Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Permintaan Sulit.


__ADS_3

Hari terus berlalu.. sama seperti kemarin² Dara dan Faozan masih sering komunikasi layak nya mereka adalah pasangan kekasih.


Itu juga lah yg terjadi saat ini.


Faozan.


" Sayang." panggil nya.. ia tetap memanggil nya sayang.. karna kata itu tak bisa lepas dari bibir nya saat ia bicara dengan Dara.. dan sampai saat ini Dara sendiri juga tak keberatan.


Dara.


" Iya." sahut Dara.


Faozan.


" Boleh aku nanya?."


Dara.


" Silahkan."


Faozan.


" Sejauh ini kamu masih mau bicara sama aku.. padahal kamu sudah punya calon suami.. bahkan kamu rela meski harus bicara diam² tanpa sepengetahuan tunangan mu itu.. lalu bagaimana jika ia tau hal ini apakah kamu tak merasa takut?."


Dara.


" Ngapain aku takut.. aku bukan pencuri yg ketahuan Polisi." Dara menanggapi dengan bercanda.


Faozan.


" Iiiih kamu mah.. aku lagi serius nih." tegas nya.


Dara.


" Aku nggak takut.. ngapain aku takut.. kalau ia tak suka gampangkan tinggal ia batalin aja pernikahan ini.. kamu kan tau kalau aku ini keras kepala.. aku hanya akan ngelakuin apa yg aku mau."


Faozan.

__ADS_1


" Iya aku tau kamu itu keras kepala.. tapi yg nggak aku ngerti kenapa kamu mau mempertaruhkan hubungan pertunangan mu cuma buat menuruti kemauan aku?."


Dara.


" Aku rasa tanpa aku jelasin pun kamu pasti tau.. apa lagi alasan nya kalau bukan karna aku sayang sama kamu." Dara menjawab apa ada nya.. " Sebenar nya aku sudah berusaha keras buat bisa ngelupain kamu supaya aku nggak makin menyakiti mu.. namun tetap saja aku nggak bisa."' lanjut nya.


Faozan.


" Kalau kamu benaran sayang pada ku lalu kenapa kamu terima lamaran dia?."


Dara.


" Karna aku nggak mau nyakitin dia sebab aku juga sayang pada nya."


Faozan.


" Lalu apakah kamu fikir aku nggak sakit?.. apakah kamu fikir aku nggak terluka?.. Aku yg lebih terluka dari nya.. karna aku yg lebih dulu bersama mu.. tapi kamu memilih dia.. kenapa?.. apa karna ia orang kaya."


Dara.


" Kamu salah kalau berfikir demikian ia bukan orang kaya.. justru ia adalah seorang anak yatim."


Faozan.


Dara.


" Entahlah kalau masalah itu aku sendiri nggak tau."


Faozan.


" Suatu saat kamu pasti tau dan merasakan nya kalau rasa sayang nya tak sebesar rasa sayangku pada mu."


Dara tak memberi komentar apapun atas kata² Faozan tadi.. karna tak ada respon dari Dara.. Faozan mulai bicara lagi.


Faozan.


" Apa kamu yakin kalau kamu masih sayang pada ku?." tanya nya tegas.

__ADS_1


Dara.


" Banget."


Faozan.


" Lalu apakah kamu mau berkorban untuk ku?."


Dara.


" Insya Allah."


Faozan.


" Kalau begitu batalin pernikahan kamu.. karna sungguh aku nggak bisa melihat mu bersama orang lain."


Dara.


" Itu nggak mungkin."


Faozan.


" Kenapa?.. apakah karna kata² sayang mu itu hanyalah untuk menghiburku saja."


Dara.


" Sumpah aku sayang sama kamu... tapi untuk membatalkan pernikahan ini itu nggak mungkin karna kalau itu aku lakukan bukan cuma keluarga nya yg malu tetapi kedua orang tua juga akan sangat marah."


Faozan.


" Itu artinya kamu nggak mau berkorban untuk ku.. dan itu karna kamu nggak benar² cinta padaku."


Dara.


" Tolong jangan buat aku diposisi yg sangat sulit seperti ini." pinta nya lirih.


Faozan.

__ADS_1


" Baiklah.. itu artinya memang sudah nggak ada harapan lagi bagiku."


Dara terdiam lagi.. ia tak tau harus bicara apa.. ia benar² bingung.. bagaimana bisa Faozan punya fikiran gila seperti itu.


__ADS_2