Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Masih bersama Ibu.


__ADS_3

Hari itu di kediaman Ibu nya Faozan.. setelah berbincang dan minum.. Dara dan Faozan mengistirahatkan tubuh mereka di kamar yg sudah di tunjukan oleh Ibu nya Faozan.


Sekitar jam 16 sore.. Dara mendengar suara orang yg lagi bebincang.


Tapi ia belum mendengar pasti apa yg sedang di bicarakan oleh kedua orang itu.


Seperti nya nada mereka bicara tak biasa.


Di ruang tamu.. memang Ibu nya Faozan sedang berdebat dengan sang suami.


" Masa kamu nggak punya uang Ma." kata Amran ayah tiri Faozan.


" Aku memang sudah tak punya uang lagi Pa.. kan Papa tau sendiri kalo aku udah lama nggak kerja." Sahut Ibu nya Faozan.


" Kan setiap bulan aku selalu kasih kamu uang.. masa udah habis."


" Uang satu juta cukup kemana Pa.. buat makan sehari hari aja nggak cukup.. belum lagi kamu ambil buat judi." kata Ibu nya Faozan kesal.


" Maka nya kamu jadi perempuan usaha donk.. jangan cuma diem aja di rumah.. nggak berguna banget sih jadi orang." Bentak Ayah tiri nya Faozan.


Dan Dara mendengar itu.. karna perdebatan kata kata mereka sangat keras.. hingga terdengar oleh Dara.


Dara yg mendengar perdebatan antara Ibu mertua nya dan suami nya itu merasa serba salah.


Perasaan siapa yg tak serba salah.. saat mereka masih berada disana kedua orang tua nya malah bertengkar.


Karna itulah Dara langsung membangun kan Faozan yg masih tertidur.


" Sayang bangun." sambil bicara Dara menepuk nepuk pelan tubuh Faozan.


Faozan yg merasakan ada yg menepuk tubuh nya.. langsung membuka mata nya.


Dara menatap nya dengan air muka yg tak dapat diartikan.


" Ada apa sayang?." Faozan bertanya sambil mengernyitkan dahi nya.


" Kamu dengar nggak... seperti nya Ibu mu dan suami nya bertengkar." Dara langsung mengutarakan apa yg ia dengar tadi.


Faozan bangun dari tidur nya dan duduk.. sambil menajamkan pendengaran nya.


" Pa.. selama aku masih bekerja dulu.. kamu selalu aku kasih uang.. dan kamu pergunakan uang itu buat apa?.. aku nggak pernah bertanya.. tapi kenapa kamu bicara seolah aku ini bukan tanggung jawab mu saja." Tutur Ibu nya Faozan.


Faozan & Dara yg mendengar dengan jelas pertengkaran kedua orang tua nya itu.. hanya mengambil nafas dalam dan saling menatap.


" Diam lah kamu Marni." Teriak Amran...Marni adalah nama ibu nya Faozan.

__ADS_1


" Tolong pelan kan suara mu.. Faozan lagi ada disini." Pinta Ibu nya Faozan pada sang suami.. karna ia takut putra dan menantu nya itu akan mendengar pertengkaran mereka.


" Peduli setan." Sahut Amran dengan kasar nya..


" Dan siapa Faozan?" Amran bertanya karna ia memang tak tahu apapun mengenai anak anak Marni.. Memang Ibu nya Faozan tak berbohong tentang anak anak nya.. tapi selama ini Amran bahkan tak pernah bertanya siapa saja nama anak dari perempuan yg ia nikahi itu.


" Faozan itu anak ku.. sekarang dia berada disini.. baru tadi siang dia sampai..." belum sempat Ibu nya Faozan menjelaskan semua nya.. perkataan nya sudah di potong oleh Amran.


" Waah hebat kamu.. tanpa izin dulu kamu menyuruh anak mu kemari.. kamu nggak sadar kalo buat kita makan bedua saja sudah susah malah di tambah anak kamu itu." bentak sang suami.


Dara & Faozan yg mendengar itu merasa tak terima jika ibu nya di maki karna ada nya diri nya.


Dia kesana bukan untuk meminta uang.. hanya ingin bertemu Ibu nya.


Maka ia akan jelaskan pada Ayah tiri nya.. kalo ia akan membayar apapun yg dimakan nya dengan Dara.. Bahkan jika perlu dia juga akan membayar sewa karna mereka menginap.


Dara & Faozan segera ingin menghampiri Ibu nya di ruang tamu.


