
Saat mereka sedang asyik menertawa kan kata² Faozan yg begitu gombal tadi, Dimaz menghampiri mereka.
Dimaz.
" Bicara apa sich, kayak nya seneng banget."
Dessy.
" Itu loh Dim, tadi cowok nya Dara VC ama kita², dia nawarin kita buat Liburan ke Lombok, dia siap buat nganterin kita ke tempat² Wisata yg ada disana, kemanapun yg kita ingin kan."
Rama.
" Iya dia bahkan nawarin juga biar kita nggak perlu bayar biaya penginapan, kita bisa numpang di rumah nya, kelihatan nya dia orang yg baik ya."
Sambung Rama.
Candra.
" Iya dan dari kata² nya tadi aku salut ama dia, dia itu bisa di bilang masih bocah lah, atau lebih tepat nya masih remaja, tapi cara bicara nya dewasa banget."
Dara.
" Kehidupan lah yg membuat nya harus begitu, udah lah kok jadi bahas soal dia sich."
Dessy.
" Teman² udah donk, ada yg nggak suka pacar nya di sebut² terus." Dessy meledek teman nya.
Rama.
" Oke, oke, kita lanjut rencana kita, menurut kamu gimana Dim?, kamu setuju nggak kalu kita Liburan ke Lombok aja."
Dimaz yg hanya melamun tam mendengar perkataan teman² nya, ia sedang sibuk dengan pikiran nya sendiri, entah apa yg ia pikirkan hanya ia dan Tuhan lah yg tau.
Dara, Dessy Rama, dan Candra menatap Dimaz bergantian, mereka bingung apa yg terjadi pada Dimaz, nggak biasa nya Dimaz bengong saat sedang bersama teman² nya.
Dara.
"Dim, kamu kenapa kok dari tadi bengong aja.". Dara bertanya sambil menyentuh bahu nya.
Dimaz terkaget menyadari ada yg menyentuh bahu nya, ia menoleh dan menatap Dara.
Dimaz.
__ADS_1
" Iya Ra, ada apa?."
Dara menatap Dimaz tak mengerti.
Candra.
" Dim, dari tadi kita bicara panjang lebar tapi kamu sama sekali nggak dengar." Keluh Candra.
Dessy.
" Iya Dim, apa kamu lagi ada masalah?." Tanya Dessy yg memang menyukai Dimaz.
Dimaz.
" Nggak kok aku nggak ada masalah kalian tenang aja." Sahut Dimaz mencoba tersenyum, meski sebenar nya hati nya sakit, iya Dimaz merasa sakit hati saat ia mendengar dari teman² nya kalau baru saja tadi mereka VC dengan pacar nya Dara, dia tau kalau Dara emang sudah punya pacar itulah sebab nya dia memilih diam dengan perasaan nya, tapi hati nya tetap nggak bisa berbohong kalau ia terluka saat melihat Dara bersama cowok lain sekalipun itu pacar nya.
Apalagi tadi ia mendengar meski setengah² saat teman² nya bilang Faozan baik lah, dan semua nya, dia benar² nggak bisa terima itu.
Rama.
" Jadi gimana Dim, apa kamu setuju kita pergi Liburan di Lombok aja?." Rama kembali bertanya.
Dimaz menatap Dara sekilas mendengar perkataan Rama, kalau dia sudah jelas nggak setuju, karna ia sudah bisa membayangkan, betapa hancur nya perasaan nya nanti saat melihat Dara bersama lelaki itu, sementara ia tak punya hak untuk melarang.
Dimaz.
" Iya itu ide yg bagus, Aku juga penasaran dengan pulau Lombok yg kata nya di kenal dengan tempat Wisata terhalal di Indonesia."
Semua teman² nya tersenyum bahagia mendengar persetujuan Dimaz, sebab sudah menjadi kebiasaan mereka jika mau liburan maka semua orang harus setuju dengan tempat yg akan mereka kunjungi, jika salah satu dari 6 sahabat itu satu aja yg nggak setuju maka mereka akan mencari tempat lain, dimana di setujui oleh semua nya.
Dimaz selalu ingat itu, maka demi kebahagiaan teman² nya, terutama Dara, ia rela melakukan apapun.
Ketika mereka sedang asyik membahas rencana Liburan mereka saat itu Ibu nya Dara pulang dari belanja.
Ibu nya Dara.( Nurhayati).
" Wah lagi pada ngumpul nih."
Dessy.
" Iya nih tan, bahas masalah Liburan lebaran nanti.
Ibu nya Dara.
__ADS_1
" Kalian mau Liburan kemana?." Ibu nya Dara duduk diantara mereka, dan mereka semua bergantian mencium tangan ibu teman nya itu.
Rama.
" Rencana nya mau ke Lombok Bu." semua teman² Dara memanggil ibu nya Dara dengan sebutan ibu, begitu juga dengan kedua orang tua yg lain, mereka akan memanggil seperti teman mereka memanggil Ibu nya.
Ibu nya Dara.
" Apa itu nggak terlalu jauh."
Dimaz.
" Dimaz rasa nggak Bu, lagian Ibu tenang aja kalau masalah Dara Dimaz janji, Dimaz pasti akan jagain Dara sebaik mungkin." Ibu nya Dara tersenyum mendengar perkataan Dimaz yg mengerti jalan fikiran nya.
Ibu nya Dara.
" Iya Ibu percaya pada kalian."
Candra.
" Apa itu artinya Ibu mengizinkan Dara pergi?." Candra bertanya antusias.
Ibu nya Dara.
" Iya Ibu mengizin kan, tapi tidak habis Lebaran, karna habis Lebaran rencana nya Ibu dan keluarga akan mengajak Dara Liburan ke Pagar Alam, ini khusus Liburan keluarga."
Semua orang terlihat sedikit kecewa.
Ibu nya Dara mengerti mereka pasti kecewa.
Ibu nya Dara.
" Begini anak², rencana Liburan kalian akan tetap terlaksana kalau kalian setuju, kalian bisa Liburan ke Lombok nanti setelah acara Ultah Dara yg 22, jadi hitung² buat rayain Ultah Dara, gimana kalian setuju nggak?." ibu nya Dara mencoba membujuk mereka.
Dimaz.
" Baiklak Bu, tapi boleh nggak nanti saat acara Liburan keluarga ke Pagar Alam, kita² ikut, kita² janji kok Bu nggak akan nakal."
Semua orang langsung tertawa mendengar nya..
Ibu nya Dara mengangguk dan itu artinya sehabis Lebaran mereka akan pergi Liburan ke Pagar Alam.
Hal itu pun sudah di sampai kan Dara pada Faozan, kalau rencana mereka di fending bukan habis Lebaran melainkan setelah Ultah Dara yg ke 22 nanti.
__ADS_1
Faozan hanya bisa menurut saja.