Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Kembali nya Ingatan Dara.


__ADS_3

Faozan yg melihat Dara telah terbaring pingsan langsung menghampiri nya..


" Dara bangun." Faozan berkata sambi menggoyangkan tubuh Dara.. namun Dara sama sekali tak bergerak.


Kepanikan mulai Faozan rasakan.. ia meraih pergelangan tangan nya untuk mengetahui denyut nadi nya.. dan ternyata Dara masih hidup.


" Ibu.. Ayah.". Faozan berteriak memanggil kedua orang tua Dara.


Kedua orang tua Dara yg mendengar teriakan Faozan langsung menghampiri nya ke kamar.


Dan mereka sangat terkejut mendapat Dara telah terkulai lemas di pelukan Faozan.


" Zan.. apa yg terjadi?.". Tanya Ayah nya Dara.


Sementara ibu nya Dara sudah tak bisa berkata apapun lagi.


" Aku juga nggak tau Yah.. tadi saat aku lagi mengantar Angel ke Ibu Dara masih baik² saja.. namun saat aku kembali kemari.. aku lihat kondisi Dara sudah seperti ini." Jawab Faozan terbata... karna rasa cemas yg teramat sangat.


" Ayo.. kita bawa Dara ke RS aja.. Ayah takut terjadi apa² pada Dara."


mendengar perkataan Ayah nya Dara.. dengan sigap Faozan langsung mengangkat tubuh Dara.. yg makin lama makin terasa lemas dan dingin.


Ayah nya Dara meminta bantuan Pak RT yg dekat rumah nya.. karna Pak RT mempunyai mobil.


Pak RT pun dengan sigap langsung mengeluarkan mobil nya.


Kemudian membantu mereka.


Pak RT segera menjalan kan mobil nya menuju RS terdekat.


Di perjalanan tak ada pembicaraan sama sekali.. Faozan hanya terus saja memeluk Dara.. dan menggenggam erat tangan nya.


Sesekali ia menatap wajah Dara yg makin terlihat pucat.


Saat itu mengalir lah air bening dari mata nya.


Faozan benar² merasa takut..


Berbeda dengan Ayah nya Dara.. meski khawatir tapi ia tak bisa menangis.


Ibu nya Dara telah terisak di rangkulan suami nya.


15 menit kemudian barulah mereka tiba di RS.


Dengan langkah cepat Pak RT memanggil suster yg ada di RS itu.


Beberapa suster pun menghampiri dengan mendorong sebuah brankar.


Kemudian segera mereka membawa Dara ke UGD.. untuk mendapat penangan Dokter.

__ADS_1


Sementara pihak keluarga hanya diizinkan menunggu di depan ruang UGD tersebut.


Ibu nya Dara masih terus menangis.. sedang kan Faozan hanya mondar mandir menunggu Dokter keluar dari UGD tersebut.


10 menit kemudian seorang pria berpakian putih keluar dari ruangan tersebut..


Faozan dan Ayah nya Dara langsung menghampiri Dokter yg masih berada di depan pintu UGD tersebut.


" Bagaimana keadaan Putri saya Dok?.". Tanya Ayah nya Dara.


Faozan memilih diam mendengarkan percakapan sang Dokter dengan Sang Ayah.


" Tidak ada yg perlu di khawatir kan.. kondisi pasien baik² saja.. pasien hanya mengalami sedikit tekanan di fikiran nya.. mungkin ada sesuatu yg mengingatkan nya akan masa lalu nya.. hingga dia berfikir keras untuk mengingat hal itu.. itulah sebab nya dia mengalami sakit kepala yg luar biasa hingga dia pingsan.. tapi saat ini dia sudah tidak apa².. saya yakin sebentar lagi pasien akan siuman." Dokter menjelaskan panjang lebar.


" Baiklah terimakasih Dokter.". Tutur Ayah nya Dara yg merasa lega mendengar bahwa Dara tidak apa².


" Dokter bolehkah kami menemui nya?." tanya Faozan.


" Silahkan." Jawab Dokter itu.


Faozan langsung masuk ke ruang UGD tersebut.. bersama ibu nya Dara.


Sementara sang Ayah masih berbincang dengan Dokter itu.


" Dok.. apakah Dara harus di rawat inap atau tidak?." Tanya Ayah nya Dara


Ayah nya Dara hanya mengangguk saja.. Dokter itupun berlalu pergi..


Karna Dokter telah pergi.. Ayah nya Dara mulai masuk untuk melihat putri nya itu.


Hanya keheningan yg terjadi di dalam UGD tersebut.. masing² hanya sibuk dengan fikiran sendiri².. hanya mata mereka yg terus menatap Dara.. Menunggu gadis itu siuman.


5 menit kemudian.. mereka di kaget kan karna tiba² Dara mulai berteriak.


" Ibu." teriak Dara.. sambil dengan cepat ia membuka mata dan duduk di atas brankar.


Faozan.. & kedua orang tua Dara langsung mendekati nya.


Dara bernafas dengan terengah² seperti habis berlari.. entah apa yg terjadi pada nya.. hingga tubuh nya sampai berkeringat.


