
Menyadari hal itu mereka berdua sama² tersenyum.
" Kamu aja yg duluan.". tutur Faozan kemudian.
" Ya udah.. bisa kita duduk aja.. kaki ku udah pegel sejak tadi berdiri." kata Dara.. yg membuat Faozan seketika langsung tertawa.
Kemudian mereka berdua duduk di pinggir ranjang tempat tidur Faozan itu.
" Tadi kamu mau bicara apa?." Kali itu Dara yg mulai bertanya duluan.
" Aku mau nanya.. apa kamu udah ingat aku?." tanya Faozan penasaran.
Dara menggelengkan kepala nya.
" Aku masih belum ingat apapun tentang hubungan kita dulu.. tapi aku yakin sekali dulu aku pasti sangat mencintai mu.. hingga sampai saat ini meski aku tak mengingatmu namun cinta itu masih bisa ku rasakan." Dara menghentikan sejenak bicara nya.. ia menatap wajah Faozan.
Faozan membalas menatap wajah Dara dengan tersenyum.
" Oh.. begitu.. tadi nya aku fikir kamu udah ingat masa lalu kamu yg terlupakan itu." sahut Faozan.
" Nggak belum.. tapi jika kamu mengizin kan.. aku mau kita mulai semua nya dari awal.. nggak peduli ingatan ku kembali atau nggak.. yg penting aku mencintai mu.. dan aku juga bersedia menikah dengan mu.. itupun kalo kamu mau menerima ku." Kata Dara lirih.
Faozan menyentuh lembut pipi Dara.. dengan senyuman yg tak pernah hilang di wajah nya.
" Sayang.. sampai kapan pun aku hanya akan mencintai mu saja.. jadi tentu saja aku akan menerima mu bahkan dengan senang hati.. kamu benar tak peduli ingatan mu kembali atau nggak...yg penting kita selalu bersama dengan perasaan yg sama."
" Iya.. terimakasih karna selama ini kamu telah begitu sabar menghadapi sikap ku.. dan maaf karna aku sering menyakiti perasaan mu." Dara berkata dengan rasa bersalah.
" Bukan salah mu sayang.. tapi itu sudah kehendak yg diatas..Dia ingin menguji hubungan kita." tutur Faozan dengan bijaksana.
__ADS_1
" Ternyata aku nggak salah ya milih Calon suami.. karna Calon suami ku ini sangat lah baik dan juga sabar." Dara mulai tersenyum menatap Faozan.
" Aku ini belum ada apa² nya di banding kan diri mu.. kamu tau.. kamu itu lebih sabar dari ku.. dan jauh lebih baik dari ku.. justru dulu kita sering berantem cuma gara² aku yg egois dan posesif terhadap mu.. tapi kamu selalu sabar menghadapi sikap ku yg kadang kenakan dan egois itu.. malahan setiap kali aku marah kamu menanggapi dengan tertawa.. dan saat aku ngambek.. sebisa mungkin kamu pasti berusaha membujuk ku.. kadang aku ngerasa kalo kamu lagi membujuk ku.. seolah seorang ibu yg tengah membujuk anak nya.. sungguh kamu sangat sabar menghadapi ku.. itulah yg membuatku benar² takut kehilangan mu." Faozan mulai bercerita kembali tentang kisah mereka dulu.
" Seperti nya ada banyak pertengkaran dan canda tawa juga ya dalam hubungan kita." Sahut Dara.
" Pasti nya."
" Lalu apa dulu ada kata² ku yg sampe sekarang jika kamu mengingat nya kamu akan tertawa?." tanya Dara mulai mencari tahu.
" Ada." Jawab Faozan mulai tertawa.. ia ingat akan hal itu.
" Apa itu." tanya Dara tak sabar.
" Saat itu kita sedang asyik telponan.. namun tiba² ada teman ku yg memanggil.. sekali panggilan tak ku sahuti.. dua kali panggilan nya juga tak ku tanggapi.. lalu saat untuk ketiga kali nya dia terus memanggil dengan nada yg keras kamu mulai bicara..."
" Apa kata ku?.". Dara menyela gesit.
" Iya gimana?."
" Aku sahuti dengan kata Aiilaah ape.. itupun dengan nada yg setengah membentak sebab aku kesal lantaran ia mengganggu pembicaraan kita."
" Aiilaah ape?... itu apa artinya?? dan dari bahasa mana itu?.. Apakah bahasa daerah Lombok?."
" Benar sekali ailah ape itu artinya sama saja dengan iih ada apa.. dan itu bahasa daerah Lombok."
" Oh.". Dara mengangguk² kan kepala nya.
" Tapi yg bikin aku tertawa saat ingat itu.. adalah hal berikut nya." kata Faozan lagi.
__ADS_1
" Yg berikut nya apa itu??" Dara bertanya lagi.
" Yaitu setiap kali ada yg memanggil ku.. pasti kamu yg lebih dulu menjawab.. yaitu dengan kata yg sama yaitu ailah ape unim.. tapi cara kamu menyebut nya sama persis seperti sebagaimana orang Lombok bicara." kata Faozan terkekeh.
" Berati aku lumayan bisa ya bicara bahasa daerah kalian." Dara berkata sambil menatap wajah Faozan.
" Iya..bahkan dulu banyak yg kamu ngerti dari setiap kali aku bicara sama teman² atau kakak."
" Tapi sekarang aku lupa akan semua itu.. jangan kan mau mengingat apa saja bahasa daerah kalian.. aku bahkan tak ingat apa saja yg ku alami selama 2 tahun terakhir ini." keluh Dara
" Nggak apa² sayang.. kita berdo'a saja semoga secepat nya ingatan kamu akan kembali."
" Aamiin." sahut Dara.
" Nah gitu donk.. semangat ya.. aku pasti akan membantu mu semampu ku."
Dara mengangguk.. kemudian dia berdiri.
" Kamu mau kemana?.". Tanya Faozan yg melihat Dara yg telah berdiri.
" Aku mau bikin sarapan dulu.. kamu pasti belum sarapan... aku juga udah laper banget nih." tutur Dara seada nya.
" Ya udah aku bantuin ya."
" Emang kamu bisa masak." tanya Dara.
" Iya bahkan kamu sendiri pernah muji masakan aku loh."
" Ehehe... maaf lupa aku." tutur Dara... " Ya udah ayo kalo gitu kita bikin sarapan."
__ADS_1
Dara & Faozan pun kemudian membuat sarapan bersama dan makan bersama.