
Hari itu karna teman teman Dara minta untuk di temani jalan jalan ke tempat wisata.. Faozan pun memenuhi permintaan mereka.
Faozan pun mengajak mereka ke Gili.
Inilah tempat yg mereka kunjungi.
Teman teman Dara.. bahkan Dara sendiri sangat menikmati suasana pantai disana.
Meski di tengah terik nya sinar matahari.. tapi mereka tetap Happy.
" Gimana kalian suka nggak tempat nya?." tanya Faozan.. saat mereka tiba disana.
" Suka banget." sahut Dessy.
" Sayang.. kamu suka nggak tempat nya?." Faozan bertanya pada Dara.
" Kalo aku dimana pun itu asal bersama mu pasti akan suka." sahut Dara tersenyum.
" Dasar.. kamu udah pandai gombal ya sekarang." tutur Faozan dengan tertawa pelan.
Ahahahahahaaha..
Dara & teman teman nya tertawa.
" Panas panas gini minum air kelapa enak nih." tutur Cintya.
" Banyak mau ya kamu." sahut Rama.
" Tapi Cintya benar loh." sambung Dara.
" Ya udah ayo kita beli." ajak Faozan.
" Benar?." sahut Dara antusias.
" Iya sayang." Faozan menjawab sambil mencubit lembut pipi Dara.
" Kalian mau ikut atau tunggu disini saja?." Dara bertanya pada teman teman nya.
" Kami tunggu aja dech.. soal nya kalo ikut takut ganggu keromantisan kalian." ujar Dessy.
" Sialan lo Dess.. bilang aja kalo kalian emang malas jalan." tegas Dara.
Setelah itu Dara & Faozan mencari penjual kelapa muda.
Tak butuh waktu lama.. tibalah mereka di tempat si penjual kelapa muda nya.
Karna hari itu adalah hari minggu suasana disana cukup ramai pengunjung.
Termasuk penjual kelapa muda itu juga ikutan ramai.
Dara & Faozan terus mengobrol hingga tiba di depan penjual kelapa muda itu.
Setelah membeli 6 buah kelapa muda.. mereka berdua langsung kembali untu menemui teman teman Dara yg tengah asyik berjemur.
Di perjalanan itu tak sengaja Dara menubruk seseorang lantaran ia terlalu sibuk membalas chatt teman nya yg menanyakan masih lama atau tidak.
BRUUUUUKKKKKGGGGG.
" Sorry." tutur Dara.. dan di lihat nya dia menubruk seorang wanita muda.. dengan seorang anak kecil disamping nya.
" Kamu nggak apa apa?." tanya Faozan pada Dara.. sebab dia belum melihat siapa wanita yg tak sengaja bertabrakan dengan Dara.
__ADS_1
" Iya aku nggak apa apa kok." sahut Dara.
Tapi sudah tak ada respon dari Faozan.. karna ia telah melihat siapa yg di tubruk Dara tersebut.
Dara pun memperhatikan wanita yg kini ada di hadapan nya.
Sepintas ia seperti pernah lihat.. tapi dimana??.. ia tak ingat.
" Maaf ya mbak.". tutur Dara sambil menghampiri perempuan itu.
" Adek nggak apa apa kan?." Dara bertanya pada anak kecil yg ada di samping perempuan itu.
Anak kecil itu hanya mengangguk.
Dara merasa heran melihat tingkah Faozan yg hanya diam.. bahkan langsung membuang pandang nya.
" Gedok." panggil Dara.. hingga Faozan pun menoleh.
" Ada apa kok kamu aneh banget." tanya Dara terus terang.
" Nggak apa apa kok.. ayo jangan buang buang waktu teman teman pasti udah nungguin kita.". Tegas Faozan.
Kemudian ia menggandeng tangan Dara dan mulai berjalan.
Dara tak punya pilihan selain mengikuti Faozan.
Namun baru beberapa langkah saja mereka berjalan..
Wanita itu memanggil.
" Ozan." panggil wanita itu.
Tapi Faozan pura pura tak mendengar.
Dara makin bingung melihat reaksi Faozan.
" Sayang ada apa kok berhenti." Tanya Faozan.
" Wanita itu manggil kamu.. kok nggak di sahuti sich." Tutur Dara seada nya.. sambil ia menoleh dan menatap wanita itu yg kini berjalan medekati mereka.
