
Tiga bulan kemudian disaat Dara tengah merasa sangat bahagia.. dengan impian yg baru saja ia bangun kembali.
Iya saat ini Dara telah memutuskan untuk melanjutkan pendidikan nya dia ingin menjadi seorang Dokter.. impian yg muncul saat ia sedang sakit beberapa waktu yg lalu.. dia ingin bisa menyembuhkan orang.. Seperti hal nya diri nya yg bisa sembuh berkat bantuan seorang Dokter.
Itulah mengapa ia memilih untuk kuliah dan akan mengambil Jurusan kedokteran.
Tentu saja keluarga nya mendukung penuh.. sebab selama ini bukan mereka yg tak ingin Dara kuliah.. akan tetapi Dara sendirilah yg belum ada kemuan dan sekarang kemauan nya sudah bangkit dan dia sudah bertekad ingin menjadi seorang Dokter yg hebat.
Mulai dari Universitas dan semua biaya sudah ia carj tau semua.. dan dia akan mengurus semua nya.. Kalo masalah biaya ia tak pernag khawatir.. sebab meski orang tua nya bukan orang kaya tapi kalo untuk kuliah Dara insya Allah mereka sanggup.
Dara sudah memuruskan ia akan memulai kuliah tiga bulan lagi.. karna ia ingin meng istirahatkan tubuh nya dulu untuk beberapa bulan ini.. tentu hal itu juga adalah usul dari kedua orang tua Dara.. Dara yg menyadari kebenaran dari sikap kedua orang tua nya hanya menurut.
Jadi sudah di putuskan ia akan mulai kuliah tiga bulan lagi..
Namun apa yg hendak di kata.. manusia hanya bisa membuat rencana dan Tuhan lah yg menentukan nya..
Itulah yg terjadi pada hidup Dara.. baru saja ia mulai kembali mereguk manis nya hidup sekali lagi dalam sekejab Tuhan mengubah takdir nya dan ia harus menelan kenyataan pahit itu lagi.
Saat tiba² dia mulai mengeluarkan darah segar dari hidung nya dan merasakan sakit yg teramat sangat di kepala nya.. bahkan sesaat kemudian ia mulai terkulai lemas dan ia pingsan.
Dengan segera kedua orang tua nya membawa Dara kerumah sakit terdekat..
Setelah melakukan pemeriksaan dan Dara juga telah sadar Dokter yg ada di rumah sakit itu memanggil kedua orang tua Dara untuk membicara kan hal penting.
Jantung Dara berdetak tak karuan.. ia takut penyakit yg sangat mengerikan itu kembali menggerogoti nya.
__ADS_1
Namun selain hanya bisa pasrah ia tak bisa apapun.. karna yg terjadi adalah yg Tuhan kehendaki.
Karna rasa ingin tau nya yg teramat sangat.. Dara mengikuti langkah kedua orang tua nya dengan diam².. jangan sampai di ketahui oleh kedua orang tua nya dan Dokter tersebut.
Setelah tiba diruangan Dokter itu.. kedua orang tua Dara di suruh duduk di hadapan Dokter itu.
Sementara Dara hanya mengintip dari ambang pintu yg lumayan jauh dari ketiga orang itu.. namun suara mereka masih terdengar meskipun agak samar².
" Silahkan duduk" perintah Dokter itu.
Kedua orang tua Dara hanya menurut saja.
" Ada apa Dok?." tanya ayah nya Dara.
" Ini mengenai penyakit putri bapak."
" Berdasarkan hasil pemeriksaan kami.. Kanker yg pernah tumbuh di Otak putri Bapak kembali berkembang dan kali ini jauh lebih berbahaya Pak..."
" Tapi kenapa bisa Dok.. padahal beberapa bulan yg lalu Dokter Alex specialis kanker sendiri yg bilang kalau Dara sudah sembuh." ibu nya Dara menyela dengan perasaan sedih.
Di balik pintu Dara mulai menangis.. Lagi² Tuhan menghancurkan semua mimpi nya.
" Iya saya tau Bu.. tapi hal seperti ini memang sering terjadi.. benar mungkin beberapa bulan yg lalu Dara telah sembuh dan hasil Rontgen nya juga sudah menunujukan kalo Dara sembuh.. tapi saat sel kanker itu masih sangat dini maka alat medis belum bisa mendeksi nya.. karna itulah mungkin masih ada akar yg tersisa dan tumbuh lagi.. sebab kemoteraphy bukan lah mencabut sel kanker dari akar tapi hanya mematikan atau membunuh sel kanker yg sudah tumbuh agar tidak menjalar kemana²." Dokter menjelaskan panjang lebar.
Kedua orang tua Dara terdiam karna syok.
__ADS_1
" Bapak dan Ibu harus bisa mengambil tindakan.. jika Dara tidak segera dioperasi maka kemungkin besar hidup nya tak akan bertahan lama.. itu menurut ilmu kedokteran.. namun semua atas kehendak yg diatas.. kami hanya perantara saja." tambah Dokter itu lagi.
" Kira² berapa biaya nya Dok?.". tanya ayah nya Dara.
" Mungkin sekitar 40 atau 50 juta." jawab Dokter itu.
" Baiklah Dok.. tapi bisa kah kami minta penanganan dari Dokter Alex lagi.". pinta ayah Dara.
" Tentu.. karna Dara adalah pasien beliau.. jadi sudah pasti nanti beliau juga yg akan menangani putri Anda."'
" Oke Dok terimakasih."
" Iya.. perkembangan selanjutnya biar di urus oleh Dokter Alex.. dan saya rasa beliaulah yg nanti akan memberi tahu Bapak dan Ibu detail nya masalah ini."
Kedua orang tua Dara mengangguk.. kemudian berpamitan untuk menemui putri nya.
Di ruangan nya Dara tak henti² nya menangis.
Kedua orang tua nya sudah dapat menebak bahwa Dara telah mengetahui semua nya.. hingga ia menangis.
" Kamu anak yg kuat.. Ibu yakin kamu pasti bisa sembuh kembali." Ibu nya memeluk Dara.. Dara makin terisak.
" Iya Ra.. Ayah janji.. ayah akan berusaha sekuat tenaga Ayah agar putri Ayah kembali sehat dan ceria lagi." sambung sang ayah.
" Maa.. maaf in Dara Bu.. Yah.. Dara hanya bisa nyu.. nyusahin kalian." ia berkata di sela² isak tangis nya.
__ADS_1
" Tidak sayang.. kamu adalah putri kami.. kami nggak pernah merasa susah karna mu.. tak ada yg lebih berharga bagi orang tua selain anak² nya." tukas ayah nya Dara.
Dara hanya mengangguk dan menangis.