
Setelah memikirkan perkataan Faozan tadi beberapa menit lama nya.. barulah ia menjawab.
Dara.
" Jika aku batalin pernikahan aku apakah kamu bahagia?." begitu tanya Dara.
Faozan.
" Iya dan kalau kamu mau aku janji secepat nya aku akan jemput kamu kemudian kita kawin lari saja."
Dara.
" Apa kamu punya uang?."
Faozan.
" Ada sedikit.. tapi kalau kamu ngerasa takut kurang aku bisa jual motor ntar kalau urusan kita selesai suatu saat aku bisa beli lagi... gimana memurut kamu.. dan kamu mau atau nggak?."
Dara.
" Aku mau.. tapi aku nggak setuju kalau kamu harus jual motor kamu.. itu nggak perlu.. aku janji pada mu pernikahan ini nggak akan terjadi.. kamu tenang aja." saat berkata demikian air mata nya menetes begitu saja.
Faozan.
" Apa kamu yakin?.. kamu nggak bohong kan?."
Dara.
__ADS_1
" Yakin banget.. dan demi Allah aku nggak bohong.. jika aku bohong maka aku rella mati detik ini juga..." lagi² air mata mengalir dipipi nya.
Faozan.
" Nggak aku nggak ingin mendengar hal seperti itu sayang.. aku memang tak ingin kamu nikah dengan orang lain tapi jangan pernah berfikir demi membatalkan pernikahan ini kamu memilih jalan yg salah dan menempatkan dirimu dalam bahaya.. apa lagi kalau kamu berniat untuk mengakhiri hidup mu.. akan lebih baik kalau kamu teruskan pernikahan kamu dari pada kamu punya fikiran seperti itu."
Dara.
" Kamu fikir aku bodoh..." Dara mencoba menutupi kesedihan nya dengan tertawa pelan.. " Aku nggak segila itu."
Faozan.
" Syukurlah kalau begitu.. lalu apa rencana mu."
Dara.
" Aku bisa saja kan kabur dari rumah."
Faozan.
Dara.
" Nggak usah.. aku nggak mau ngelibatin kamu.. biar aku yg urus sendiri toh aku sendiri yg bikin ulah."
Faozan.
" Tapi.."
__ADS_1
Dara.
" Udah nggak ada tapi² an.. percaya padaku.. aku nggak akan mau nyakitin kamu.. dan aku janji aku hanya akan bersamamu sampai nafas terakhir ku." lagi² air mata menetes di pipi nya.. ada rasa sakit yg teramat sangat di hati nya.. yg tak mampu ia ucapkan pada Faozan.. karna ia tak mau menyakiti Faozan.
Faozan.
" Iya aku percaya.. tapi kenapa bicara mu begitu aneh?."
Dara.
" Aneh gimana?." ia mencoba tertawa.
Faozan.
" Dari tadi bicara mu tentang kematian mulu.. aku harap kamu nggak.."
Dara.
" Tenang aja.. bunuh diri itu dosa.. jadi aku nggak akan lakuin itu.. aku bicara tentang kamatian itu hanya karna kita ini manusia dan pasti akan mati suatu hari nanti.. tapi aku janji sampai aku mati aku hanya akan mencintai mu saja." Dara merebut pembicaraan.
Faozan.
" Baiklah aku pegang janji mu."
Setelah merencana kan semua itu akhir nya hubungan mereka berjalan sangat manis.. berbagai rencana menata masa depan yg cerah kembali mereka rencanakan.. dan sesuai kata Faozan dan persetujuan Dara.. akhir Desember nanti Faozan akan pergi kerja ke Malaysia.. dia akan kembali setelah setahun dan langsung melamar Dara.
Tapi mengingat semua rencana itu tak henti² nya Dara menangis.. akan kah ia bisa memenuhi impian nya dan Faozan.
__ADS_1
Dara hanya bisa menyerahkan semua itu pada Allah sang pencipta.. dan ia sangat berharap apapun yg terjadi nanti nya Faozan akan menerima dengan hati yg lapang dan penuh keikhlasan.
Sungguh ironi memang.. karna ikhlas itu tidak lah mudah.. Namun tetap saja Dara berharap semoga kelak Faozan tetap bahagia meski tanpa nya.