" Itu nggak penting.". tegas Faozan.
" Ayo kita ke teman teman.". lanjut nya.
Tapi kali itu Dara bagai patung ia tak bergerak dan juga tak menanggapi Faozan.
Dara hanya menunggu wanita itu tiba di dekat mereka.
Barulah ia akan tahu jawaban nya kenapa Faozan bersikap aneh.
Faozan pun tak punya pilihan selain menunggu Dara.
Karna nggak mungkin ia meninggalkan Dara.. hanya karna ia tak mau bertemu sang Mantan.
Iya wanita itu adalah Evita mantan pacar Faozan.
Evita pun telah berada di dekat mereka.
Sama seperti tadi Faozan membuang pandangan nya.. ia tak mau menatap wanita itu.
" Ozan.. tadi aku panggil kamu tapi kenapa kamu cuma diam." Tanya Evita.
" Mungkin dia lagi sedikit Gedok mbak." sahut Dara bercanda..
Faozan hanya membulat kan mata nya menatap Dara.
__ADS_1
" Ada apa ya mbak.. kenapa mbak memanggil Ozan tadi?." Tanya Dara.
Evita menatap Faozan sekilas.
" Zan.. pacar mu cantik." Tutur Evita mencoba bicara pada Faozan.
" Dia bukan pacarku... tapi istriku." Sahut Faozan tegas... barulah ia menanggapi perkataan Evita.
" Oh.. selamat ya kalo begitu." Evita mengulurkan tangan nya.
Namun Faozan mengacuhkan nya.
Dara menatap Faozan dengan dahi berkerut.. ia benar benar bingung dengan sikap Faozan.
" Iya makasih." Sahut Dara.. sambil menyambut uluran tangan Evita... menggantikan Faozan yg hanya cuex.
" Siapa nama kamu?." Tanya Dara.
" Evita." sahut nya.
Saat itu Dara mulai mengerti kenapa Faozan bersikap aneh.
Dan Dara mulai ingat iya benar wanita itu adalah mantan pacar Faozan.
Dara sempat melihat beberapa fhoto Evita di FB nya Faozan.
Tapi saat itu Evita masih sekolah jadi sudah barang tentu ada perubahan di wajah nya.. terutam karna saat ini Evita telah memiliki anak.
" Senang bertemu dengan mu.. oh iya apa dia anak mu?.". Tanya Dara biasa saja.
" Iya." sahut Evita singkat.
" Anak mu cantik." Dara mencoba berbasa basi.
" Tidak secantik kamu." jawab Evita.
Dara hanya tersenyum..
" Ya udah kami ke teman teman dulu ya mbak.. nggak enak teman teman pasti sudah menunggu lama.. oh iya kalo mau gabung ayo ikut aja." ajak Dara... tapi kali itu dia memang sungguh sungguh tidak cuma basa basi.
" Makasih.. lain waktu saja.".
" Oke.. by." sahut Dara
Kemudian dia & Faozan berjalan untuk menemui teman teman nya.
Di tengah perjalanan sebelum tiba di tempat teman teman nya Dara sempat bertanya pada Faozan.
" Apa kamu masih punya perasaan pada Evita?.". tanya Dara.
" Jangan ngacok kamu.. nggak lah.. dia itu hanya masa lalu ku." tegas Faozan.
" Lalu kenapa kamu bersikap seolah dia adalah musuh mu.. dengar ya sayang.. Mantan itu bukan musuh.. tak ada salah nya kalo kita mau bertegur sapa dengan mantan pacar." tutur Dara
" Aku tahu.. cuma aku nggak tertarik aja buat bicara ama dia.. jangan salah paham.. bukan karna aku masih ada perasaan atau karna aku benci dia yg telah mengkhianati ku.. tapi karna aku sedang mencoba hati seseorang saja.. aku tak ingin dia salah paham." sambil berkata Faozan menatap Dara dengan tersenyum.
" Menjaga hati siapa ya?." kata Dara manja.
" Eeeem." Faozan pura pura berfikir.
" Menjaga hati dan perasaan istriku pasti nya."
" Mulai dech lebayy nya." sahut Dara setengah mengeluh.
Faozan hanya terkekeh.
__ADS_1
Karna kini mereka telah bersama teman teman.. mereka menikmati minuman dan suasana pantai bersama..
Hingga sore hari dan waktu nya mereka pulang.