
Di tengah tidur nya Dara mulai terbangun.. diraih nya ponsel yg ada di samping bantal nya untuk melihat waktu.
Jam menunjukan pukul 23: 15 menit WIB.
' Udah jam segini tapi nggak ada telpon atau sms dari Gedok.. kemana dia?.' Dara bergumam dalam hati.. Lupa bahwa saat ini Faozan ada dirumah nya.
Sesaat kemudian ia menepuk jidat nya..
" Dasar bodoh.. tentu saja ia nggak akan telpon.. orang dia nya ada disini." ia bergumam sendiri sambil tersenyum... " Eem aku jadi penasaran dia udah tidur belum sich."
Usai bicara begitu Dara berniat untuk mencuci muka karna ia tak ngantuk.
Saat berjalan menuju ke kamar mandi ia melewati kamar yg di tempati Faozan.. maklum rumah nya hanya rumah sederhana.. jadi kamar mandi nya hanya ada satu.
Sekilas ia melihat kearah kamar itu.. dan dilihat nya lampu ruangan itu masih menyala.
" Bukan kah Faozan kalo tidur nggak suka ada cahaya.. lalu kenapa lampu kamar nya masih nyala.. apa dia belum tidur atau justru nggak enak matiin karna ini bukan dirumah nya." sambil bergumam ia terus melangkah menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
Setelah mencuci muka ia berniat untuk memeriksa apakah Faozan sudah tidur atau belum.
Tiba didepan pintu kamar yg Faozan tempati.. Dara menghentikan langkah nya.
Ia ingin mengetuk pintu.. tapi takut nya Faozan sudah bangun dan bisa mengganggu nya.
Namun kalo dia tak mengetuk pintu nya gimana kalo Faozan sudah tidur.. sudah pasti pintu nya terkunci.
" Tapi aku coba cek aja dulu lah." ia bicara sendiri.. Kemudian dengan pelan ia mencoba untuk membuka pintu kamar tersebut.
Dan hasil nya pintu kamar itu terbuka.. artinya Faozan tak mengunci pintu kamar nya.
Saat pintu kamar nya mulai sedikit terbuka... ia sudah dapat melihat Faozan masih duduk di ranjang tempat tidur nya sambil menyenderkan kepala nya di kepala ranjang tersebut.
Faozan nampak sedang memikirkan sesuatu.
Dengan pelan Dara membuka pintu kamar itu agak lebar dan dia mulai masuk.. dengan langkah yg pelan juga.
__ADS_1
Tadi nya ia berniat untuk membuat Faozan kaget.. dengan cara mengejutkan nya misal nya.
Namun itu diurungkan nya.. lantaran ia sadar ini hampir tengah malam.. jika ia mengagetkan Faozan bukan tak mungkin Faozan akan berteriak karna kaget.. dan semua orang rumah bisa bangun.
Dara berdiri di pinggir ranjang dimana Faozan tengah terduduk sambil menatap ponsel nya.. dengan tangan ia lipat di depan dada nya.
Ia penasaran apa yg Faozan kerjakan di ponsel tersebut.. apakah Faozan sibuk chatt dengan cewek lain..
Ehehe Dasar...... Dara cemburuan juga ternyata.
Namun dugaan Dara salah.. Faozan bukan sedang chatt atau sibuk di socmed.. dia hanya menatapi fhoto² nya yg ada di galeri.
Ia memang benar.. karna merasa kangen pada Dara.. ia hanya menatap fhoto Dara yg ada di ponsel nya.. tadi nya ia berniat menelpon Dara karna Dara tak keluar kamar setelah makan tadi.. namun ia batal kan lantaran ia sadar Dara butuh istirahat jadi ia tak ingin mengganggu nya.
Biasa nya saat ia belum merasa ngantuk.. Dara lah yg menjadi teman sejati nya.. mereka akan mengobrol dan bercanda bersama kadang juga berdebat.. sampai masing² merasa ngantuk.
Tapi malam ini berbeda.. Dara memang ada di dekat nya.. tapi ia sama sekali nggak banyak bicara dengan nya.
Hhuuuh.. bukan main rasa rindu nya.
Entah mengapa rasa nya saat ia tak mendengar suara Dara.. serasa ia tak bersemangat untuk melakukan apapun.
Mengetahui Faozan sedang menatapi fhoto nya Dara hanya tersenyum.. lalu dengan pelan ia duduk di sebelah Faozan.
Namun saking serius nya Faozan.. ia sampe tak menyadari seseorang ada di dekat nya.
" Kangen ya." tutur Dara pelan.
Faozan terjingkat kaget.. hampir aja hp nya mau jatuh.. Dara terkekeh melihat Faozan yg kaget bukan main.
Dara menatap Faozan yg masih mengambil nafas dalam dan memegang dada nya.
" Sorry." Dara berkata lagi.
" Kamu kayak setan aja.. tengah malam gini tiba² ngagetin.. bikin orang jantungan aja." kata Faozan sambil meletakkan ponsel nya.
__ADS_1
" Kan aku memang setan.. dan aku selalu menghantui hati dan fikiran kamu.". Dara malah bercanda.
" Nggak lucu." kata nya.
" Siapa juga yg ngelawak."
" Iya juga sich.". Faozan mulai menatap lekat Dara.
Jantung Dara mulai berdetak tak karuan sebab tatapan Faozan seolah menembus sampai jantung nya.. mana jarak mereka begitu dekat pula.
" Bagaimana keadaan mu?." tanya Faozan sambil memegang kedua belah pipi Dara dengan kedua tangan nya.
" Aku udah baikan kok.". Dara menyahuti tanpa menatap Faozan.. karna ia benar² gugup.. biasa nya ia tak pernah seperti ini sama lelaki mana pun.. tapi kenapa dengan Faozan dia malah merasa malu dan salting.. mungkin karna mereka baru bertemu.
Melihat Dara yg hanya menunduk.. Faozan mencoba mengangkat dagu Dara dengan tangan kanan nya agar Dara menatap nya.
Beda banget ya dengan Faozan ia lumayan gentelment.. meski ia juga menyadari kalau jantung nya juga berdebar keras.
" Kamu belum tidur atau udah bangun nih?." tanya Faozan lagi sambil terus menatap lekat wajah yg ia rindukan itu.
" Baru bangun." kali itu keadaan Dara sudah mulai agak normal hingga ia bicara tanpa gugup dan menatap Faozan.. " Eh kamu tau nggak saat aku bangun aku langsung liat hp.. dan aku kesal sendiri.. karna nggak ada telpon atau sms dari kamu..."
Dara menghentikan bicara nya karna Faozan sudah terkekeh.
Dara mulai menatap Faozan sambil memiring² kan bibir nya.
" Ngapain aku telpon atau sms kamu.. kayak nggak ada kerjaan aja.. kan bisa ngomong langsung."
" Iya kan tadi aku lupa maklum faktor U."
Faozan tersenyum menatap Dara.
" Kalo faktor U itu untuk orang yg udah tau sayang.. nah kamu masih muda bukan faktor U nama nya.. hanya kamu aja yg pikun." kata Faozan dengan nada bercanda.
" Aku pikun aja kamu sayang.. apa lagi kalo aku nggak pikun.". Goda nya.
__ADS_1
" Iiih PD nya kumat.. ehehe."
" Jadi kamu nggak sayang nih.. ya udah aku pergi ya.. mau lanjut tidur." usai berkata Dara mau berdiri tapi sebenar nya ia hanya pura² untuk mengerjai Faozan.