
Tiga bulan kemudian.
Hari ini dimana hari pembukaan klinik baru Dara.
Suara adzan subuh terdengar sayup sayup di telinga Dara. Perlahan dia mulai membuka mata nya. Kemudian duduk sambil menyalakan lampu.
Dara menoleh ke sebelah kanan nya.. dimana Faozan masih tertidur lelap.
Perlahan Dara menyentuh wajah suami nya agar Faozan cepat bangun.
Dara hafal betul bagaimana cara membangunkan suami nya itu dengan cepat.. Yaitu dengan menyentuh wajah nya.
Dan benar saja... Faozan langsung membuka mata nya.
“Udah pagi ya.” ucap Faozan dengan suara serak.. khas orang bangun tidur.. Sambil meraih telapak tangan Dara dan mengecup nya.
Dara tersenyum.
“Iya waktu nya shalat subuh.. Bangun yuuk.” sahut Dara lembut.
Faozan pun mulai bangun dan duduk.
Setelah itu mereka mandi dan shalat subuh bersama.
Usai shalat subuh.. Dara memilih duduk di tepian ranjang.. Faozan pun menyusul.
“Sayang acara pembukaan klinik mu jam berapa?.” tanya Faozan sambil merangkul bahu sang istri.
“Jam 10.. jadi santai saja.” sahut Dara sambil tersenyum menatap sang suami dan menyenderkan kepala nya di pundak Faozan.
“Apa aku harus hadir disana?.” tanya Faozan lagi.
“Tentu saja kan udah dari kemaren kemaren aku bilang kamu harus hadir disana.” tegas Dara.
“Tapi apa kamu nggak malu nanti nya.. karna suami kamu ini hanya orang biasa.” tutur Faozan.
Mendengar perkataan Faozan.. Dara langsung menatap lekat wajah suami nya tersebut.. Dara paham mengapa Faozan berkata demikian.. Lantaran sering dia mendengar bahwa banyak orang orang yg mengatakan kalau Faozan tidak cocok dengan Dara.. sebab biasa nya seorang Dokter akan mempunyai pasangan seprofesi nya atau bahkan banyak juga Dokter berpasangan dengan Polisi.. Atau setidak nya seseorang yg mempunyai Title.
“Kenapa aku harus malu orang suami.. suami ku sendiri kok bukan suami orang.. kalo aku ambil suami orang baru aku malu.. karna nggak mampu dapat suami sendiri.” sahut Dara tersenyum.. perkataan Dara juga sukses membuat Faozan merasa bahagia.
“Makasih ya Sayang.” ucap Faozan sambil mengecup pucuk kepala Dara.
Dara hanya mengangguk.
“Oh iya Sayang.. Apakah hari ini kamu nggak ke RS?.” Tanya Faozan lagi.
Namun hal itu hanya terdengar samar samar oleh Dara.. Sebab fokus nya tidak mendengar perkataan sang suami.
Akan tetapi dia sedang fokus pada diri nya sendiri yg saat itu merasakan ada sesuatu yg seolah bergerak didalam perut nya.
Memang tak begitu keras akan tetapi cukup terasa.. Bergerak dari sebelah kanan ke kiri atau sebalik nya.. yg pasti gerak nya hanya begitu.. tidak berputar.
__ADS_1
Hal itu juga yg membuat Dara spontan langsung memegang perut nya.
Tapi hanya dua kali gerakan saja setelah itu terhenti.
“Ini apaan sich.” Gumam Dara dalam hati.. Antara merasa bingung dan juga heran.
Dara mencoba berfikir keras.. kira kira apa yg terjadi.. Dan dia baru ingat jika seharus nya sudah sejak 7 bulan yg lalu dia melepas alat kontrasepsi nya.
Iya Dara memasang implan tepat sehari setelah pernikahan mereka.. dengan jangka waktu selama tiga tahun.. Harus nya implan tersebut di lepaskan sebelum mereka kembali ke Lombok.. tapi saking sibuk nya Dara tak ingat akan hal itu.
Bahkan sudah 7 bulan berada di Lombok ini Dara pun baru ingat sekarang.
“Oh Ya Allah.. Semoga ini bukan sesuatu yg buruk.” Dara membatin lagi.
Dara tau betul jika implan tak di lepas padahal sudah waktu nya akibat nya tidak akan baik.. sebeb Implan yg sudah habis masa akan berjalan jalan dan bergerak kesetiap bagian tubuh.. Dan hal itu sangat berbahaya.
Faozan yg tak mendengar sahutan apapun dari istri nya merasa bingung.
Ditatap nya lekat wajah Dara.. Yg membuat nya tak mengerti Dara terlihat resah bahkan juga cemas.
Dengan pelan Faozan menangkup wajah Dara dengan kedua tangan nya.
“Hey.. Ada apa sich.. Kok kamu kelihatan resah bahkan juga cemas? apakah ada masalah?.” Tanya Faozan sambil menatap dalam wajah Dara.
