Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Mau Kah kamu menikah dengan Ku.


__ADS_3

Melihat Dara yg hanya terdiam.. Faozan mencoba bicara lagi.


" Sayang.. Apakah kamu bersedia menikah dengan ku?." tanya nya lagi.. sambil dengan menatap lurus ke arah Dara.


Dara menghela nafas dalam.


Ia melihat ke sekeliling dimana semua teman² nya berkumpul kecuali Dimaz yg tak tampak lagi.


Teman² nya sudah bersorak.


Terima.. terima.. terima.


Akhir nya Dara menanggapi dengan menganggukan kepala nya.. yg artinya ia bersedia menikah dengan Faozan.


Faozan langsung berdiri dan memasang cincin tadi di jari manis tangan kiri Dara.


Kemudian dengan berani ia memeluk Dara.


Dara hanya pasrah.


Setelah beberapa menit barulah Faozan melepas pelukan nya.


" Makasih ya.. aku janji insya Allah aku nggak akan pernah nyakitin kamu." sambil berkata Faozan menyangga kedua belah pipi Dara dengan kedua tangan nya.. senyuman bahagia tampak jelas di wajah Faozan.


Dara mencoba tersenyum meskipun hanya setengah hati... lantaran ia harus mengubur semua impian nya.


" Aku yg harus berterima kasih pada mu.. untuk semua kejutan ini.. dan makasih juga buat teman² yg udah bantuin Faozan nyiapin ini semua.. aku bahagia mempunyai kalian disisiku."

__ADS_1


tutur Dara seadanya.


" Iya iya.. semoga langgeng ya." ucap semua teman² Dara.


" Aamiin.". sahut Faozan & Dara bersamaan.


" Tapi kapan nih rencana nya?.". tanya Rama.


" Tunggu keputusan Ayah dan Ibu dulu." Faozan yg menanggapi.


" Oh.. tapi kamu sudah bicarakan pada kedua orang tua nya Dara." tutur Dessy.


" Iya Des.. dan mereka sudah setuju.. hanya saja kita belum bahas masalah ini secara matang.. sebab Dara masih belum pulih betul." lagi² Faozan yg menjawab.


Dara yg dari tadi tak melihat Dimaz hanya diam.. ia tak tau kemana pergi nya Dimaz.


" Tadi kata nya dia ada urusan jadi pulang dulu.. ntar kesini lagi kok jemput kita²." jawab Cintya.


" Udah pasti dia nggak akan sanggup liat semua ini Ra." bisik Dessy.


Dara hanya tersenyum getir.


" Eem Gedok.. rencana nya kamu disini akan berapa lama?." Dara mulai mengalihkan topik pembicaraan lagian dia belum sempat bertanya mengenai itu pada Faozan.


" Belum pasti sayang.. tergantung keputusan Ayah dan Ibu.. karna nggak mungkin kan aku kembali ke Lombok sebelum kita menikah."


" Eem." Gumam nya.. sambil mengangguk² kan kepala nya.

__ADS_1


Faozan heran kenapa dari wajah nya Dara sama sekali tak terlihat bahagia.


Dia tak menyangka akan mendapat respon yg biasa saja dari Dara.


Fikir nya Dara pasti sangat bahagia.. tapi disini Dara justru terlihat bimbang dan bingung.


" Teman² giman kalo besok setelah nganterin Dara ke RS buat buka perban kita jalan².. itung² sebagai perpisahan kita.. karna bentar lagi bakal ada yg merried nih." Dessy mulai bicara.


" Boleh juga tuh Des.". sambung Candra.


" Aku juga setuju." Sahut Rama.


" Gimana Ra.. Zan.. kalian mau nggak?."


" Boleh." jawab Dara.


" Dan kamu Zan?." tanya Dessy lagi.


" Kalo Dara setuju.. kenapa aku nggak.. aku akan ikut kemana pun ia pergi." Sahut Faozan.


" Meski keneraka sekalipun." tegas Dara.


" Iya asal bersama mu."


" Udah² jangan bikin kami baper." Celetuk Rama.


Akhir nya mereka semua tertawa.. hingga tak lama setelah itu Dimaz kembali datang.

__ADS_1


Dengan perasaan berat hati ia mengucapkan selamat kepada Dara.. dan meski belum bisa ia mencoba ikhlas.. selama Dara bahagia.. maka dia juga akan turut bahagia.


__ADS_2