Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Kembali Pada Mu.


__ADS_3

Sekitar jam 5: 45 menit.. Dara mendatangi Faozan ke kamar nya..


Saat itu kedua orang tua Dara telah berangkat ke kebun.


Sementara Defano adik nya Dara telah siap² untuk sekolah.


Tiba di kamar Faozan..Dara melihat Faozan tengah memasuk kan semua barang² nya kedalam koper..


Semalam Faozan memang telah berkemas tapi baru sebagian saja.


Dan sebagian nya lagi baru ia kemasi saat ini.


Setelah memasukan semua pakaian nya.


Pandangan Faozan teralihkan pada sebuah jam tangan.


Jam tangan yg di berikan Dara sebagai kado Aniversarry mereka.


" Meski kamu telah melupakan aku.. tapi tidak dengan ku Dara.. aku akan selalu mengingat mu di setiap detik.. menit..& jam." sambil berkata sendiri Faozan memakai jam tangan pemberian Dara itu.


"Aku tau kamu membenci ku.. tapi aku tak bisa membencimu.. karna aku sangat mencintai mu.. maaf ya Sayang.. aku harus membawa jam tangan pemberian mu ini.. karna ini adalah benda yg paling berharga dalam hidup ku.. aku janji aku akan menjaga Arloji ini sama seperti aku akan menjaga hati ku untuk mu.. semoga kamu selalu bahagia tanpa kehadiran ku...."


Perkataan Faozan terhenti karna tiba² ada orang yg memeluk nya dari belakang.


Dara memeluk erat tubuh Faozan.. dan menyenderkan kepala nya di punggung Faozan.


Faozan ingin berbalik.. namun sayang ia tak mampu bergerak.. lantaran pelukan Dara terlalu erat.


" Maaf kan aku." Tutur Dara lirih.. mendengar kata² itu.. tubuh Faozan seolah membeku.. antara percaya dan tidak nya dengan apa yg ia dengar.. dan ia hafal betul suara itu.


Semula ia tak tahu siapa yg kini memeluk nya.. namun saat mendengar suara itu.. Faozan menyadari kalo yg memeluk nya adalah Dara.

__ADS_1


Karna tak ada tanggapan apapun dari Faozan.. Dara mulai bicara lagi.


" Jika aku meminta mu untuk tidak pergi apakah kamu mau menuruti nya." Kata Dara lagi.. Namun sama seperti tadi Faozan belum bisa menanggapi sebab ia masih terkejut mendengar perkataan Dara yg melarang nya untuk pergi.


Karna lagi² tak ada tanggapan dari Faozan maka lagi² pula Dara mulai bicara.


" Aku mohon jangan pergi.. aku nggak mau jauh dari mu.. aku bersedia menjadi istri mu.. tolong jangan tinggal kan aku.. aku nggak akan sanggup hidup tanpa mu.. karna.. karna.. karna." Dara mulai terisak.. air mata nya telah membasahi baju Faozan.


Menyadari Dara menangis dengan segera Faozan langsung membalikan badan nya..


" Aku mencintai mu." Kata Dara lagi.. kali ini karna Faozan telah menghadap kearah nya Dara makin memeluk erat tubuh itu.


Faozan membalas dengan memeluk Dara yg sama erat nya.. dengan perasaan yg sangat bahagia.


Di biarkan nya Dara menangis beberapa saat.. lalu Kemudian Faozan melepas pelukan nya.


Dara masih menunduk dengan air mata yg mengalir di pipi nya.


Begitu Dara telah mendongak.. Faozan menatap lekat wajah Dara.. dengan tersenyum bahagia.


Kemudian dengan lembut Faozan menepis air mata yg mengalir di pipi mulus Dara.


" Sudah² ... kamu jelek banget kalo nangis kayak gini." Kata Faozan lembut.


Dara masih menangis.. tapi kali ini ia telah menatap wajah Faozan.


" Udah lah.. jangan nangis lagi.. kalo kamu terus menangis aku bisa ikut menangis lo." Faozan berkata sambil memegang kedua belah pipi Dara dengan kedua tangan nya.. dengan pandangan yg lurus menatap wajah Dara.. dengan sangat lembut.


" Aku janji aku nggak akan pergi.." Faozan baru menanggapi perkataan Dara tadi.


" Be.. benar?." Tanya Dara terbata².

__ADS_1


" Iya benar.. jika kamu yg meminta bagaimana bisa aku menolak nya.. karna saat ini aku adalah budakk mu." kata Faozan lembut.


" Meskipun kemarin aku telah berkata kasar pada mu.. kamu masih mau menerima ku." Kata Dara lagi.


" Iya sayang.. karna aku sangat mencintai mu." Faozan berkata sambil menyentuh lembut pipi Dara.


Dara hanya tersenyum.


" Terimakasih." sambil berkata sekali lagi Dara memeluk Faozan.


Faozan pun membalas dengan memeluk erat tubuh Dara.


Untuk beberapa saat mereka hanya saling berpelukan.. sama² merasakan kehangatan tubuh dari pasangan nya..


" Terimakasih Ya Allah.. kau telah mengambalikan kebahagian dalam hidup ku." Gumam Faozan dalam hati.


Setelah bergumam demikian.. Faozan menjauh kan wajah Dara untuk menatap nya..


Dara juga hanya menatap lembut wajah Faozan.. hingga untuk beberapa saat mereka hanya saling menatap dengan tatapan yg penuh cinta.


Hingga beberapa detik kemudian Faozan meraih dagu Dara dan mulai melumat lembut bibir Dara.


Dengan sangat dalam dan lama.. karna telah beberapa minggu ini ia tak pernah melumat bibir manis nan sexy itu.


Dara mulai terengah karna nyaris kehabisan nafas.. menyadari hal itu maka dengan pelan Faozan melepas ciuman nya.


Mereka berdua sama² mengambil nafas dalam.. untuk menenangkan detak jantung nya yg mulai tak karuan.


Setelah masing² mulai merasa tenang barulah mereka bicara.


" Apa." Faozan & Dara bicara bersamaan.

__ADS_1


Menyadari hal itu.. kedua nya hanya bisa saling tersenyum.


__ADS_2