jujur.


Faozan.


" Hebat, luar biasa hebat." Faozan mulai bicara dengan nada suara yg kesal, Dara hanya bisa mendengarkan semua itu. " Aku nggak nyangka ya kalau kamu itu nggak lebih dari seorang munafik, kamu hanya seorang PHP, sumpah nyesel banget aku kenal sama kamu, selama ini aku selalu setia sama kamu, tapi kamu benar² nggak bisa di percaya." kata nya kesal hingga kata² kasar pun ia keluarkan.


Dara.

__ADS_1


" Bukan kah kamu udah janji nggak akan marah, tapi kok kamu marah sich." kata Dara dengan polos nya.


Faozan.


" Ehehe.." Faozan tertawa sinis.. " setelah semua yg kamu lakuin, kamu minta aku tetap tenang dan nggak marah." kecam nya.


Dara.


" Lah kan kamu udah janji."


Faozan.


" Persetan dengan janji, kamu sendiri apa pernah menepati janji, apa pernah menurut sama aku, meski hanya sekali saja, nggak kan." Dara benar² kaget mendengar kata² Faozan barusan.. " Aku sudah nggak tau lagi harus gimana lagi sich agar kamu bisa berubah, sampai kapan kamu akan terus bohong dan bohong lagi."


Dara.


" Dengarkan aku dulu, saat itu aku fikir kamu sudah nggak mau lanjutin hubungan kita lagi, maka nya waktu Iyan nyatain perasaan aku menerima nya." Dara mencoba membela diri.


Faozan.


Dara.


" Itu bukan alasan tapi... " belum juga selesai Dara bicara Faozan sudah menyela nya.


Faozan.


" Udah lah, cape aku bicara ama kamu, nggak pernah mau jujur, nggak pernah menghargai perasaan orang, dan yg terpenting kamu sudah merusak kepercayaan aku, lagian apa guna nya bicara panjang lebar ama kamu."


Dara.


" Jadi menurut kamu bicara ama aku itu nggak penting." bukan nya minta maaf karna salah, malah nyolot, egois banget ya Dara nya.


Faozan.

__ADS_1


" Iya kan emang udah nggak penting, sama kayak aku dalam hidup mu, nggak ada artinya, maka nya kamu lakuin ini."


Dara.


" Siapa bilang kamu itu nggak penting.."


Faozan.


" Udah² males aku dengar omong kosong kamu, cape aku dibohongin terus, lagi pula mungkin saat ini kamu mau telponan sama Dia, jadi aku nggak mau ganggu kamu, jika kamu memang sudah pacaran sama dia mulai sekarang aku mundur, karna aku sadar diri kok, aku ini orang miskin, aku juga jelek, bahkan masih kecil, tapi bukan berarti aku nggak bisa marah dan kecewa, dan bukan berati kamu bisa permainin perasaan aku seenak nya, Aku do'ain semoga kamu bahagia sama dia, langgeng sampe kakek nenek..." kali itu gilira Dara yg menyela bicara Faozan yg udah panjang lebar tadi.


Dara.


" Oh jadi cuma sedangkal ini kah rasa sayang kamu ke aku, sekarang aku ngerti, kenapa saat di inbox tadi kamu nggak bilang aja terus terang kalau kamu itu pacar aku, tapi tidak kamu malah bilang kalau kamu itu teman aku, sekarang aku ngerti, emang kamu udah bosan kan sama aku." Dara malah lebih nyolot.


Faozan.


" Eh Sundel." Kata kasar nya mulai keluar lagi, sundel itu adalah salah satu kata² yg sangat kasar di dalam bahasa sasak, yaitu bahasa daerah Lombok.


Tapi maaf yach semua nya, aku nggak bisa jelasin apa arti dari sundel jika dalam bahasa indonesia karna nggak enak dengar nya..


Mendengar kata Faozan barusan Dara langsung menyela dengan kasar nya.


Dara.


" Aku bukan sundel, dan aku juga bukan anak hasil dari nyundel, jadi kalau bicara jangan asal." Dara kesal mendengar kata sundel, sebab dengan kata tersebut sama saja dengan Faozan telah merendahkan harga diri nya, sebab Dara sudah tau apa arti dari kata sundel tersebut.


Faozan.


" Ah udah lah, cape aku berantem terus." akhir nya begitu Faozan mendengus.


Dara.


" Kamu fikir aku nggak cape, aku juga cape menghadapi sikap kamu yg selalu curiga dan tak pernah mau percaya sama orang, kamu bahkan lebih posesif dari pada...". tadi nya Dara ingin mengatakan kalau Faozan lebih posesif dari pada Ifan, mantan pacar nya, tapi belum sempat ia mengatakan hal itu Faozan udah memutus panggilan telpon nya.

__ADS_1


Mengetahui itu Dara hanya bisa meletakan ponsel tersebut sambil menarik nafas panjang, untuk menghilangkan kekesal nya, bahkan ia berusaha Istiqhfar.


__ADS_2