Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Cemas.


__ADS_3

Faozan duduk mensejajarkan diri nya dengan Dara.


Kemudian dengan pelan ia menghela wajah Dara agar menatap nya.


Sesaat Faozan merasa cemas melihat air mata yg mengalir di pipi istri nya itu.


" Hey.. kamu menangis.. ada apa?." tanya Faozan lembut.. sambil menepis air mata yg tergelincir di pipi Dara.


Dara hanya menggelengkan kepala nya.


" Apa kamu marah karna aku melakukan ini?" tanya Faozan merasa bersalah.


Sama seperti tadi Dara hanya menggeleng.


" Lalu kenapa kamu menangis.. apakah ada yg sakit?." Tanya Faozan lagi.


Namun lagi lagi Dara menggelengkan kepala nya.


" Kalo nggak ada yg sakit.. kamu juga nggak marah pada ku lalu kenapa kamu menangis sayang.. ku mohon jawab aku.. jangan cuma diam saja.. jangan bikin aku khawatir." kata Faozan lirih.


" Nggak apa apa kok.. cuma aku sendiri tak tau apa yg ku rasakan saat ini.. antara haru.. bangga dan juga bahagia.. tapi aku juga nggak ngerti mengapa dengan sendiri nya air mata ku mengalir begitu saja.. maaf kalo aku membuat mu cemas.". Barulah Dara mulai bicara.


Faozan menghembuskan nafas lega.


Setelah itu Faozan meraih wajah Dara dan mengecup kening nya.


" Aku sayang kamu.". bisik Faozan kemudian.. " Dan terimakasih untuk semua nya."


Dara hanya tersenyum menatap Faozan.


" Ya sudah aku mau mandi dulu." Dara berkata kemudian.


" Iya yg bersih mandi nya." sahut Faozan tertawa pelan.

__ADS_1


" Iya... tapi kamu bangun dulu dari tempat tidur aku mesti ganti sprei nya." pinta Dara.. yg membuat Faozan seketika membulat kan mata nya karna bingung.


Tapi demi untuk tidak menimbulkan perdebatan Faozan menuruti permintaan Dara.


Saat Dara melepas sprei nya Faozan baru menyadari kalo ada noda di sprei itu.. dia tersenyum dalam hati... artinya benar dialah orang pertama untuk istri nya itu.


Usai melepaskan sprei yg kotor itu.. Dara mengambil sebuah sprei yg bersih dari dalam lemari pakaian.


" Kamu pasang ya sprei nya.. aku mau mandi sekalian mencuci pakaian.. oh iya.. pakian kotor mu mana?." sambil berkata Dara memberikan sprei yg baru ia ambil dari dalam lemari tadi pada Faozan.


Faozan hanya bisa menurut.. sebab nggak mungkin ia tidur tanpa alas.. rasa nya pasti nggak akan nyaman.


Dara berlalu ke kamar mandi untuk mandi lagi dan mencuci pakaian.


Selesai mandi dan mencuci pakaian Dara kembali ke kamar dan di lihat nya Faozan masih tertidur.


Dara tersenyum sendiri.


" Dasar jorok.. bukan mandi malah tidur." umpat Dara.


Namun saat ia kedapur.. ibu nya sudah ada disana.


" Ibu udah bangun.". sapa Dara.


" Eem.. oh iya Ra.. kalian mau sarapan apa hari ini?." Tanya Ibu nya.


" Biar aku masak sendiri aja Bu..". sahut Dara.


" Yakin kamu nggak mau ibu buatin sarapan seperti biasa nya."


" Iya Bu.. lagian saat ini kan aku udah punya suami.. jadi udah kewajiban seorang istri memasak buat suami nya."


" Cyiee.. Anak Ibu benar benar udah dewasa sekarang.. nggak manja seperti dulu lagi ya.". Goda Ibu nya sambil mencium kening putri nya.

__ADS_1


Dara tersenyum.. dan memeluk sang bunda.


Kemudian ia membuat sarapan.


Usai membuat sarapan.. ia sempat membangun kan Faozan untuk sarapan.. namun Faozan belum mau bangun.. hingga dia sarapan sendiri.


Selesai sarapan Dara pamit pada kedua orang tua nya untuk pergi.


Belum lagi 10 menit Dara pergi dari rumah.. Faozan bangun.


Ia mencari cari Dara.. namun ia tak melihat istri nya itu.


Hingga Faozan bertanya pada Ibu nya.


" Bu.. Dara kemana?.". Tanya Faozan pada Ibu mertua nya itu.. yg tengah mencuci piring.


" Dara udah pergi nak.". jawab sang Ibu.


" Oh.. kemana Bu.. kok dia nggak bilang bilang."


" Kata nya ada urusan.. dia udah bangunin kamu tadi.. tapi kata nya kamu nggak mau bangun.. itulah sebab nya ia tak bilang pada mu."


Faozan hanya mengangguk.. sambil mencoba untuk menghubungi ponsel Dara.


Namun sayang nya dering ponsel berasal dari kamar mereka.. artiya Dara lupa membawa ponsel nya.


Karna ponsel Dara ada di rumah.. Faozan memutuskan untuk mandi dan sarapan dulu.. lalu kemudian ia menghubungi teman teman Dara.. untuk menanyakan keberadaan istri nya itu.


Tapi tak ada yg tau keberadaan Dara... Faozan mulai panik.. kemanakah Dara pergi.. Dan kenapa Dara nggak pamit dulu pada nya.. atau minta anter diri nya.


" Mungkin kah Dara pergi untuk menemui lelaki lain?." Rasa curiga mulai muncul di benak Faozan.


Iya itulah Faozan.. dia termasuk orang yg posesif.. apa lagi kalo Dara pergi tanpa memberitahu nya.. dengan tak membawa ponsel pula.

__ADS_1


Seolah Dara benar benar tak ingin di ganggu oleh nya.


__ADS_2