Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Pertanyaan Konyol.


__ADS_3

Dara tak menjawab pertanyaan Faozan tadi.. sebagai ganti nya Dara malah mulai berbaring dan meletak kan kepala nya di paha Faozan... dengan pandangan mata nya yg masih setia menatap wajah sang suami.


Faozan tersenyum melihat tingkah manja Dara.


" Sayang." panggil Dara lembut.


" Iya." sahut Faozan juga tak kalah lembut nya.. sambil menatap wajah sang istri yg tengah tiduran di pangkuan nya.


" Aku boleh minta sesuatu nggak?." Tanya Dara.


" Apa sich yg nggak buat kamu.. selama aku mampu." jawab Faozan.


" Iya.. aku juga nggak akan minta yg aneh aneh kali." tutur Dara jutex.


" Ya udah kamu mau apa?." Faozan bertanya penasaran.. ia tak tahu apa yg di inginkan istri nya itu.


" Aku mau kamu berjanji.. semarah apapun kamu.. jangan pernah berkata kalo kamu mau kita pisah.. apa lagi kalo sampe bilang cerai." itu permintaan Dara.


" Iya aku janji sayang.. sumpah." sambil berkata Faozan mengangkat dua jari nya membentuk huruf V.


" Baiklah aku pegang janji kamu.. ingat jika masih terulang maka jangan salahkan aku bila aku lebih memilih pergi dari mu." Ancam Dara.


" Insya Allah nggak akan terulang lagi.. namun jika benar terulang maka kamu bebas mau berbuat apapun." sahut Faozan meyakin kan Dara.


" Iya aku percaya kamu.. bukan apa apa ya Gedok.. tapi itu semua demi kebaikan kita juga.. karna seperti kata mu tadi.. satu kata Cerai dari mu.. maka jatuh lah talak 1 pada ku.. sebab kamu itu laki laki & suami ku.. berbeda dengan aku.. kalo aku mah nggak peduli aku berkata ingin kita bercerai setiap detik itu nggak akan ada pengaruh nya dalam hubungan kita." jelas Dara panjang lebar.


" Iya sayang.. aku ngerti kok." sahut Faozan apa ada nya.


" Dan iya satu lagi." kata Dara.


" Apa?." tanya Faozan mulai penasaran.


" Tolong berbaikan lah sama Fian.. dia itu teman mu.. selain itu dia juga nggak salah.. kan sebelum nya kamu sendiri yg bilang.. anggap saja kami bertiga itu jomlo semua.. dan anggap lah jika disana tak ada istrimu." tutur Dara pelan.. takut Faozan marah.


Faozan menghela nafas dalam.


" Baiklah.. besok aku akan meminta maaf pada Fian.. aku juga sadar telah terlalu kasar pada nya." sahut Faozan.


Dara tersenyum mendengar nya.


" Entah mengapa kadang aku sendiri tak mengerti dengan diriku.. sebenar nya aku tak ingin bertengkar dengan Fian tadi siang.. aku bahkan sangat tak menginginkan kalo aku akan menyakiti nya... tetapi saat kamu lebih membenarkan Fian.. aku benar benar tak bisa terima itu.. rasa nya dada ku seolah mau meledak saat itu juga." Faozan berkata dengan nada suara yg amat tertekan.


" Sayang.. aku sama sekali tidak membela Alfian.. aku hanya ingin kamu menyadari kalo kamu itu terlalu berlebihan menilai teman mu.. kan saat itu Fian nggak tau kalo aku istrimu." Dara mencoba memberi pengertian pada Faozan.


" Iya aku juga sudah memahami itu." Jawab Faozan seada nya.


" Baguslah kalo begitu.. & Ku harap kamu nggak mikir yg tidak tidak tentang aku & Fian." tegas Dara.


Faozan hanya mengangguk.


" Eem boleh aku tanya lagi nggak?." Dara mulai berkata lagi.


Faozan lagi lagi mengangguk.. dengan tangan nya yg terus membelai lembut rambut Dara.

__ADS_1


" Kenapa sich kamu begitu cemburuan?."


Pertanyaan Dara kali itu sontak membuat Faozan langsung mengatupkan mulut nya.


Sebab dia sendiri nggak tau kenapa dia begitu mudah cemburu.


Melihat Faozan yg hanya membisu.. Dara berkata lagi.


" Kok nggak di jawab?." tanya Dara heran.


" Aku bingung mau jawab apa sayang.. karna aku sendiri nggak tahu kenapa bisa sich aku seposesif ini terhadap mu.. padahal dulu aku nggak kayak gini loh.. jujur saat aku masih pacaran sama Evita.. bahkan saat dengan mata kepalaku sendiri aku melihat dia bermesraan dengan cowok lain aku masih bisa tenang.. tapi entah mengapa jika aku melihat mu sedikit saja dekat dengan lelaki lain.. aku kehilangan kendali.. ini juga yg membuatku tak mengerti.. harus dengan cara apa aku mengatasi semua ini?." jawab frustasi.


Dara jadi tak enak hati.


" Eem aku tahu?." sahut Dara.


" Tahu apa?.. tahu cara mengatasi nya?." tanya Faozan gesit.


" Bukan." Dara menggelengkan kepala nya.


" Lalu?." Tanya Faozan bingung.


" Kenapa kamu bisa posesif gini." sahut Dara santai.


