Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Pernyataan Cinta Dimaz.


__ADS_3

" Dan apa Dim?." tanya Dara penasaran.


Setelah menghela nafas dalam dan berfikir sejenak Dimaz menjawab pertanyaan Dara.


" Dan aku sendiri juga suka sama kamu." itu jawab nya.


" Iya aku tau.. kamu suka aku dan aku juga menyukaimu.. itulah sebab nya kita berteman."


" Tapi yg ku maksud bukan itu Ra." Dimaz berkata serius.. Dara menoleh sejenak.


" Lalu?." tanya nya tak sabar.


" Aku jatuh cinta padamu Ra.. karna itulah aku nggak bisa membuka hatiku untuk orang lain.. aku hanya ingin kamu yg jadi pacar ku.. sungguh aku sangat mencintai mu bahkan jika kamu bersedia aku juga siap untuk menjadikan mu istriku." sambil berkata Dimaz meraih telapak tangan Dara dan menggenggam nya.. namun dengan pelan Dara melepas genggaman tangan Dimaz.


" Maaf Dim.. aku rasa kamu tau saat ini aku sudah punya pacar." jawab Dara tegas..


Dara tak menyadari kalau dari tadi Dessy berdiri di belakang mereka dan mendengar semua itu.. ia sangat kecewa.. ternyata Dimaz benar² mencintai Dara.

__ADS_1


" Iya aku tau Ra.. tapi pacar kamu itu hanyalah pacar dunia maya.. yg nggak jelas apakah ia benar² serius sama kamu.. Ra coba lah kamu pertimbangkan lagi.. aku rela meski hanya menjadi yg kedua asal kamu mau menerima Cinta ku." Pinta Dimaz dengan memohon.


" Dim.. aku bisa saja menerima mu.. tapi apakah benar kalau aku menerima mu sementara hati ku untuk orang lain?.. aku rasa itu salah Dim.. maaf bukan maksud ku untuk membuat mu kecewa apalagi patah hati tapi sungguh Dim.. saat ini cinta ku hanya untuk nya." Dara berkata tegas namun juga pelan.


" Ra.. jika kamu mau berusaha aku yakin perlahan² nanti kamu bisa mencintai ku."


" Dim.. kenapa harus aku?.. aku ini sudah punya pacar.. dan kamu juga tau kondisiku sekarang Dim.. jangan bodoh.. jangan hancurkan masa depan mu dengan kamu mencintai seorang gadis sepertiku.. di luar sana banyak yg mengharapkan mu yg jauh jauh lebih baik dari aku."


" Aku nggak mau orang lain.. aku hanya mau kamu." tegas nya.


" Ra buka mata mu." Dimaz merebut pembicaraan gesit.. " Berhentilah memikir lelaki itu.. dia bahkan nggak pernah peduli pada mu.. disaat kamu sakit begini apa pernah ia menemui mu untuk melihat keadaan mu.. atau hanya sekedar mengirim uang untuk biaya berobat kamu.. nggak kan.. itu karna dia nggak benar² tulus sama kamu.. ia butuh kamu saat dia lagi kesepian dan nggak ada teman ngobrol setelah itu ia nggak peduli lagi."


" Cukup Dim." kali itu air mata mulai mengalir dipipi nya.. " Mungkin benar apa yg kamu katakan.. tapi hal itu nggak akan mengubah perasaanku pada nya.. dan jujur aku paling nggak suka sama orang yg suka ikut campur urusan pribadiku.. aku rasa kamu paham itu Dim.. sebab bukan hanya sehari duahari ini kamu mengenalku."


Selain merasa sedih dan kecewa karna penolakan Dara.. Dimaz juga sangat terluka mendengar perkataan Dara yg lebih membela Faozan.. tapi ada rasa bersalah juga karna gara² perkataan nya Dara sampai menangis.


Melihat air mata yg mulai tergelincir di pipi Dara.. spontan Dimaz menepis nya lembut.. Dara pun tak bisa menolak karna Dimaz melakukan nya dengan mendadak.

__ADS_1


" Maaf kan aku Ra.. aku nggak bermaksud untuk menyakitimu.. aku hanya nggak bisa terima kamu lebih memilih dia dari pada aku.. namun aku juga sadar.. yg nama nya perasaan tak bisa dipaksakan.. sekali maafkan aku.. tolong jangan benci aku karna ini." kata nya lirih.. Dara menatap nya dengan mata yg masih berair.


" Sudah lah bukan sepenuh nya salah mu kok Dim.. karna biar gimana pun nggak ada yg bisa mengarahkan hati.. maaf karna aku nggak bisa terima cinta mu." Kata Dara dengan rasa bersalah.


" Nggak Ra.. dalam hal ini kamu nggak salah justru kamu benar karna kamu memilih setia.. dan jujur saja sikap mu inilah yg membuatku makin kagum pada mu.. semoga suatu hari kelak kamu akan bahagia bersama nya.. dan aku janji aku akan tetap mendukung mu sebagai teman mu... sebab aku sadar terkadang Cinta tak harus memiliki dan bukan kah cinta sejati itu mengandung pengorbanan.. aku akan mengorbankan semua perasaan ini selama kamu bahagia maka aku akan bahagia untuk mu.


biarlah perasaan ini terkubur dalam hatiku." saat bicara Dimaz hanya bisa menunduk.. ia tak mau Dara melihat betapa hancur nya perasaan nya saat ini.


" Makasih Dim.. aku tau kamu orang yg sangat baik.. dan aku juga yakin suatu saat kamu pasti mendapatkan seorang wanita yg tepat untuk mendampingimu.. tetap lah menjadi teman terbaik ku." setelah berkata Dara memeluk Dimaz.. yg membuat Dimaz terkejut setengah mati..


Dimaz tak menyia nyiakan kesempatan itu.. ia memeluk erat tubuh Dara.. sambil ia tumpahkan seluruh kesedihan dan duka yg ia rasakan saat ini.. hingga baju Dara basah karna air mata nya.


" Dasar cengeng." Goda Dara sambil melepas pelukan nya dan menepuk pelan pipi Dimaz.


Dimaz hanya tersenyum malu.. Dara tertawa melihat nya Dimaz pun juga mulai tertawa melihat Dara yg begitu bahagia.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yg sedang menangis di belakang mereka yaitu Dessy.. ia terluka karna cinta nya tak terbalas dan hanya bertepuk sebelah tangan.. jangan kan ia bisa merasakan pelukan Dimaz.. Dimaz bahkan selalu mengambil jarak terhadap nya.. itulah yg membuat nya sangat lara.

__ADS_1


__ADS_2