
Sebulan sudah berlalu.. rencana pernikah Dara & Faozan telah 98%.. hanya tersisa 2% lagi yg perlu mereka siapkan dalam waktu sebulan lagi.. rasa nya itu lumayan lancar.. dan bisa di bilang hampir rampung.
Dara juga sudah meminta Faozan untuk memberitahu Ibu nya.. barangkali Ibu nya Faozan mau dateng.. tapi Faozan bilang sudah jelas Ibu nya nggak akan dateng.. orang chatt nya aja cuma di read doank.
Jadi yah mau gimana lagi.. bukan salah Faozan tapi memang kedua orang tua nya yg kurang peduli.
Hari itu Dara pamit pada kedua ortu nya dan juga Faozan.. kalo dia mau pergi kerumah Cintya sebentar untuk meminta Cintya yg membagikan undangan buat teman² mereka.
" Bu.. Ayah.. aku mau kerumah Cintya dulu ya buat nganterin undangan nya biar Cintya bisa bagiin sama² teman² yg lain." Dara berkata pada kedua orang tua nya.. saat itu Faozan juga lagi ada bersama mereka.
" Ya udah ayo kau anter kamu." Faozan berkata pada Dara.
" Nggak usah.. kamu pasti cape kan habis dari kebun tadi.. jadi akan lebih baik kalo kamu istirahat aja.. lagian rumah Cintya deket kok.. nggak akan lama." Dara menolak.
" Tapi.."
" Udah lah Zan.. biarkan saja ia pergi sendiri.. Dara benar kamu sebaik nya istirahat.. karna kamu pasti lelah kan dari kebun tadi." Ayah nya Dara menyela... Hingga Faozan hanya bisa menurut.
Padahal sebenar nya ia mempunyai perasaan yg tak enak.. entah apa itu.. tapi Faozan merasa seolah akan terjadi hal yg buruk.. karna sejak kemarin perasaan nya sudah tak enak.. tapi apa boleh buat.
" Ya udah Bu.. Ayah.. Gedok.. aku pergi dulu ya." usai berkata Dara mencium tangan kedua ortu nya.. termasuk Faozan.
Kemudian dia melangkah keluar dan mulai menaiki sepeda motor nya lalu menjalan kan nya menuju rumah Cintya.
30 menit kemudian dia telah sampai di rumah Cintya.
Setelah memberikan undangan tersebut ia sempat ngobrol beberapa saat dengan Cintya kemudian Dara pamit untuk pulang.
Namun baru setengah perjalanan pulang tanpa bisa menghindar sebuah mobil pribadi melaju cepat di depan nya.. Dara yg baru menyadari itu setelah jarak nya dekat sudah tak bisa menghindar.. hingga terjadi lah kecelakaan.
Sopir mobil itu sama sekali tak bertanggung jawab.. ia langsung melarikan diri karna takut.
Hingga di tinggal kan nya Dara yg tengah terkapar di tepi jalan dengan sepeda motor yg nyaris hancur itu.
Darah segar mengalir dari kepala nya.. untung jalanan lagi rame.. hingga ada orang yg menolong nya dan membawa nya kerumah sakit terdekat.
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀
Jam sudah menunjuk pukul 16 sore.. tapi Dara belum juga kembali.. kedua orang tua nya dan juga Faozan mulai cemas.
" Kok Dara belum juga pulang ya Bu." tutur ayah nya Dara sambil terus menatap jam dinding.
__ADS_1
" Entahlah Yah." sahut Ibu nya Dara mulai gelisah.
" Aku juga sudah berkali² nya menghubungi nya Yah.. Bu.. tapi nggak ada jawaban selain suara operator." sambung Faozan yg juga mulai khawatir.
" Coba kamu hubungi Cintya." Ujar Ibu nya Dara.
Jadi Faozan segera menghubungi Cintya.
" Hallo." Tutur Cintya begitu tersambung.
" Cin.. apa Dara masih di rumah mu?." Faozan langsung bertanya.
" Nggak Zan.. dia udah lama pulang.. kenapa emang nya?." jawab Cintya yg di akhiri dengan pertanyaan.
" Dara belum pulang juga Cin.. kamu tau nggak dia kemana?."
" Nggak tau Zan.. sebab tadi kata nya dia mau langsung pulang."
" Oh.. ya udah kalo gitu.. jika nanti Dara ada hubungi kamu tolong beritahu kami ya.. dari tadi aku coba hubungi ponsel nya tapi nggak diangkat." Faozan berpesan pada Cintya.
