Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Operasi


__ADS_3

Mulai dari jam 9 pagi.. pihak keluarga dan Rumah Sakit telah mempersiapkan rencana operasi pengangkatan kanker otak Dara.


Dan setelah semua prosedur nya baru lah Dara bisa dioperasi.


Kali ini pun Dokter Alex sendiri yg akan turun tangan untuk ikut meng operasi Dara... ia tak ingin ambil resiko.. dia berharap Dara bisa sembuh total.


Jam 11 siang Dara masuk ruang operasi.. tak lama setelah Dara masuk ruang operasi lampu merah menyala.. tanda nya operasi sedang berlangsung.


Diluar ruangan Daniel dan istri nya kedua orang tua Dara bahkan kelima sahabat Dara menunggu perkembangan selanjut nya.


Mereka masing² terdiam hanya sibuk berfikir sendiri²..


Sejam sudah berlalu.. tapi lampu di ruangan itu masih tetap merah.


" Ya Tuhan tolong sembuhkan Dara." Dimaz mulai bergumam.


" Insya Allah berdo'a saja." Jawab Ayah nya Dara.


" Dan iya ini sudah siang sebaik nya kalian istirahat dan pulang lah dulu.. dari tadi pagi kalian disini tak makan dan juga minum.. kalau kalian terus seperti ini aku malah lebih khawatir pada kalian." Daniel kakak nya Dara mengurai suasana tegang itu dengan sedikit canda.

__ADS_1


Dan itu lumayan berhasil membuat mereka tersenyum.


" Apa yg dikatakan Kak Danel benar nak.. kalian pulanglah dulu nanti kak Daniel akan memberitahu kalian jika ada perkembangan soal Dara." sambung Ibu nya Dara.


Sontak saja kelima sahabat Dara mengangguk..


Kemudian mereka pamit untuk pulang.


Adzan dzuhur berkumandang.. Daniel bergegas menunuju masjid yg tak jauh dari rumah sakit tersebut untuk melaksanakan shalat dzuhur.. begitu pula dengan istri nya Daniel yg juga beranjak menuju masjid.


Yg tersisa hanya kedua orang tua Dara.. yg menunggu kabar dari Dokter.


Kini waktu shalat dzuhur pun sudah berlalu.. tapi lampu di ruang operasi itu masih merah yg artinya operasi Dara juga belum selesai.


" Ya Allah mengapa operasi nya begitu lama." keluh Ibu nya Dara dengan perasaan cemas.


" Yg sabar aja Bu."' sahut Ayah nya Dara.


" Apa sich yg dilakukan Dokter didalam sana sampai selama ini operasi nya belum juga selesai." Daniel berkata dengan wajah kesal.

__ADS_1


" Iya Dan.. Ibu jadi takut bagaimana kalau terjadi sesuatu sama Dara." ibu nya Dara mulai menangis.. Ayah nya Dara menghampiri dan merangkul bahu sang istri.


Saat itu dengan seketika ada suara orang lain yg menyela.


" Berdo'a lah semoga Dara baik² saja.. karna hanya do'a yg dapat mengubah takdir."


Kedua orang tua Dara langsung menoleh begitu juga dengan Daniel dan istri nya.


Mereka saling menatap satu sama lain.. melihat sesosok pria yg berdiri tegap di belakang mereka.. seorang lelaki yg tak mereka kenal.


Lelaki itu menghampiri Keempat orang tersebut.


" Siapa kamu?." tanya Daniel.


" Saya Faozan Bang." jawab nya terus terang.


Iya yg menyela tadi adalah Faozan.. ternyata Setelah berfikir panjang Faozan lebih rela kehilangan pekerjaan nya demi Dara... itulah mengapa ia memilih terbang ke Palembang dan segera menuju Prabumulih.. mencari Rumah sakit dimana Dara di rawat.. dan akhir nya ia memutuskan untuk menemui Dara.


Memang beberapa jam yg lalu Faozan sempat sms Dessy bertanya dimana Dara melakukan Operasi.. Dessy pun tanpa banyak tanya langsung memberitahu jelas nya.

__ADS_1


__ADS_2