
Ia sama sekali belum mampu untuk menyahuti perkataan Faozan.. bahkan pipi nya pun masih merah dan terasa hangat.
Menyadari tak ada respon dari Dara.. Faozan benar² merasa bersalah.. sepertinya dugaan nya benar Dara marah.
Namun ia memberanikan diri untuk meraih dagu Dara dan menghela wajah nya agar menatap nya.
Dara lagi² hanya bisa menerima saja.
Faozan menggenggam erat kedua lengan Dara dengan kedua tangan nya.. mata nya lurus menatap dalam² kedua bening yg kini tak berani menatap nya itu.
Faozan ingin melihat apakah mata itu menatap nya dengan amarah atau dengan kebencian.
Dara yg menyadari Faozan yg menatap mata nya dalam akhir nya mulai membuka suara.
" Kenapa?.". tanya nya kemudian dengan sedkit bergetar.
" Kamu marah padaku?." tanya Faozan lembut.
Dara menggelengkan kepala nya.
" Lalu kenapa dari tadi kamu hanya diam bahkan tak pernah menatapku.. padahal aku bicara padamu."
" Menurut mu?." tanya Dara.
" Ya aku nggak tau tapi kayak nya kamu marah."
" Nggak kok." Akhir nya Dara bisa bicara dengan normal.." Sungguh aku nggak marah.. aku hanya merasa.."
Dara tak menyelesaikan perkataan nya karna Faozan telah tertawa duluan.. ia baru mengerti kalau Dara pasti malu.. sebab ia tahu.. Dara memang sudah dewasa dari nya.. bahkan mantan pacar nya sudah tak terhitung lagi.. tapi untuk berciuman seperti itu ia tak pernah.. iya itulah yg Dara ceritakan pada nya.. dan itu benar ada nya.. selama Dara pacaran ia hanya pernah di cium kening saja.. kalo untuk bibir ia tak pernah bahkan kalau ada pacar nya yg mengatakan itu ia langsung marah tapi dengan Faozan ia tak bisa menolak.. mungkin karna Dara memang telah lama merindukan nya.. dan menantikan hari dimana mereka bisa saling melepaskan rindu itu.
" Iih kenapa kamu ketawa." Dara berkata kemudian.
" Nggak apa² aku hanya nggak nyangka aja.. kalau kamu akan malu² seperti ini." Dara langsung melotot pada Faozan.. Namun itu tak membuat Faozan merasa takut.. dan tetap melanjutkan bicara nya.
" Tapi ya aku bisa ngerti kok karna ini yg pertama kali kan buat kamu."
" Udah dech nggak usah mulai." Dara berkata dengan cemberut.
" Iya iya maaf." kata nya kemudian.. dengan mata masih menatap lekat Dara.
__ADS_1
Dara pura² marah dan membuang pandangan nya kearah lain.
Faozan tak tinggal diam dia mencoba menghela wajah Dara lagi agar menatap nya.
" Kenapa kamu liatin nya gitu amat sich.. emang ada yg aneh?." tanya Dara ketus.. yg merasa mulai risih karna Faozan terus menatap nya itupun dengan sangat mendalam.
Bukan nya menjawab Faozan malah mendekatkan wajah nya lagi kearah Dara.. Dara hanya menatap kaget..
Akan kah Faozan mencium nya lagi.
Dengan jantung yg mulai berdebar debar Dara hanya bisa terdiam.
Dan benar saja perlahan Faozan mendekatkan bibir nya kearah bibir sexy Dara.
Namun saat baru saja Faozan ingin mengecup bibir itu lagi.. ia mendengar suara langkah kaki di depan pintu ruangan itu.. hingga ia mengurungkan niat nya.
Dara mengambil nafas lega.. dan mencoba menenangkan jantung nya yg dari tadi bertalu².. bagai suara gendang.
Kemudian ia tersenyum sinis.. karna ia melihat reaksi Faozan yg kini malah terlihat seperti pencuri yg tertangkap basah.
" Kenapa kok nggak jadi." Dara menggoda nya dengan tertawa pelan.
" Nggak kamu bau."
