Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Pilihan Dara


__ADS_3

Karena Dara hanya diam saja, Faozan kembali berbicara.


Faozan.


" Aku tau ini nggak akan mudah buat kamu, maka dari itu aku akan kasih kamu waktu untuk berfikir, aku tunggu jawaban kamu besok saat aku telpon kamu waktu sahur." itu kata nya lagi.


Dara.


" Iya." hanya kata itu yg bisa diucapkan Dara.


Faozan.


" Ya sudah, ini udah malam, kamu juga udah ngantuk kan, tidur lah, besok saat sahur aku telpon kamu."


Dara.


" Baik Boss.". jawab Dara.


Faozan.


" Jangan lupa fikirkan juga jawaban nya." ia mengulangi lagi.


Dara.


" Iya."


Faozan.


" Ya udah, sekarang kamu tidur sana, inget jangan telponan atau chatt ama orang lain lagi."'


Dara.


" Eem,,, ya udah aku tidur ya."


Faozan.


" Iya, selamat malam, Asalamualaikum."


Dara.


" Waalaikum sallam."


Setelah mendengar jawaban Dara, Faozan langsung memutus telpon nya, kemudian ia tidur, begitu pula dengan Dara.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Jam 03:00 Dara di kagetkan oleh suara dering ponsel nya, ia sudah bisa menebak bahwa itu pasti Faozan yg menelpon, memang sejak masuk bulan suci Ramadhan, Faozan selalu telpon saat ia selesai sahur, Faozan biasa selesai sahur jam 04 WITA, yg arti nya pula pukul 03 WIB.


Dengan segera Dara menerima panggilan tersebut.


Dara.


" Hallo." Suara Dara terdengar lemas karna baru bangun tidur.


Faozan.


" Sahur, sahur, ayo bangun." itulah yg selalu di katakan Faozan saat ia membangunkan Dara sahur.


Dara.


" Iya, kamu udah sahur?." Dara menjawab dan juga bertanya.


Faozan.


" Sudah donk, maka nya ayo bangun, cuci muka sana."


Dara


" Hee..em, aku cuci muka dulu ya." usai berkata Dara meletak ponsel nya dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka, setelah selesai ia kembali ke kamar dan mengambil ponsel nya lagi.


Dara.


" Hallo." Dara mulai bicara lagi.


Faozan.


" Udah selesai cuci muka nya?.". Faozan bertanya.


Dara.


" Iya." jawab Dara singkat, kemudian ia mengambil sebuah botol air minum yg memang ada di dalam kamar nya itu, dan ia mulai minum.


Faozan.


" Kamu nggak masak buat sahur?." tanya Faozan lagi.

__ADS_1


Dara.


" Nggak, soal nya Ibu udah masak tuh."


Faozan.


" Baiklah kalau begitu, bisa kita bahas masalah kita yg semalam?."


Dara.


" Tentu." jawab nya benar² nggak semangat, karna selain ngantuk, ia juga merasa lelah bahkan bingung.


Faozan.


" Gimana apa kamu sudah tentukan pilihan?." Faozan langsung bertanya ke pokok permasalahan.


Dara.


" Iya." sahut Dara, apa boleh buat, siap nggak siap kalau Faozan ingin jawaban nya sekarang dia udah nggak bisa menunda² lagi.


Faozan.


" Apa keputusan mu?, tetap ingin bertahan dengan ku, atau kamu lebih memilih dia."


Untuk beberapa detik tak terdengar sahutan dari Dara, ia benar² bingung, siapa yg harus ia pilih, Andrian yg sudah jelas di depan mata nya namun ia belum mencintai nya, atau kah Faozan yg sama sekali tak pernah ia tatap wajah nya secara langsung, tapi ia sudah begitu menyayangi nya. Andrian yg bisa di bilang punya segala nya, namun sedikit angkuh, atau kah Faozan yg hanya orang biasa tapi selalu rendah diri.


