Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Aniversarry


__ADS_3

Tiga bulan sudah Faozan berada di Negeri Upin ipin itu.. tak terasa setahun sudah juga ia menjalin hubungan dengan Dara.


Hari itu Dara sengaja mau mengerjai Faozan karna ia sangat yakin kalau Faozan pasti lupa bahwa hari ini adalah hari Aniversarry mereka yg ke setahun.


Karna itulah Dara sengaja menghubungi Faozan saat Faozan sedang istirahat makan siang.


Dara.


" Hallo Asalamualaikum." Dara yg memulai pembicaraan.


Faozan.


" Waalaikum sallam."


Dara.


" Lagi apa?.. aku ganggu nggak nich?."


Faozan.


" Lagi istirahat makan.. nggak kok tenang aja."


Dara.


" Gedok.. apa kamu nggak bisa libur dulu sore ini.. aku mau bicara penting."


Faozan menelan ludah mendengar perkataan Dara.. ada apakah gerangan tak biasa nya Dara mau bicara penting.. tentang apakah itu?.


Rasa penasaran mulai menyerbu fikiran Faozan.


Ia sebenar nya berat untuk meninggalkan kerjaan nya sore ini.. tapi karna ini adalah permintaan Dara maka ia hanya bisa menuruti nya.. sebab biar bagaimanapun tujuan nya bekerja hanya untuk Dara.


Hingga akhir nya setelah berfikir beberapa saat Faozan setuju untuk libur sore itu.


Setelah pamit pada teman² kerja nya Faozan pulang ke Mess lebih awal.


Setelah sampai Mess Faozan langsung mandi.. baru setelah itu ia kembali menghubungi Dara.


Faozan.


" Hallo Asalamualaikum.". kata Faozan begitu tersambung.


Dara.


" Waalaikum sallam."


Faozan.


" Kamu mau bicara soal apa sampai kamu nyuruh aku nggak kerja sore ini?." Faozan bicara to the point.


Dara.


" VC yukk." Dara berkata lagi.


Faozan menghela nafas dalam ada apa dengan Dara hari ini yg begitu banyak mau.. biasa nya Dara tak pernah begini.


Faozan.


" Kamu aneh hari ini." Celetuk nya kemudian.


Dara.


" Mau apa nggak?.. kalo nggak ya udah." kata nya dengan nada kecewa.


Faozan.


" Apa sich yg nggak buat kamu."


Dara.


" Gitu donk.. itu baru nama nya pacar yg baik."


Faozan.


" Iya iya."


Setelah itu Faozan memutus panggilan nya dan beralih menjadi pangiilan Video sesuai permintaan Dara.


Sambi duduk di tempat tidur nya Dara menatap lekat pada Faozan yg ada disebrang sana.


Tatapan yg begitu aneh menurut Faozan.. sampai² ia sendiri bingung melihat nya.


Faozan.


" Ada apa sich Gedok.. kok liatin nya gitu banget.. sampai nggak berkedip lagi."


Dara tersenyum.


Dara.


" Nggak apa² kamu ganteng ya kalo habis mandi kayak gini." usai berkata ia malah terkekeh sendiri.


Faozan.


" Iih kamu mah.. dari lahir kali aku udah ganteng." PD nya kumat.


Dara.


" Iyalah.. kamu kan cowok jadi nggak mungkin kalo cantik."


Faozan.


" Ehehehehe. " Faozan tertawa..


Dara merasa begitu tenang melihat Faozan yg ceria seperti itu hingga ia pun tersenyum.


Faozan.


" Aku perhatiin hari ini kamu lebih banyak senyum ya.. kayak nya lagi seneng nih." Goda Faozan.


Dara.

__ADS_1


" Yupz betul banget." sahut Dara.


Faozan.


" Owah ada berita apa?." ia bertanya penasaran.


Dara.


" Mau tau aja atau mau tau banget?." sambil berkata Dara menginjit² alis nya.. yg membuat Faozan tersenyum sambil geleng² kepala.


Faozan.


" Cerita donk Gedok.. ada apa?." Faozan mulai tak sabar.


Dara.