" Emang benar kok kamu bau obat." jawab Faozan balas menggoda Dara.
" Iih sekarang aja bilang bau obat.. tadi nggak peduli aku bau obat.. bau keringat bahkan bau iler karna baru bangun." kata nya kesal karna di ledek.
Faozan terkekeh mendengar nya.. lalu mata nya mengisyaratkan sesuatu.. Awal nya Dara tak mengerti namun saat terdengar suara Dokter Alex.. Dara mulai memahami kenapa tadi Faozan tak jadi mencium nya.
" Selamat pagi Dara."' sapa Dokter Alex ramah.. Dara adalah pasien lama Dokter Alex jadi mereka sudah seperti teman.
" Pagi Dokter.". Jawab Dara.. Faozan segera turun dari ranjang tempat Dara berbaring.
" Kelihatan nya kamu sudah lebih fress nih." Goda Dokter Alex.. sebab ia sempat melihat kedekatan Dara dan Faozan.. bahkan ia tahu sejak semalam Faozan yg menjaga Dara.
Dara hanya tertawa pelan menanggapi Dokter Alex..
Dokter Alex memeriksa Dara.. untuk memastikan keadaan nya..
__ADS_1
Sambil memeriksa Dara ia juga mengajak Dara untuk tetap bicara.
" Siapa dia Ra?.". tanya Dokter Alex menunjuk Faozan dengan mata nya.. " Apa dia juga teman mu."
Dara tersenyum.
" Eem...". Dara berfikir sejenak.. tapi melihat reaksi Dara Dokter Alex sudah dapat menebak kalau pria yg bersama Dara itu bukan hanya teman nya..Apalagi Dokter Alex ingat betul Faozan sudah berada disana sejak kemarin.
Tadi nya Dara ingin bicara terus terang dan mengatakan kalau Faozan itu pacar nya.. tapi belum sempat ia bicara Dokter Alex sudah bicara lagi.. tapi kali ini bukan pada melainkan pada Faozan.
" Kamu tau kenapa aku bicara seperti itu?.". Dokter Alex bertanya pada Faozan mungkin ia melihat kekurang sukaan Faozan saat Dokter Alex bicara demikian.
" Nggak Dok." Jawab Faozan singkat.
" Karna selama ini setiap kali Dara berobat dan dia ditemani oleh seorang pria pasti jawab nya selalu teman.. tapi kali ini saya rasa jawaban nya lebih dari teman."
Dara tertawa lagi.. Faozan pun juga tersenyum.
" Padahal bukan satu atau dua orang lelaki yg sering mengantar nya berobat... masa semua hanya teman.. dan kenapa gadis secantik Dara nggak punya pacar."
" Dokter Alex ada² saja." kata nya dengan tersenyum tipis.
" Kemana dia selama ini kenpa baru keliatan?." Dokter Alex masih menggoda Dara.
Jika saja Dokter Alex itu masih muda Faozan pasti tak akan membiarkan mereka bicara seperti itu.. tapi ia tau Dokter Alex sudah separuh baya jadi mereka hanya akrab karna sering bertemu.
" Ada kok di rumah nya.". jawab Dara.
" Tinggal dimana?.". Dokter Alex kembali bertanya pada Faozan.
kali ini ia menatap Faozan karna ia telah selesai memeriksa Dara.
" Lombok Dok." Jawab Faozan seada nya.
" Luar biasa perjuangan mu.". kata nya sambil menpuk pundak Faozan... Faozan hanya tersenyum.
" Ikut saya ada yg ingin saya bicarakan ini mengenai Dara." Kata Dokter Alex sebelum ia pergi dan meninggal kan Dara dan Faozan lagi.
" Aku pergi bentar ya.. jangan kemana²." Kata Faozan sesaat sebelum ia menemui Dokter Alex.
__ADS_1
Dara hanya mengangguk.. Faozan pun mengecup bibir Dara sekilas kemudian melangkah keluar dan menemui Dokter Alex.
Ternyata Dokter Alex hanya memberikan laporan tentang kesehatan Dara yg menurut nya sudah sangat baik.. hanya saja Dara masih butuh istirahat dan di rawat untuk beberapa hari.