" Dara sayang.. ibu disini Nak." kata sang Ibu sambil memeluk putri nya.


Dara pun membalas dengan memeluk erat sang bunda.


Setelah merasa tenang barulah Dara melepas pelukan nya.


" Bu." kata nya mulai meneteskan air mata.


Ibu nya menatap Dara heran.

__ADS_1


" Ada apa nak??.. kenapa kamu menangis."


" Aku.. aku.. aku.." Dara tak belum mampu menyelesai kan kalimat nya.. karna ia masih menangis.


" Tenang kan diri mu dan minum lah dulu." Faozan berkata sambil memberikan sebotol air mineral pada Dara.


Dara mengambil nya dan meminum nya.


Kemudian Dara menghela nafas dalam.


" Bu.. Aku sudah ingat semua nya." kata Dara kemudian.


" Maksud nya?." tanya ketiga orang itu bersamaan.


" Iya Ayah.. Ibu.. Ozan.". mendengar panggilan Dara untuk Faozan saja mereka sudah tersenyum.. sebab seperti itulah Dara yg dulu.. ia akan bilang Ozan.. tidak Faozan seperti selama ini.. " Aku ingat betul tentang kejadian siang itu.. saat itu aku dalam perjalanan pulang dari rumah Cintya.. & aku sudah setengah perjalanan.. namun tiba² ada sebuah mobil yg melaju sangat cepat di depan ku.. bahkan seperti nya mobil itu sengaja ingin menabrak ku.. sebab meskipun aku sudah berusaha menghindar tetap saja kami tabrakan.. setelah itu aku rasakan kalo aku sudah terbaring di pinggir jalan dengan penglihatan yg tidak begitu jelas.. tapi sesaat sebelum semua nya gelap.. aku mendengar suara langkah kaki seseorang.. aku berusaha semampu ku untuk melihat siapa yg menghampiri ku itu.. namun yg kulihat hanya punggung nya yg berlalu meninggalkan ku tanpa menolong ku.. namun setelah aku ingat² saat ini.. aku seperti nya mengenal pria itu.. baju yg ia pakai juga tak asing bagi ku." Tutur Dara menceritakan semua nya.


" Lelaki itu tak asing bagi mu??.". tanya Faozan.


" Iya Gedok.. tapi siapa dia ya." Dara mulai bertanya ² sendiri sambil terus mengingat² siapa lelaki itu.


" Apakah lelaki itu adalah yg menabrak mu dengan mobil nya?.". Ayah nya Dara mulai bertanya.


" Iya Yah.. aku masih sempat melihat ia memasuki mobil nya dan pergi.. saat aku ingin melihat plat mobil nya... tiba² semua sudah gelap." Dara menjelas kan apa saja yg ia ingat.


" Itu artinya kamu telah pingsan." ujar sang ibu.


" Mungkin." sahut Dara.


" Kamu masih bisa merasakan tidak saat seseorang menolong mu?." Tanya Faozan lagi.


Dara menggelengkan kepala nya.


" Ya sudah lupakan itu.. lalu apakah kamu masih ingat kejadian di depan rumah Satya kemarin?." Faozan bertanya demikian.. sebab terkadang saat seseorang sembuh dan ingat masa lalu nya.. dia akan lupa apa yg terjadi selama ia Amnesia.


Dara mencoba memejamkan mata nya.. untuk mengingat² sesuatu.


" Iya aku ingat." Kata Dara.. iya dia masih ingat dengan jelas apa saja yg ia katakan dan lakukan selama ia Amnesia.


" Kalian bilang kalo Satya lah yg bertanggung jawab atas kecelakaan yg terjadi hari itu.. ya itu benar.. aku ingat sekarang.. baju itu.. benar baju nya Satya.. aku yakin sekarang kalo Satya lah yg menghampiri ku untuk melihat ku.. tapi tak menolongku.. lelaki itu seperti nya sengaja mau mencelakakan ku."


" Iya.. itu juga lah yg kami fikirkan.. aku yakin semua nya dia lakukan lantaran kamu pernah menolak nya untuk kembali dengan nya.. dan saat kita di pasar malam dia tau kalo kamu akan menikah.". Sahut Faozan.


" Eem.. tapi bilang sama Kak Aldy jangan buru² ambil keputusan.. sebab apa yg di katakan saksi mata itu bahwa mobil yg menabrak ku adalah mobil Satya..aku yakin itu tak mungkin salah.. tapi biarlah aku akan menyelidiki ini.. jangan sampai ada yg tau kalo aku telah ingat semua nya.. aku ingin membuat Satya sendirilah yg mengakui bahwa dia memang ingin mencelakai ku."


" Baiklah.. jika itu keputusan mu.. tapi ingat Satya itu berbahaya.. kamu harus hati²." Tutur Faozan.


Dara hanya mengangguk².. entah apa rencana nya.


Tapi kedua orang tua Dara hanya bisa mendukung dan mendo'akan agar secepat nya pelaku kejahatan itu tertangkap.

__ADS_1


__ADS_2