Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Direndahkan.


__ADS_3

Siang Hari


Setelah selesai makan siang & shalat dzuhur.. Dara & Faozan kedatangan banyak tamu.. yaitu para tetangga nya Faozan.


Dara & Faozan menyambut mereka dengan ramah.. bahkan saat mereka pulang.. tak lupa juga Dara & Faozan memberikan oleh oleh khas Palembang.. kali aja ada yg mau mencoba makanan itu yakni apa lagi kalo bukan Pempek.


Dara memang sudah banyak membeli Pempek sebelum berangkat ke Lombok.


Kedatangan mereka hanya untuk mengenal & melihat seperti apa istri nya Faozan itu.


Namun mereka sangat tidak menyangka jika Faozan mempunyai istri yg lumayan cantik.


Padahal di desa itu banyak yg memandang rendah keluarga Faozan lantaran mereka termasuk orang yg kurang mampu.


Sementara dari penampilan Dara mereka dapat melihat kalo Dara pasti berasal dari keluarga yg lumayan kaya.


Padahal yg sebenar nya Dara hanya berasal dari keluarga yg sederhana.


Tapi memang iya sich.. Dara tak pernah kekurangan apapun.


Namun yg sempat membuat Dara merasa marah.. saat ada seorang tetangga yg terang terangan bicara kasar pada Dara.


Saat itu Faozan sedang berada di kamar mandi.


Hingga hanya Dara saja yg mengobrol bersama para tetangga nya itu.

__ADS_1


" Dek... kamu kok mau sich sama Ozan." itu kata salah satu tetangga mereka.. dengan nada setengah berbisik.


" Loh kenapa emang nya Bi?." sahut Dara bingung.


" Ya nggak pantes saja.. kamu itu nggak sepadan dengan nya.. aku yakin kamu gadis yg tak pernah kekurangan apapun dalam keluarga mu.. sementara Ozan.. kamu lihat sendiri kan bagaimana orang nya dan juga keluarga nya.. nggak cocok tau.. apa lagi kamu ini cantik loh.. masih muda lagi.. sayang lah kalo kamu harus hidup susah dengan Ozan." Tutur nya.


Dara langsung membulatkan mata nya.. menatap orang itu dengan tajam.


Ingin sekali rasa nya ia merobek robek mulut wanita itu.. tapi sayang dia masih punya sopan santun.


" Bi.. ini hidup saya.. jadi saya berhak mau memilih hidup bersama siapa.. orang tua saya saja tak keberatan lalu kenapa Bibi yg merasa tak senang.. maaf ya Bi.. kehidupan itu bagai roda.. kadang diatas kadang di bawah.. benar saat bersama kedua orang tua saya.. saya tak kekurangan apapun.. tapi bukan berarti jika bersama Faozan saya akan menderita.. Harta mudah di cari.. dan uang tak menjamin kebahagiaan... Apa lagi jika kita mau realistis.. jangan kan harta bahkan nyawa kita saja hanya titipan dari Allah.. kita mati juga nggak bakal bawa semua harta.. dan hanya amal ibadah kita yg akan menolong kita di akhirat kelak." sahut Dara panjang lebar.. lembut namun juga tegas.


" Dan Bibi.. di usia bibi yg saat ini.. seharus nya bibi lebih banyak ibadah jangan banyak menghina dan merendahkan orang.. sekaya apapun Bibi.. aku yakin suatu saat Bibi juga pasti butuh bantuan orang lain.. karna itu sudah kodrat nya manusia.. dan aku sangat berharap suatu saat nanti saat bibi butuh bantuan maka kamilah orang pertama yg akan bibi datangi." sambung Dara lagi.


Keadaan disana juga menjadi sangat hening.


" Oh iya Ra.. kalian akan menetap disinikan?." tanya salah satu orang disana memecah kehingan yg terjadi.


" Iya Bi.. tapi tidak sekarang.. aku & Faozan hanya kemari atas permintaan kakek.. itupun hanya bisa paling lama 2 minggu.. sebab kami harus kembali lagi ke Palembang karna mulai bulan depan aku masuk kuliah." jelas Dara.


" Oh kamu masih kuliah?." orang yg lain nya angkat bicara.


" Iya baru mau masuk."


Akhir nya mereka terus berbincang bincang banyak hal.

__ADS_1


Hingga sore.. karna sudah sore semua orang pun pamit untuk pulang.


Sepulang nya para tamu itu Dara langsung beres beres rumah.


Dan membersihkan peralatan yg kotor.


Setelah selesai barulah Dara masuk ke kamar nya.


Begitu ia masuk kamar di lihat nya Faozan sedang terlelap.


Dara duduk di samping Faozan yg tengah tertidur itu.


Dara masih teringat akan perkataan orang tadi yg begitu menyakitkan bagi nya.


Ia tak habis fikir kok ada orang yg seperti itu.. memandang rendah orang lain.. dan menghina nya.


Siapa yg tak merasa sakit saat ada orang yg merendah kan orang yg dia sayang.


Maka itulah yg dirasakan Dara.


Dara tahu memang keluarga Faozan hidup dalam kekurangan.. tapi mereka tak pernah meminta pada siapapun.


Lalu kenapa ada orang yg begitu kasar nya bicara tentang keluarga suami nya itu.


" Ya Tuhan.. Engkau tahu segala nya.. Engkau tahu betapa sakit nya hati ini saat ada orang lain yg menghina keluarga ku.. Tapi aku mencoba untuk tetap bersabar Ya Allah.. karna aku yakin jika Engkau berkehendak maka dalam sekejab semua nya bisa berbalik.. aku cuma berharap.. semoga suatu saat nanti orang yg selama ini selalu merendahkan keluarga ku justru membutuhkan kami dalam hal apapun.. dan aku juga berharap semoga kelak aku bisa mengangkat derajat keluarga ini agar tak menjadi bahan hinaan orang orang yg merasa diri nya punya segala nya.. ku mohon bantulah aku Ya Allah.. agar aku bisa mewujudkan mimpi ku kelak... sebab hanya itu satu satu jalan untuk membuat kami berharga di mata mereka." Dara bergumam dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2