" Apa penyebab nya.". tanya Faozan.


" Karna kamu terlalu mencintaiku.. ahahaha." perkataan yg diakhiri dengan tawa oleh Dara.


" Itu memang benar." jawab Faozan.


" PD amat sich aku."


" Tapi emang benar loh.. rasa takut akan kehilangan dirimu membuatku terkadang tak bisa menilai mana yg benar dan mana yg salah.. kamu tahu kan sejak kecil aku hanya di besarkan dan dirawat oleh kakek nenek.. itupun bersama saudara saudara ku yg lain.. jadi aku ngerasa kalo aku benar benar tumbuh dalam penderitaan.. karna bukan hanya kekurangan kasih sayang & perhatian tapi aku juga kekurangan dalam hal apapun... hingga saat aku mengenal mu.. kamu memberiku perhatian.. memberiku nasehat.. mengarahkan ku ke jalan yg benar.. bahkan memberiku cinta dan kasih sayang.. serta memberikan ku sebuah kelurga yg utuh.. bersama mu & keluarga mu aku merasa hidup ku benar benar sempurna... kamu ingat kan aku hanya punya satu impian.. yaitu memiliki sebuah keluarga yg utuh dan bahagia.. yg telah aku dapatkan saat ini.. hingga aku tak ingin ada orang lain yg mendapat kan hal yg sama dari mu.. aku hanya ingin menjadi satu satu nya bagi mu.. bukan salah satu nya.. & aku juga tak ingin membagi mu.. apalagi terbagi.. maaf kan aku jika aku egois." sahut nya panjang lebar.


Itulah yg Ia rasakan.


Dara jadi terharu mendengar nya.


" Kamu nggak perlu khawatir... Baik itu kemarin.. esok dan seterus nya bahkan selama nya.. aku hanya akan menjadi milikmu... aku janji hanya kematian yg akan memisahkan kita." Dara lebih meyakinkan lagi.


"Makasih." sahut nya terharu.. hingga ada titik bening yg terlihat di bola mata nya yg teduh itu.


Sesekali ia meremas telapak tangan Dara yg sejak tadi berada dalam genggaman tangan nya.


Bahkan kali itu bukan cuma meremasnya lembut.. Faozan malah mengecup nya beberapa kali.


" Macama cayang ku." sahut Dara manja... persis seperti anak kecil.. yg membuat Faozan makin gemes melihat nya.


Faozan menatap wajah Dara dengan sangat dalam.. pandangan nya terhenti di bibir merah muda yg terlihat sangat sexy itu.


Dara juga hanya menatap kedua bola mata yg menjadi penyejuk hati nya itu.. entah kenapa saat menatap bola mata itu.. semarah apa pun dia.. maka dengan sendiri nya Dara akan langsung luluh.


Faozan makin mendekatkan wajah nya ke wajah Dara.. dan saat hampir saja bibir mereka bertemu.. Faozan mengurungkan niat nya untuk mengecup dan melumat bibir itu.

__ADS_1


Dara hanya menatap nya dengan pandangan yg seolah bertanya.. kenapa?.


Melihat Dara hanya terdiam menatap nya.. Faozan mulai berbicara.


" Boleh aku mencium mu?."


Perkataan Faozan membuat Dara tak bisa menahan tawa nya.. hingga tawa nya pecah memenuhi ruangan itu.


" Kok malah ketawa." Tanya Faozan heran.. seolah dia tak menyadari kekonyolan nya itu.


Dara tak menjawab pertanyaan Faozan.. dan dia masih terus tertawa.


Hingga Faozan mulai mendengus kesal..


Menyadari reaksi sang suami Dara menghentikan tawa nya..


Dia mengambil nafas dalam...


" Sorry.". tutur Dara kemudian..


" Habis nya kamu lucu sich." lanjut Dara lagi.. dengan tertawa pelan.


" Lucu nya tuh diamana coba?." Tanya Faozan.


Ini orang bodoh atau bego sich?.. Ehehehe.


" Siapa aku?." Dara menjawab pertanyaan Faozan dengan bertanya balik.


" Istriku.". jawab nya tegas.. namun Faozan masih tetap bingung.


" Pinter."


"Baru tahu." jawab nya sombong.


" Kamu itu sebenar nya pinter... tapi kenapa kamu melontarkan pertanyaan sebodoh & sekonyol itu."


" Maksud nya?." Faozan bertanya makin bingung.


" Kan tadi kamu bilang aku ini istrimu.. lalu kenapa kamu bertanya hanya untuk mencium ku.. bukan kah...." belum sempat Dara menyelesaikan bicara nya..


Faozan sudah membungkam bibir Dara dengan bibir nya... tapi hanya untuk beberapa detik saja.


" Aku bertanya takut nya kamu nggak mau karna tadi siang kita habis bertengkar.. tapi mendengar perkataan mu barusan aku yakin kamu nggak akan marah." Faozan mulai bicara.


Dara hanya menatap wajah Faozan dengan tersenyum manis..


Yg membuat Faozan makin tak sabar untuk melahap istri nya itu.


Hingga tanpa banyak bicara.. Faozan kembali mengecup bibir Dara.. dengan lembut dan penuh gairah..


Malam itu mereka berdua melewati malam panjang mereka dengan terus bercinta.


Hingga kedua nya tertidur lelap.

__ADS_1


__ADS_2