Karna belum mendengar sepatah katapun dari Dara, Faozan mulai bicara lagi.


Faozan.


" Hallo, kamu dengar aku kan?." suara itu menyadarkan Dara dari lamunan nya.


Dara.


" Iya iya aku dengar kok."


Faozan.


" Lalu apa jawaban mu?."


Dara.


" Apa harus sekarang juga."


Faozan.


Dara mengambil nafas dalam, dan menghembuskan pelan, untuk kemudian barulah ia menjawab.


" Bismillah hirahman nirrahim." ucap Dara dalam hati, " semoga aku nggak salah."


Dara.


" Aku sudah memutuskan, aku ingin hubungan kita tetap berlanjut." jawab Dara seada nya, ternyata ia lebih menuruti kata hati nya dari pada fikiran nya.


Faozan.


" Kamu yakin?."


Dara.


" Iya aku yakin, tapi kenapa kamu bilang begini, apakah kamu udah..." perkataan Dara langsung di sergap Faozan.


Faozan.


" Kalau aku sudah nggak sayang, ataupun suka sama kamu, nggak mungkin aku kasih kamu pilihan, aku pasti udah ngilang begitu aja, tapi meski aku ingin aku nggak bisa melakukan nya, karna hati ini nggak bisa kehilangan kamu." Dara tersenyum getir, kadang ia sendiri bingung dari mana Faozan tau, kalau ia ingin bilang apakan Faozan udah nggak mau.


Dara.


" Eh, aku bahkan belum selesai bicara loh, tapi kamu udah menyela aja, tapi jawaban kamu benar kok, eheehe."


Faozan.


" Iyalah aku udah tau jalan fikiran kamu."


Dara.


" Apa kamu ini dukun?."


Faozan.


" Eh sembarangan, nggak lah."


Dara.


" Kalau begitu kamu pasti pencuri, pencuri hati ku."

__ADS_1


Faozan.


" Ahaha, kamu bisa lebay juga ya."


Dara.


" Kan kamu yg ngajarin."


Faozan.


" Nggak pernah tuh."


Dara.


" Nggak pernah sekali, tapi sering kali."


Faozan.


" Ehehe, Oh iya kalau kamu beneran ingin hubungan kita terus berlanjut, aku punya syarat nya."


Dara.


" Apa itu."


Faozan.


" Mulai saat ini, kamu nggak akan aku izinkan buka FB kamu sendiri, aku akan ganti sandi nya dan aku nggak akan kasih tau kamu, kalau kamu mau buka FB, buka aja FB aku, dan yg kedua, kamu harus jauhin itu yg nama Andrian."


Dara.


" Hanya itu doank, atau masih ada lagi."


Faozan.


" Ada, yaitu kamu nggak boleh bohong lagi sama aku, kalau sama orang lain mah bebas, yg penting jangan bohong sama aku."


Dara.


" Iya aku akan usahain untuk selalu jujur ama kamu."


Faozan.


" Janji ya."


Dara.


" Iya janji, apa kamu puas."


Faozan.


" Belum, aku akan puas kalau kamu sudah jadi istri aku."


Dara.


" Udah ah, aku mau sahur dulu, ntar keburu imsak lagi.". Dara langsung mengalih topik pembicaraan.


Faozan.


" Ya udah sana, selamat sahur sayang, Eemmuuaachh."


Dara.


" Apaan sih, puasa tau."


Faozan.


" Belum imsak kok, lagi pula jauh."


Dara.


" Suka² kamu lah, ya udah aku sahur dulu ya."


Faozan.


" Iya, Aku juga mau siap² buat shalat subuh."


Dara.


" Oke, yg khusuk shalat nya, oh iya mau di matiin atau nggak nih telpon nya."


Faozan.


" Nggak usah biarin aja."


Karna mendengar jawaban Faozan yg demikian Dara hanya meletakan ponsel nya di kamar tanpa memutus panggilan, untuk kemudian ia pun berlalu kedapur untuk sahur bareng keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2