Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Dilema.


__ADS_3

Sepanjang malam Faozan terus memikirkan apa yg harus ia lakukan.. ia harus berbuat apa?.


Dia benar² tak tenang setelah tau kalau Dara kembali terkena kanker.


' Tuhan.. mengapa harus seberat ini ujian yg kau berikan pada nya.. apakah tak cukup kau memberi nya sakit yg parah.. hingga kau menguji nya lagi dengan penderitaan yg sama?.'


Sambil bergumam dalam hati Faozan menatap langit² kamar nya.. mata nya memang terasa ngantuk tapi sekejab pun ia tak bisa terlelap.


Ia terus berfikir dan berfikir hingga menjelang subuh barulah ia bisa terlelap sebentar.


Namun suara adzan membangunkan nya.. ia segera bangun untuk mandi dan menunaikan shalat subuh nya.


Jam 6 pagi dengan langkah lesu ia pergi ke tempat kerja nya.


Salah satu teman kerja nya menyadari kalau Faozan sedang tidak bersemangat dan terlihat lelah.


Dia adalah Alfian.. teman dekat Faozan yg berasal dari daerah yg sama dengan Faozan.. bahkan mereka sejak kecil.


" Zan... kamu kenapa kok lesu gitu?." tanya Alfian.


" Nggak apa² Ian." jawab nya datar.


" Udah nggak usah bohong dari semalam aku perhatikan kamu begitu murung.. ada masalah apa?."


Faozan menghela nafas dalam.


" Zan disini hanya ada aku dan paman Elan yg kamu kenal lalu kalau tak berbagi dengan kami akan cerita pada siapa kamu." sambung Alfian lagi.


" Ini tentang dia Ian."


" Ehmz.. pacar kamu?." tanya Alfian.. sebab ia tahu mengenai hubungan Dara dan Faozan.

__ADS_1


" Iya." Faozan mengangguk.


" Apa dia mengkhianati kamu lagi atau kalian berantem lagi."


" Lebih berat dari itu." kata nya lirih.


" Lalu apa?."


" Dia sakit dan 2 hari lagi dia harus dioperasi.. aku bingung ian apa yg harus aku lakuin.. jika kamu ada diposisi aku apa yg akan kamu lakuin Ian?." tanya Faozan meminta pendapat.


" Hah.. separah itukah sakit nya?." Alfian terkejut mendengar nya.


" Sangat parah Ian.. maka dari itu aku nggak bisa tenang."


" Kamu ingin berada disisi nya?." tanya Alfian.


" Iya."


" Lalu apakah kamu fikir dengan keberadaan mu dia akan cepat sembuh?."


" Tapi menurutku itu berlebihan Zan.. ingat teman kita pergi kerja kesini tidak mudah.. dan kamu mau nyianyiain begitu saja.. di luar sana banyak cewek yg lebih segala nya dari nya." Alfian nggak setuju dengan keinginan Faozan yg berniat untuk menemui Dara.


Faozan hanya terdiam.. benar yg dikatakan Alfian tapi ia juga salah.. memang benar mencari pekerjaan sangat sulit.. tapi mengabaikan orang yg ia sayang begitu saja juga tidak benar menurut nya.


Karna tak ada solusi yg sesuai dari Alfian.. Faozan bergerak menemui Paman Elan.


Paman Elan sudah bisa melihat raut wajah Faozan yg lesu dan tak bersemangat itu.


" Ada apa Zan?." Paman Elan bertanya to the point.


" Paman jika aku pulang apakah Paman bisa mengizinkan?." tanya nya.

__ADS_1


" Masalah itu Paman harus bicara pada Boss dulu Zan." Sahut nya seada nya.. karna ia tak bisa memutuskan.. memang benar Faozan bekerja di bawah pengawasan nya tapi masalah untuk pulang ia tak bisa memutuskan.. dia harus bicara pada atasan nya terlebih dahulu.


" Baiklah Paman.. tolong Paman bicarakan pada Boss.. apakah saya bisa izin pulang?."


" Nanti akan Paman bicara kan.. tapi ada apa Zan kenapa mendadak kamu mau pulang.. padahal dulu kamu yg begitu bersemangat untuk kerja?."


" Aku ada sedikit masalah yg harus aku selesaikan." jawab Faozan.


" Dengan Ibu mu atau kakek mu?" tanya Paman Elan.


" Bukan dengan mereka.. tapi untuk seseorang yg sangat berarti dalam hidupku.. dan saat ini dia sedang berjuang antara hidup dan mati." mata nya mulai berkaca² saat berkata demikian.


" Kamu begitu mencintai nya.. siapa dia kok Paman nggak tau."


" Aku sendiri bahkan belum pernah bertemu dengan nya.. karna itulah aku nggak bisa tetap disini Paman.. sebab kita tau dalam operasi ada dua kemungkinan antara sembuh dan mati." kali itu air mata nya mulai menetes.


" Paman mengerti.. Kamu pasti ingin melihat nya untuk pertama kali yg kemungkinan bisa menjadi terakhir kali nya juga."


" Iya." kata nya sedih.


" Mudah² an saja Boss mengizinkan.. Paman akan berdo'a semoga operasi nya berjalan lancar dan Dia bisa sehat kembali."


" Makasih Paman." Faozan memeluk Paman Elan dengan deraian air mata.


Tak lama setelah Foazan pergi.. Paman Elan juga pergi menemui Boss nya dan mengatakan ada salah satu anak buah nya yg mau izin pulang.


Boss nya pun sudah menjelaskan peraturan kerja dengan nya.. Yaitu jika seseorang izin pulang sebelum habis kontrak.. maka itu sama artinya dengan dia mengundurkan diri dari pekerjaan nya.. dan arti nya pula tak ada kompensasi dari PT tersebut.


Dengan berat hati.. Paman Elan harus menyampaikan itu pada Faozan.


Faozan benar² dilema.. apa yg harus ia lakukan.

__ADS_1


Mengorbankan pekerjaan demi Dara.


Atau mengabaikan Dara demi pekerjaan?.


__ADS_2