Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Back To Home.


__ADS_3

Mobil Dimaz memasuki halaman Rumah kedua orang tua Dara.


Begitu mesin mobil nya berhenti.. terlihat kedua orang tua Dara menghampiri mereka.


Ibu nya Dara langsung memapah Dara untuk masuk rumah.. sementara Ayah nya Dara mengajak Dimaz.. Dessy dan Faozan masuk.


Rumah nya lumayan rame.. Dara di sambut oleh semua kerabat dan tetangga nya.


Dara tersenyum menyapa semua orang.


Tak berapa lama.. karna hari sudah sore tetangga pada pulang.. begitu juga dengan kerabat nya.


Orang tua nya Dimaz yg tadi sempat datang juga sudah pulang bersama Dimaz dan Dessy.


Entah kemana Rama..Candra..dan Cintya.. hingga mereka belum melihat Dara.


Adzan magrib berkumandang.. Faozan segera mandi dan mengambil air wudhu untuk melakasanakan 3 rakaat nya.


Tidak dengan Dara karna ia masih belum pulih betul.. hingga ia hanya memilih istirahat.


Lepas magrib.. Ibu nya Dara mengajak semua orang untuk makan.


Dara.. Ibu nya.. Ayah nya.. Defano dan Faozan sudah berkumpul di ruang makan.. Dan jamuan makan pun telah disiapkan oleh ibu nya Dara sendiri... Biasa nya Dara yg membantu ibu nya namun sekarang Ibu nya belum mengizin kan.


Mereka pun memulai makan.


Hanya menu sederhana.. dengan tumis kangkung.. ikan goreng dan sambel terasi.


Namun itu cukup menggugah selera.


Saat itu Faozan hanya mengambil nasi.. sambel dan tumis kangkung doank.. Dara sendiri tak ingat kalo Faozan tak makan daging.

__ADS_1


" Loh kok kakak nggak ambil ikan nya?." Defano yg memperhatikan Faozan.


Dara melirik kearah Faozan saat mendengar perkataan Defano.


Ia baru ingat kalo Faozan tak makan yg berbau Daging.


" Nggak apa² dek.. kakak hanya lagi nggak pengen makan ikan." jawab Faozan.


Dara berniat bangkit dari tempat duduk nya.. ia ingat di kulkas selalu ada telur.. nggak ada salah nya jika ia memasakan satu buat Faozan.


Faozan mengerti niat Dara.. ia tau Dara pasti akan memberikan apa yg bisa ia makan.. karna itulah ia cepat² mencegah nya.


" Nggak usah sayang.. aku makan ini aja kok." kata nya tegas.. ia tak ingin merepotkan Dara.


" Kamu yakin mau makan sama kangkung dan sambel aja?." tanya Dara kemudian.


" Iya yakinlah.". sahut nya tersenyum.


" Nggak apa² kok Bu.. aku sudah biasa makan seada nya ini aja udah lebih dari cukup.. tanya aja Dara.. aku bahkan sering makan sama sambel mangga doank."


Dara mulai membuang pandangan nya kearah lain.. ia inget betul bagaimana penderitaan Faozan.. sering ia hanya makan mie instan doank lantaran tak ada nasi.. bukan karna tak punya beras tapi karna tak ada yg memasak.. karna penghuni rumah nya semua laki² dan sibuk dengan pekerjaan sendiri².


" Ah kamu jangan terlalu merendah begitu.. sudah Bu sana.. gorengkan ayam buat Nak Faozan.". Tutur Ayah nya Dara.


Ibu nya Dara bersiap untuk bangun dan ingin menggoreng ayam untuk Faozan namun Dara mencegah nya.


" Faozan nggak makan yg berbau daging Bu.. kalau ibu mau masak lauk untuk nya berikan saja triple T."


Kedua orang tua Dara menatap Dara bingung.. bukan karna mereka tak percaya kalo Faozan tak makan yg berbau daging.. tapi karna mereka tak tau apa itu tripl T.


" Triple T apaan Ra.". tanya Ibu nya Dara.

__ADS_1


" Tempe.. Tahu.. Telur.. selain itu nggak akan dia makan kecuali sambel dan sayuran." Dara menjelaskan.


" Oh.. ya sudah kalo begitu.. biar ibu dadarkan telur saja."


Dara mengangguk.. Ibu nya Dara pun memasak telur dadar buat Faozan.


Selesai makan malam Dara langsung pergi kekamar nya karna ia harus minum obat.


Defano juga pergi ke kamar nya apa lagi kalo bukan untuk main game.


Sementara orang tua Dara memeilih menonton tv di ruang tengah.


Faozan juga pergi ke kamar nya dan shalat isya.


Baru saja lepas isya Dara udah tertidur.. mungkin pengaruh obat.. padahal tadi nya ia ingin bicara banyak pada Faozan.. namun ia malah tertidur.


Faozan ingin sekali melihat Dara apa yg sedang ia lakukan.. tapi ia tak berani.. masa di rumah Calon mertua berani nyamperin anak gadis nya.. kan nggak sopan kesan nya..


Meski sebenar nya kedua orang tua Dara nggak akan keberatan sebab mereka tau.. Faozan dan Dara sudah sama² dewasa sudah bisa membedakan antara baik dan buruk nya.. apa lagi mereka berdua akan segera menikah.


Jadi kedua orang tua Dara memberikan kebebasan penuh pada mereka.


Namun bukan berarti mereka akan menyuruh Dara dan Faozan tinggal satu kamar.


Tapi kalo untuk sekedar ngobrol atau bercanda mereka nggak akan keberatan.


Saat ini Faozan merasa benar² mempunyai keluarga yg lengkap.. Ada kedua orang tua.. kakak.. Adik.. dan juga orang yg ia cintai.. kehangatan keluarga itu benar² membuat nya bahagia.


Seumur hidup nya ia baru merasakan di manjakan oleh seorang ibu.. merasakan pelukan seorang ayah..


Rasa nya ia sangat kerasan berada disana.. jauh lebih asyik dari pada dia berada di Lombok... namum tetap saja ia akan selalu rindu tanah kelahiran nya itu.

__ADS_1


__ADS_2