Sekalian melihat Ayah tiri nya yg jahat itu.


" Pa.. dia itu putra ku.. yg berarti anak kamu juga.. kenapa kamu bisa berkata demikian." Kata Ibu nya Faozan.


" Tutup mulut mu itu.. atau aku..."


" Atau apa paman?." Faozan langsung menyela.. karna ia melihat Amran sudah mulai ingin mengangkat tangan terhadap ibu nya.


Marni merasa malu pada Faozan dan juga Dara.. hingga ia hanya menunduk.


Sementara Amran.. hanya terbelalak menatap kedua orang yg tengah berdiri di hadapan nya.. ia bukan nya terkejut lantaran melihat ternyata Faozan yg menyela pembicaraan mereka.


Tapi ia terkejut melihat Dara yg ada disana.. Ia tak tahu kalo anak dari istri nya itu telah menikah dan datang bersama anak tiri nya itu.


Jika dia tahu dari awal kalo anak tiri nya itu datang bersama istri nya.. setidak nya dia akan bersikap lebih baik.


Apalagi kalo dia tau.. bahwa istri Faozan itu cantik.. pasti dia akan bersikap sebaik mungkin.


Sebab pada dasar nya lelaki yg bernama Amran itu memang mata keranjang.. tak bisa melihat cewek yg cantik.. pasti dia ingin melahap nya.


" Lupakan soal itu Nak.. tadi paman sedang marah.. biasa kan pertengkaran dalam rumah tangga." Amran mulai sok baik.. dia ingin mencari perhatian Dara.


" Baiklah." Sahut Faozan Datar.


" Iya Nak.. oh iya siapa nama mu??" Tanya Amran.


" Faozan paman." Jawab Faozan apa ada nya.

__ADS_1


Marni hanya bingung melihat tingkah suami nya yg tiba tiba menjadi sok baik itu.


" Oh.. Faozan ya." Sahut Amran.


Faozan hanya mengangguk.


" Faozan.. wanita ini siapa?." Amran menunjuk Dara.. sambil menatap Dara dengan lekat.. bahkan mata nya mulai memperhatikan setiap inci tubuh Dara.. hingga Dara sendiri merasa risih di tatap seperti itu.


" Dia Istri mu atau pacar mu?." lanjut Amran.. masih dengan menatap lekat Dara.


Dara hanya membuang pandang nya malas.


" Dia istriku.". tegas Faozan.


" Oh.. istrimu cantik.. apakah dia juga berasal dari Lombok?." Tanya Amran lagi.


" Aku orang Prabumulih." Ketus Dara.


" Ow.. Pantes cantik nya luar biasa." Dara & Faozan langsung saling bertukar pandang mendengar perkataan Amran.


" Maksud Paman bicara begitu apa?." Faozan mulai bertanya dengan nada kesal.


" Nggak ada maksud apa apa kok.. cuma aku sering dengar kalo cewek cewek dari sumsel itu aura cantik nya memang beda." sahut Amran tanpa beban.


" Oh iya.. apa kalian sudah makan?." tanya Amran pada Faozan & Dara.


" Sudah paman." jawab Dara & Faozan bersamaan.


Dara berjalan menghampiri Ibu nya..


" Bu.. apa ibu baik baik saja?." Tanya Dara.


Ibu nya Faozan mengangguk.


Hari itu Dara & Faozan tau bagaimana sikap Ayah tiri nya itu.. ternyata ayah tiri nya itu sangat jahat.


Karna mengetahui sifat dari ayah tiri nya.. sempat Dara & Faozan mengajak Ibu nya kembali ke Lombok.


Biar bagaimana pun sifat ibu nya.. Faozan tetap tak tega melihat Ibu nya tak di hargai begitu.


Namun Ibu nya menolak lantaran ia masih merasa malu.. dia masih ingin mempertahankan pernikahan nya dulu.


Belum lagi karna dia tahu.. Faozan & Dara hanya kembali sebentar saja ke Lombok..


Nggak mungkin rasa nya kalo dia kembali menyusah kan Ayah nya.. yaitu kakek nya Faozan.

__ADS_1


Jika saja Faozan & Dara kembali ke Lombok untuk selama nya ia tak akan menolak.


Tapi ia berjanji.. jika suami nya itu tak berubah.. Maka saat Faozan & Dara kembali ke Lombok untuk selama nya ia pasti akan ikut.


__ADS_2