Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Tak Tahu Malu.


__ADS_3

Dara menatap ketiga orang itu dengan pandangan bingung.


Faozan menghampiri Dara... Dara hanya menatap tajam Faozan.


" Lebih baik kamu istirahat dulu.. jangan terlalu banyak berfikir." Faozan mencoba memahami Dara.


" Nggak.. aku mau kamu jawab dulu.. bagaimana keadaan Satya.. apakah dia baik² saja." Sahut Dara ingatan nya masih dimana dia mendengar kabat tentang kecelakaan Satya.


Faozan lagi² hanya mengambil nafas dalam.. Mendengar Dara yg lagi² bertanya tentang Satya.


" Dara.. berhenti lah menyebut² nama Satya.. Satya bukan siapa² mu lagi sekarang.. stop lah mengingat² pria itu.. dulu gara² dia kamu mengalami kecelakaan.." Tegas Ibu nya Dara.. yg memang tak menyukai Satya.. lantaran Dara mengalami kecelakaan karna ingin menjenguk Satya 2 tahun lalu.


Ibu nya masih ingat dengan jelas.. Dara sempat tak sadar kan diri waktu itu.. hingga setelah Dara pulih Ibu nya bersikeras agar Dara tak kembali menjalin hubungan dengan Satya.


" Ibu salah.. justru Satya mengalami kecelakaan gara² aku Bu." Dara juga tak mau mengerti.


" Dara.." Ibu nya mulai berteriak.


" Bu.. tenang." Faozan menyela.


" Dara.. besok kita akan bicara kan lagi tentang Satya.. saat ini kamu harus istirahat.". Faozan mencoba membujuk Dara.


Dara pun akhir nya memelih untuk diam dan berbaring.


Namun yg tak di duga.. saat itu tiba² Satya muncul.. entah dari mana ia tahu kalo Dara mengalami kecelakaan.. atau kah justru kecelakaan Dara ada hubungan nya dengan Satya???


Itu masih menjadi sebuah tanda tanya besar.. karna Dara tak ingat bagaimana awal kecelakaan itu terjadi.

__ADS_1


Satya datang dengan tersenyum kemenangan.


Ia membawa bunga dan juga buah untuk Dara.


" Hallo paman.. bibi..". Satya menyapa kedua orang tua Dara.. kedua orang tua Dara hanya tersenyum paksa.. " Bagaimana keadaan mu Beib.". Satya malah mengambil kesempatan untuk mendekati Dara kembali.


" Aku baik kok Beib.. kamu nggak apa² kan?.. aku sangat khawatir mendengar berita mengenai kecelakaan mu." Tutur Dara tersenyum.. bahkan tanpa beban ia memeluk Satya yg ada di dekat nya.


Seperti ada api yg menyala di dalam tubuh Faozan melihat tindakan Satya yg menurut nya telah melanggar batas.


Ingin sekali ia menghajar laki² itu.. namun jika hal itu di lakukan nya.. maka Faozan yakin betul Dara pasti akan sangat membenci nya.


Jadi dia hanya bisa memendam amarah nya.. tangan nya mengepal dengan keras.. seolah mau meremuk kan semua tulang belulang Satya.. yg dengan berani telah memeluk Calon istri nya.


" Sudah lah.. aku nggak apa² kok." Jawab Satya dengan tersenyum.. jadi kamu istirahat ya sekarang.


Tapi Dara tak peduli.. yg penting bagi nya.. ia melihat Satya baik² saja.


Setelah berbaring beberapa saat Dara pun mulai tertidur.. mungkin salah satu efek dari obat kali ya.


" Satya.. apa yg kamu lakukan ini sangat salah." Ayah nya Dara mulai bicara pada Satya.


" Tapi putri tercinta mu itu tak mengatakan demikian Paman.. kalian liat sendiri.. dia sangat mencintaiku." tutur Satya tanpa ada rasa malu.


" Hentikan sandiwara mu ini Satya.. jelaskan pada Dara kalo kamu hanya masa lalu nya.. dan sekarang calon suami nya adalah Faozan.". Ibu nya Dara juga mulai angkat bicara.


" Maaf Bibi aku nggak bisa.. aku nggak ingin liat Dara sedih.. sudah jelas² Dara bilang dia tidak akan menikahi lelaki ini.. jadi akan lebih baik jika Paman & Bibi tak memaksakan kehendak kalian." Kata Satya seolah tanpa dosa.

__ADS_1


Lelaki itu sungguh sangat licik.. dia memanfaatkan sakit nya Dara.


" Satya" bentak Ayah nya Dara.. yg jelas² tak menyukai cara bicara Satya.


" Sudah lah Ayah.. biarkan saja dia melakukan apa yg dia ingin kan.. karna aku yakin secepat nya ingat an Dara akan pulih." Faozan menyela bicara Ayah nya Dara untuk menenangkan nya.


" Owaah.. silahkan.. kalian coba semampu kalian." Tutur Satya dengan tersenyum sinis.. " Tapi aku yakin.. ini adalah jalan yg Tuhan berikan agar aku & Dara bisa bersama lagi."


" Pergi kamu dari sini." usir Faozan... sambil menarik tangan Satya dan mendorongnya keluar.


" Dan ingat jangan pernah lagi kamu temui Dara.. biarkan dia hidup dengan tenang tanpa kamu." kecam Faozan lagi.


Satya hanya mendengus kesal.. kemudian dengan penuh amarah ia meninggal kan RS tersebut.


" Jika aku tak bisa memiliki Dara.. maka aku pastikan tak ada satu pun yg bisa mendapatkan nya termasuk kamu Faozan." Satya menggerutu dalam hati.


Kemudian Satya pun langsung menjalan kan mobil nya untuk pulang.


Sementara di ruangan Dara masih terjadi perbincangan diantara mereka.


" Bagai mana ini.". keluh Ibu nya Dara


" Serah kan saja semua nya pada yg diatas.. Ayah & Ibu nggak perlu khawatir.. besok kita bisa minta bantuan teman² nya Dara untuk datang kemari.. dan bercerita beberapa hal yg terjadi selama 2 tahun terakhir ini.. aku bisa saja menjelaskan pada Dara bahwa aku benar calon suami nya.. tapi Dara tak akan percaya pada ku.. tapi aku yakin Dara tak mungkin menolak jika teman² nya yg menjelaskan." Kata Faozan panjang lebar.


Yg di angguki kepala oleh kedua orang tua Dara..


karna mereka menyadari kebenaran dari perkataan Faozan.

__ADS_1


__ADS_2