Cintya hanya meng iyakan.. dia juga mulai khawartir.. memikirkan kira² kemana Dara.
Setelah Faozan menyudahi pembicaraan nya dengan Cintya Ibu nya Dara langsung bertanya.
" Nggak Bu.. Cintya bilang dia udah lama pulang." jawab Faozan yg juga dengan nada khawatir.
" Astaga Dara.. kamu kemana nak." keluh ayah nya Dara.
Dan saat itu tiba² tanpa ada angin atau pun hujan sebuah fhoto Dara yg terletak di atas buffet jatuh.. dan itu sontak membuat kedua orang tua nya dan juga Faozan kaget.
Praaanggg.
Ibu nya Dara langsung bergegas mendekati arah suara benda jatuh tadi.
Diikuti Ayah nya Dara & juga Faozan.
Mereka bertiga makin kaget melihat fhoto yg jatuh dengan bingkai yg telah hancur.
" Ya Allah pertanda apakah ini." Ibu nya Dara makin cemas.
" Tenang lah Bu.. ini hanya sebuah fhoto.. dan bingkai nya bisa beli lagi." Ayah nya Dara mencoba menenangkan padahal ia sendiri sudah sangat cemas.
__ADS_1
' Ya Tuhan.. aku mohon lindungi lah Dara dimana pun ia berada.. & berikan lah kami petunjuk mu ya Allah.' Gumam Faozan dalam hati.. dengan tubuh nya yg mulai terasa lemas.
Saat membereskan pecahan bingkai yg pecah tadi tak sengaja Ibu nya Dara terkena pecahan kaca itu dan jari nya terluka.
Saat itu Ibu nya Dara mulai menangis.. ia yakin betul pasti terjadi hal yg buruk pada putri nya.. insting seorang Ibu tak pernah salah.
Ayah nya Dara mencoba menenangkan.. sementara Faozan membantu mengobati luka nya dan menghentikan darah nya.. setelah itu Faozan membalut nya dengan hansaplast.. plaster obat luka.
Kemudian sekali lagi Faozan mencoba untuk menghubungi Dara.
" Hallo." Faozan langsung bicara begitu panggilan nya di jawab.
" Iya Hallo." terdengar suara orang asing di ponsel itu.
" Maaf anda siapa & kemana Dara?." tanya Faozan tegas.
" Jika yg anda maksud adalah pemilik ponsel ini.. maka orang nya saat ini berada di Rumah Sakit Fadhilah Prabumulih."
Faozan begitu kaget & juga syok mendengar nya.. hingga ia hanya bisa mendengar samar² kelanjutan bicara pria asing itu.
" Tadi kami menemukan nya terkapar di pinggir jalan.. seperti nya dia korban tabrak lari.. jika anda mengenal nya segera kemari.. dari tadi saya mencoba untuk menghubungi keluarga nya tapi sayang saya tak bisa membuka kunci tombol ponsel nya." lanjut pria itu.
Faozan hanya terdiam kaku.. ia sudah tak mampu untuk berkata apapun lagi.
Mendengar kan kabar tentang kecelakaan Dara.. seperti menerima sebuah Bom bunuh diri bagi nya.
Karna itulah ia hanya terduduk saja di sofa yg ada di ruang tamu itu.
Kedua orang tua Dara yg melihat itu sudah bisa menebak kalau sesuatu yg buruk telah terjadi.
Dengan sigap Ayah nya Dara menghampiri Faozan dan memberikan segelas air minum.
" Minum lah..tenangkan dirimu...lalu ceritakan apa yg terjadi." Tutur Ayah nya Dara.. sambil memberikan segelas air pada Faozan.
Faozan meraih nya pelan.. tatapan mata nya terlihat kosong.. lalu Faozan pun mulai minum dan mengambil nafas dalam.
Saat sudah agak tenang.. air mata mulai mengalir di pipi nya.
" Ada apa?." tanya Ayah nya Dara berusaha tegar.
" Da.. Da.. Da.. Dara.. Da.". Faozan ingin memberitahu kalau Dara kecelakaan tapi dia benar² syok hingga untuk bicara pun sulit.
__ADS_1
" Dara kenapa?." Ujar Ibu nya Dara mulai menangis lagi.
" Da.. Da..Da.". masih seperti tadi Faozan tak bisa bicara.