" Eem.. kamu nggak mau ngasih ucapan selamat ke aku." Dara mulai memperlihatkan wajah serius nya.


Faozan.


" Selamat untuk?."


Dara.


" Untuk pertunangan aku lah."


Faozan.


" Kali ini aku nggak akan tertipu lagi.. pasti kamu menyembunyikan sesuatu lagi kan dan ingin aku menjauhimu.. tapi sayang cerita mu ini sudah basi." sahut nya tertawa pelan.


Dara.


" Tapi kali ini aku nggak mengada².. kamu harus ucapin selamat ke aku." tegas Dara.


Faozan mengambil nafas dalam.. ia bingung harus percaya atau tidak.. tapi dari perkataan Dara yg begitu yakin rasa nya tak mungkin Dara berbohong.


Faozan.


" Serius apa yg kamu katakan?." akhir nya begitu Foazan menanggapi.


Dara.


" Iya.. kalo nggak..nggak mungkin aku berharap ucapan selamat dari mu." kata Dara serius.


Semua tubuh nya mulai terasa lemas.. ada rasa marah.. kecewa dan juga sedih.. semua bercampur aduk kayak gado².


Dara yg menyadari exspresi wajah Faozan yg terlihat begitu murung hanya bisa menahan tawa.


Dara.


" Ada apa kok sekarang muka kamu jadi di tekuk gitu?." tanya Dara lagi.


Faozan.


" Kamu fikirin aja sendiri.. sudah sejak awal aku nggak begitu percaya kalo kamu benaran akan siap untuk menunggu ku.. tapi kamu selalu bilang agar aku percaya pada mu... bahkan kamu bersumpah kamu akan menunggu ku sampai nafas terakhir namun mana bukti nya." kata nya mulai kesal.


Dara.


Faozan malah makin jengkel di buat nya.


Faozan.


" Senang karna kamu berhasil membuatku seperti orang bodoh yg terus² an berharap hal yg tak mungkin untuk aku dapatkan." ia mulai merasa tak punya harga diri sebagai seorang lelaki.


Dara.


" Hssst.. kamu nggak boleh bicara begitu.. dunia ini nggak ada yg nama nya nggak mungkin.. kalo Tuhan sudah berkehendak maka semua akan terjadi."


Faozan.


" Kalo begitu kenapa Tuhan tak pernah mengabulkan keinginan ku.. aku hanya ingin kamu.. tapi justru itu yg ingin di renggut nya dariku."


Dara.


" Ehehee." Dara tertawa lagi... " Selamat ya sayang."


Faozan.


" Selamat tinggal maksud nya." kata Faozan kesal.


Lagi² Dara tertawa yg membuat Faozan ingin sekali menampar nya.. untung Dara jauh kalo dekat pasti sudah ia tampar.


Dara.


" Kamu nggak nanya kenapa aku kasih selamat untuk mu?." tanya Dara kemudian.


Faozan.


" Nggak.. itu nggak penting." tak butuh waktu lama untuk membuat Faozan kesal.


' Yes.. yes.. aku berhasil.' Dara berteriak dalam hati.


Dara.


" Marah ya?." sambil berkata lagi² Dara menginjit² alis nya.. yg membuat Faozan benar² jengkel.. Hingga Faozan berniat untuk berdiri dan menjauh dari ponsel nya agar ia tak melihat Dara lagi.


Namun baru saja Faozan mau berdiri.. Dara mulai bicara yg membuat nya mengurung kan niat nya.


Dara.


" Happy Aniversarry yg ke setahun untuk mu Gedok ku." itu kata Dara.


Faozan berfikir sejenak dengan dahi berkerut.


Dara.


" Gimana asyik nggak di kerjain gitu?." tanya Dara.. Lagi² ia tersenyum.


Faozan.


" Kamu benar² ya.. aku hampir aja mau pingsan di buat kamu." umpat nya jengkel.

__ADS_1


Dara.


" Maaf ya."


Faozan.


" Nggak apa².. Oh iya happy Aniversarry juga untuk mu.. semoga hubungan kita tetap langgeng sampai akhir hayat kita nanti."


Dara.


