
Setelah berbicara dengan Dokter Alex.. kedua orang tua Dara berusaha keras untuk mendapatkan uang supaya bisa secepat nya Dara dioperasi.
Hingga karna tak punya pilihan terpaksa ayah nya Dara menjual salah satu kebun karet milik nya.
Dan ia bersyukur karna tak sampai satu minggu sudah ada yg membeli kebun karet nya.. dan dengan harga yg sesuai yg ia harapkan sekitar 500 juta rupiah.. memang beberapa waktu yg lalu tanah itu sudah sempat di tawar orang dengan harga demikian tapi Ayah Dara tak setuju karna kalau ia mau menjual tanah itu per kapling maka uang nya akan lebih dari itu.. belum lagi kalau kebun itu terus beroperasi hasil nya bisa mencapai 4 atau 5 juta perbulan.. tapi demi putri nya mereka rela kehilangan itu.. sebab nyawa putri nya jauh lebih penting.
Setelah menerima uang hasil penjualan kebun.. kedua orang tua Dara dan tentu nya Dara juga ikut menemui Dokter Alex.. bahkan ada Dessy dan juga Dimaz yg menemani Dara.
Operasi Dara akan di lakukan tiga hari lagi di Rumah Sakit Pertamina Prabumulih.
Dan itupun sudah di setujui oleh kedua belah pihak.. yaitu keluarga dan juga pihak Rumah Sakit.
Pulang dari Rumah Sakit kali itu Dara ikut bersama Dessy dan juga Dimaz di mobil nya Dimaz.. sementara kedua orang tua Dara bersama kakak sepupu nya Dara dan dengan mobil nya sendiri.
" Ra.. kamu yg kuat ya.. aku yakin kamu pasti bisa sembuh." Dimaz memecah keheningan mereka.
" Makasih Dim." jawab Dara tersenyum getir.
" Iya Ra.. kita akan selalu bedo'a untuk mu.. semoga kamu sehat kembali dan ceria lagi." sambung Dessy.. sambil menatap Dara sebentar sebab ia sedang fokus pada ponsel nya.
Tak ada yg tau kalau sebenar nya Dessy sedang memberitahu Faozan mengenai Dara lewat inbox di FB.
" Zan.. Jika kamu merasa penasaran karna sikap Dara yg akhir² ini lebih banyak diam telpon aku.. aku akan jelasin semua nya pada mu." itu isi inbox Dessy... yg belum di baca oleh Faozan.
__ADS_1
Namun Dessy yakin saat Faozan membaca nya ia pasti akan langsung bertanya.
Apalagi Dessy telah meninggalkan no ponsel nya di inbox tersebut.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Sekitar jam 7 malam WIB.. Dessy di kejutkan oleh sebuah no yg memanggil di ponsel nya.. ia tak tahu no siapa itu.. namun ia tetap menjawab nya.
" Hallo." sapa Dessy.
" Iya Hallo Asalamualaikum." jawab Faozan.
" Waalaikum sallam... maaf kamu siapa?." Dessy langsung bertanya.
" Oh.. maaf aku nggak punya no kamu jadi aku nggak tau kalo ini kamu." tutur Dessy.
" Nggak apa²." jawab nya.. " Oh iya apa yg terjadi pada Dara?." Faozan langsung bertanya terus terang.
" Maaf kalau ini akan membuat mu sedikit terkejut."
" Apakah Dara akan menikah?." tanya nya lagi.
" Itu nggak mungkin Dara sangat mencintai mu.. nggak mungkin ia bisa mengkhianatimu."
__ADS_1
" Lalu apa yg terjadi?." Faozan makin penasaran.
" Dara sakit..."
" Sakit apa Des?."' tanya nya.
" Kanker otak kembali menyerang tubuh nya."
Faozan yg mendengar itu langsung terasa lemas.. mengapa ini kembali terjadi pada Dara.
Bahkan mata nya mulai berkaca² membayangkan betapa menderita nya Dara.
" Lalu kenapa lagi² Dara tak memberitahuku."
" Karna ia tak ingin kamu jadi nggak tenang disana.. namun aku tau biar bagaimanapun kamu harus tau.. apa lagi tiga hari lagi Dara akan di operasi."
" Tolong do'a nya Dess semoga operasi nya Dara berjalan lancar dan dia bisa sembuh kembali."
" Pasti.. tapi kamu sendiri bagaimana?... apakah kamu tak ingin menemani Dara.. atau bagaimana jika operasi ini gagal apakah kamu nggak ingin lihat Dara untuk pertama dan terak.."
" Cukup Des.. jangan teruskan.. Dara pasti sembuh.. dan mengenai diriku.. aku nggak bisa pastikan apa yg akan aku lakukan.. biar waktu yg akan menjawab nya.. terimakasih atas informasi nya.. dan iya jika Dara tak ingin aku tau.. maka biarkanlah.. kamu jangan bilang pada nya kalau aku sudah tau.. sebab aku nggak mau dia malah mikirin apa yg akan aku rasain saat aku tau mengenai diri nya."
Setelah berkata Faozan langsung menutup telpon nya.
__ADS_1