Dara mencoba tersenyum.
“Nggak apa apa kok Sayang.. Aku hanya sedikit masih ngantuk saja.” sahut Dara menutupi.. Dia tak ingin mengatakan hal yg sebenar nya.. Sebab dia tahu akan sifat suami nya itu.. Faozan akan lebih khawatir dari nya jika dia tahu kalau ada apa apa dengan Dara.
“Oh Syukurlah kalo gitu.. Aku fikir kamu kenapa kenapa? sebab dari tadi aku bicara tapi tak ada respon dari kamu.” Tutur Faozan merasa lega.
“Maaf ya.” sahut Dara tertawa pelan.. meski hati nya gundah.
“Emang tadi kamu bicara apa sich?.” Lanjut Dara bertanya.
“Nggak ada replay.” Tegas Faozan.
Yg membuat Dara langsung terkekeh geli.
“Malah ketawa lagi.” Umpat Faozan.
“Apa ada yg lucu.” ketus Faozan lagi.
“Kamu nggak pernah berubah ya.. Dulu waktu kita masih pacaran saat kita bicara dan aku nggak dengar kamu marah.. Giliran di tanya kamu bicara apa tadi jawab nya selalu nggak ada replay.” jelas Dara sambil tertawa.
“Iya habis nya kamu nyebelin tau nggak.. Orang aku udah cape cape bicara malah nggak denger.. Dasar Gedok.” jengkel Faozan.
Itulah Faozan dia memang gampang kesal jika dia bicara namun diacuhkan oleh Dara.
Namun setiap Faozan kesal Dara malah menanggapi nya dengan tertawa.. yg membuat Faozan makin jengkel melihat nya.
“Kamu juga nggak berubah ya.. setiap kali aku kesal kamu malah tertawa.” ketus Faozan lagi.
__ADS_1
“Kan udah aku bilang kamu tuh lucu kalo lagi lagi kesal.” sambil berkata Dara mencubit lembut pipi suami nya.
Faozan menatap lekat wajah Dara.. kemudian tanpa aba aba dia malah mengecup lembut bibir istri nya itu.. Dan meraih nya kedalam pelukan.
“Tadi aku tanya sama kamu.. kamu hari ini ke RS atau nggak?.” Akhir nya Faozan mengulang pertanyaan itu.
Iya tadi Faozan bilang tak ada replay.. Tapi dia sendiri yg mengulang nya.. Itulah lucu nya dia.
“Iya hari ini aku mau ke RS sebentar kok.. Kan kita harus ke acara pembukaan klinik.. Toh Dr.Farez juga akan ada disana.” sahut Dara.
“Apa ada keadaan darurat di RS?.” Tanya Faozan
“Nggak juga sich.. Tapi itu kan masih tanggung jawab ku.” jawab Dara.
“Lagi pula aku harus segera melepas implan ini.. sekalian periksa apakah semua nya baik baik saja.” sahut Dara dalam hati.
“Mau aku antar atau kamu akan pergi sendiri?.” Tanya Faozan lagi.
“Aku sendiri aja kok.. Kamu istirahat n siap siap aja buat acara nanti.” tegas Dara.
Dia tau jika Faozan ikut ke RS.. Maka dia akan membuat Dara makin repot saja.. Faozan paling takut pada yg nama nya jarum suntik.. apa lagi jika dia melihat Dara yg akan melepas implan.. Huuuh bisa bisa dia berteriak histeris.
“Baiklah istri ku Sayang.. Tapi ada syarat nya.” sahut Faozan.
“Apa syarat nya?.” Dara bertanya dengan mengangkat kedua alis nya.
“Ntar pulang nya kamu beliin aku bakso ya.”
Perkataan Faozan membuat Dara langsung melotot.
"Kenapa melotot begitu?” tanya Faozan.
Dara menyipitkan mata nya sebelah sambil menyentuh kening Faozan dengan punggung tangan nya.
“Kamu nggak demam kan.” Tutur Dara.
“Nggak aku sehat.” sahut Faozan dengan polos nya.
“Emang nya kenapa?.” Lanjut Faozan bertanya heran.
“Yakin kamu mau makan bakso.. Padahal bakso itu ada daging nya loh.” jelas Dara.
“Iya yakin lah.. Kalo nggak yakin ngapain aku minta.” tegas Faozan.
“Jadi ingat ya jangan lupa.. awas kalo lupa.” Kecam nya.
Yg membuat Dara menggeleng gelengkan kepala nya heran.
Waktu itu tiba tiba dia minta ayam bakar.. Lah sekarang malah minta bakso.. Padahal Faozan paling nggak suka yg nama nya daging.
Makan nya saja hanya triple T.. Tahu tempe & Telur.. Lalu kenapa dia aneh banget.
__ADS_1
Itulah yg ada dalam benak Dara.
Apakah yg terjadi pada Dara? & mengapa Faozan makin aneh????