" Aamiin.. Makasih ya karna selama setahun ini kamu sudah menjadi yg special bagiku.. dan makasih juga sudah membuat ku merasa jadi PRIORITAS mu selama ini."


Faozan.


" Iya macama cayang." akhir nya dia berkata manja.. " Makacih juga sudah menjadi yg terbaik dalam hidupku."


Dara.


" Cuma makasih doank gitu.. nggak ada hadiah untuk ku?." tanya nya manja.


Faozan.


" Lalu kamu sendiri apa punya hadiah untuk ku?." ia malah bertanya balik.


Dara.


" Kalo aku kan kamu tau sendiri saat ini aku nggak kerja dan aku juga masih harus rutin berobat.. jadi maaf ya aku nggak punya apa² buat kamu." Dara menggoda Faozan karna sebenar nya ia telah menyiapkan hadiah untuk Faozan.


Faozan.


" Iya nggak apa² kok.. aku ngerti aku tadi cuma bercanda doank... Dan.. untuk kesayangan ku pasti lah ada." usai berkata ia beranjak dari tempat duduk nya dan mengambil sebuah kado yg berada di sisi tempat tidur nya itu.


Faozan.


" Taaaarrrrraaaa.... ini untuk mu.. tapi aku akan memberikan nya nanti saat kita bertemu." sambil memperlihatkan kado.


Dara.


" Kenapa nggak di paketin aja sich."


Faozan.


" Aku mau nya ngasih langsung ke kamu."


Dara.


" Oke baiklah.. tapi bisakah kamu kasih tau aku apa isinya?." Dara mulai penasaran.


Faozan.


" Nggak lah.. kalo aku kasih tau kan kamu nggak penasaran."


Dara.


" Kalo gitu aku juga nggak akan kasih tau kamu apa isi kado ku."


Faozan langsung melotot.. ia kaget.. itu artinya Dara juga punya kado untuk nya.


Faozan.


" Ketahuan.. ketahuan.". goda nya.. Dara yg tanpa sadar bicara seperti tadi hanya bingung.


Dara.


" Apa sich?.. ketahuan apa?."


Faozan.


" Ehehe.. tadi kamu bilang kalo kamu juga nggak akan kasih tau apa isi kado kamu.. artinya kamu juga punya sesuatu untukku.. iya kan sayang."


Dara.


" Iya aku juga punya hadiah untuk mu.. tapi kalo kamu nggak ngasih tau isi kado kamu.. maka aku juga nggak akan kasih tau." sambil berkata Dara memperlihatkan kado nya.


Faozan.


" Oke oke.. kita sama² buka kado nya biar tau isi nya gimana?."


Dara tertawa bahagia.. ternyata Faozan itu mudah di bujuk.


Dara.


" Nggak ah.. aku udah nggak tertarik." sok jual mahal.


Faozan.


" Kok gitu sich.. ayolah sayang aku penasaran." Faozan membujuk Dara.


Dara.


" Ntar aja ya sayang.. seperti katamu.. saat kita bertemu nanti baru kita akan sama² tau."


Faozan.


" Oke dech.. berdebat ama kamu nggak mungkin aku bisa menang."


Dara.


" Tuh tau.. dan iya satu lagi.. aku ada kabar baik untuk mu.. kemarin aku Rontgen lagi dan kamu tau hasil benar² membuatku senang sebab menurut Dokter Alex aku udah sembuh."


Faozan.


" Alhamdulillah hirrabilalamin.. aku sangat bahagia mendengar nya.. semoga kamu selalu sehat ya Gedok.. dan aku bisa bekerja dengan tenang disini.. Selamat ya sayang.. kamu berhasil.. perjuangan mu tidak sia²."


Dara.


" Iya ini semua berkat do'a dan dukungan mu.. kamulah yg membuatku semangat untuk melakukan kemoteraphy dan bisa sembuh kembali." Dara berkata dengan tersenyum lebar.


Faozan hanya membalas tersenyum.


Ia sangat bahagia mendengar Dara telah sembuh.. setelah menjalani kemoteraphy akhir nya Dara di nyatakan sembuh.. dan Faozan sungguh bersyukur karna Tuhan mengabulkan permintaan nya.

__ADS_1


__ADS_2