
Ternyata rasa penasaran membawa Andrian untuk secara terang terangan mendatangi Dara kerumah nya.
Hari itu setelah pulang kuliah.. saat Andrian melihat dengan mata kepala nya sendiri Dara di antar jemput oleh seorang pria.. maka Andrian yakin betul kalo Dara sudah memiliki seseorang.
“ Asalamualaikum.” terdengar suara di depan pintu rumah Dara.. saat itu hanya ada Dara dan Faozan saja di rumah.. Dara sedang mandi karna ia merasa gerah pulang kuliah.
Sementara Faozan tengah asyik main game di ponsel nya.
Defano belum pulang sekolah.. sedangkan kedua orang tua Dara pergi mengunjungi Nenek nya Dara.
Ucapan sallam yg pertama tak begitu terdengar oleh Faozan.
Hingga tak ada jawaban dari dalam rumah itu.
Maka sekali lagi Andrian mengulang sallam nya.
“ Asalamualaikum.” kali itu lebih lantang.
Dan kali itu juga Faozan langsung menjawab nya.
“ Waalaikum sallam.” sahut Faozan sambil menuju ke depan pintu.. untuk melihat siapa yg datang.
Begitu melihat Faozan yg menghampiri nya ke depan pintu.. Andrian sempat terperangah.. sebab dia yakin betul.. lelaki itu adalah lelaki yg selalu mengantar jemput Dara.
Berbeda dengan reaksi Faozan.. dia mencoba tersenyum.. sambil menyapa tamu nya itu.
Faozan tak tahu siapa lelaki itu.. mungkin saja keluarga jauh nya Dara fikir nya.
“ Maaf ada perlu apa ya?.” Tanya Faozan.
“ Apakah Dara ada dirumah?.” Andrian malah balik bertanya.
“ Ada perlu apa kamu dengan Dara.. dan kamu siapa nya?.” pertanyaan di jawab dengan pertanyaan.
“ Aku teman kuliah nya Dara.. dan kamu siapa kamu??.. setahu ku kamu bukan kakak nya Dara.” tanya Andrian mencari tahu.
__ADS_1
“ Lalu kenapa kamu ada disini?.” Andrian mulia menyelidik.
Saat itu belum sempat Faozan menjawab Dara menyela pembicaraan mereka.
“Sayang siapa yg dat..” Dara langsung menghentikan perkataan nya saat dia melihat Andrian yg ada bersama Faozan.
“ Hy Ra.” sapa Andrian.
Dara hanya tersenyum tipis.
“ Sayang apa benar dia teman mu?.” tanya Faozan.
“ Eem iya sayang.. oh iya kenalin ini Faozan SUAMIKU.” Dara langsung berkata pada Andrian.. dengan menekan kan kata suami.. supaya Andrian sadar dan segera menjauhi nya.
“ Dan Ozan.. ini Andrian...” Mendengar nama Andrian raut wajah Faozan langsung berubah.
Sebab Dia baru menyadari kalo lelaki itu adalah mantan pacar nya Dara.
Dara mengerti kalo Faozan pasti tak menyukai kedatangan Andrian.. begitu juga dengan diri nya.. dia sendiri tak menyukai kedatangan Andrian.
“ Iyan.. kamu datang kemari ada perlu apa?.. maaf ya bukan nya aku nggak suka kedatangan mu.. tapi saat ini aku dan suami ku mau pergi ke rumah Nenek.” tegas Dara.
Andrian kesal bukan karna alasan Dara... tapi karna dia tahu Dara benar benar telah menikah.
Dara hanya mengangguk menanggapi perkataan Andrian tadi.
Andrian pergi dengan langkah lebar dan raut wajah yg makin kesal.
“ Ternyata kamu meninggalkan aku hanya demi lelaki itu.. apa sich yg kamu lihat dari lelaki itu.. dia bahkan tak ada apa apa nya jika dibandingkan dengan ku.” gerutu Andrian sendiri.. sambil menjalankan mobil nya meninggalkan rumah Dara.
“ Ada hubungan apa kamu dengan pria itu?.” Faozan langsung bertanya tegas.
“ Nggak ada.” jawab Dara juga dengan sama tegas nya.
“ Kalo nggak ada.. nggak mungkin dia mendatangi mu.” Faozan mendengus kesal.
__ADS_1
“ Demi Allah aku nggak ada hubungan apapun dengan Iyan.. maka nya aku juga heran saat melihat nya ada disini.” tegas Dara lagi.
“ Apa ada yg terjadi antara kamu & dia di kampus?.” kali ini pertanyaan Faozan mulai biasa saja.. tak menyolot seperti tadi.
Karna Faozan yakin.. jika Dara berani bersumpah itu artinya memang tak ada hubungan apapun antara mereka.
“ Iya beberapa hari yg lalu dia menembak ku.. tapi aku tolak.. aku sudah katakan pada nya kalo aku udah menikah.”
“ Lalu apa tanggapan nya.” tanya Faozan lagi.
“ Aku nggak tau.. karna aku nggak merasa nggak penting juga tanggapan nya tentang ku.. tapi aku yakin Andrian pasti berfikir kalo aku hanya berbohong untuk menolak nya.. itulah sebab nya dia datang kemari untuk mencari kebenaran.” tutur Dara yg baru mengerti maksud kedatangan Andrian tadi.
“ Oh itu sebab nya kamu langsung berkata pada nya kalo aku ini suami mu.” sahut Faozan mengangguk nganggukan kepala nya.
“ Iya.. tapi aku rasa aku nggak salahkan.. dan apa aku katakan memang itulah kebenaran nya.” tegas Dara.
“Atau jangan jangan kamu nggak suka ya saat aku bilang tentang kamu pada nya tadi.” Dara sengaja menggoda Faozan.
“ Kamu bicara apa sich.. sama sekali nggak masuk akal.. mana mungkin...” sahut Faozan dengan wajah yg sangat serius.
Dara langsung tertawa melihat reaksi wajah Faozan.
Faozan pun menghentikan bicara nya saat melihat Dara yg menertawakan nya.
“ Kamu sengaja ya mau menggoda ku.” tutur Faozan kemudian.
“ Baru sadar ya.” jawab Dara sambil tertawa.
“ Awas kamu ya.” sambil berkata Faozan berniat untuk menggelitiki Dara.
Namun Dara telah mengetahui apa niat Faozan hingga dia langsung berlari untuk menghindar.
Tetapi Faozan juga tak mau menyerah.. tentu saja ia mengejar nya.
Bodoh nya Dara dia malah berlari masuk kamar..
__ADS_1
Hingga terjadilah pergulatan antara kedua nya didalam sana.
Hanya canda & tawa yg terdengar memenuhi ruangan itu.