Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Frustasi


__ADS_3

“Tolong jangan sakiti suami dan adik ku.. aku janji akan menuruti kemauan mu.” sahut Dara dengan rasa putus asa.


Apalah daya.. dia tak mungkin mengorbankan suami dan adik nya hanya demi ego nya.


“ Nah gitu donk.” Andrian tersenyum puas.. karna akhir nya Dara menyerah.


“ Kalo gitu mulai sekarang kamu harus bersama ku saat di kampus.. dan saat nanti Ultah ku.. kamu harus mau aku kenalkan pada kedua orang tua ku sebagai calon istri ku.”


Hanya air mata yg bisa mengungkap kan perasaan Dara saat itu.


Rasa nya dia benar frustasi.. mana mungkin dia bisa bersikap mesra pada lelaki yg bukan suami nya.. tapi dia juga tak ingin orang orang yg dia sayang menjadi korban kekejaman Andrian.


“ Ya Allah mengapa aku harus bertemu dengan pria tak punya hati seperti Andrian itu Ya Allah. ” gumam Dara dalam hati.. sambil terus berjalan kembali ke kelas.


Tiba di kelas tak ada sepatah kata pun yg keluar dari mulut Dara.. yg membuat Rasti menjadi bingung.


Apa lagi saat Rasti bertanya Dara hanya menggelengkan kepala nya saja.


Sampai pulang pun Dara hanya terdiam.


Faozan dan seluruh keluarga pun heran dengan perubahan sikap Dara.


Tetapi mereka tak tahu apa yg terjadi.

__ADS_1


Hingga demi untuk mencari tahu.. malam itu usai shalat isya Faozan mencoba bertanya lagi pada Dara.


Saat itu Dara tengah berdiri menatap keluar jendela.. menatap indah nya bintang bintang di langit.


Faozan memeluk nya dari belakang sambil berkata.


“ Ada apa sich.. kok kelihatan nya kesayangan aku ini galau banget?.” tanya Faozan lembut.


Dara berbalik dan langsung memeluk Faozan.. butir butir bening mulai mengalir membasahi pipi nya.


“ Hey.. kok kamu malah nangis ada apa sich?.” Faozan langsung bertanya menyadari Dara mulai menangis.


“ Nggak apa apa kok... maaf ya karna dari tadi aku hanya sibuk dengan pemikiran aku sendiri.. aku bahkan tak menawarkan makan atau pun minum kepada mu.. maaf untuk itu.” sahut Dara kemudian.


Berharap Dara akan bercerita masalah nya.


Namun sepatah kata pun Dara tak akan membahas nya bersama sang suami.


Sebab jika dia berkata jujur.. maka Faozan pasti hilang kendali dan itu arti nya pula bahaya semakin dekat dengan nya.


Dara tahu benar sifat Faozan.. dimana ia tak takut mati jika dia merasa benar.


Sementara Andrian.. dia seorang pria yg kejam.. jika dia sudah marah.. tak ada ampun bagi lawan nya.

__ADS_1


Hal itulah yg tak Dara ingin kan.. sebab dia nggak mau kehilangan suami nya.


“ Aku nggak ada masalah apa apa kok sayang.. hanya saja aku sedikit stres mikirin kuliah aku.” Dara mencoba mencari alasan.


“ Yakin?.” tandas Faozan sambil menatap tajam mata Dara.


Dara hanya mengangguk dan mencoba tersenyum.. untuk membuat sang suami percaya kalo dia memang tak ada masalah.


“ Ya sudah kalo gitu.. ayo kita tidur.. udah malam.. besok kamu juga ada mat kuliah pagi kan.” tutur Faozan kemudian.


Lagi lagi Dara hanya mengangguk.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Selama 2 minggu ini Dara selalu menuruti kemauan Iyan.. demi keselamatan adik & juga suami nya.


Nanti malam adalah malam pesta perayaan Ultah Andrian.


Yg artinya mau tak mau dia harus pergi bersama Andrian.


Lalu apa yg harus Dara kata kan pada Faozan.. nggak mungkin dia bilang mau menghadiri Ultah Andrian karna Faozan pasti tak mengizin kan.


Tapi mau tak mau juga dia tetap harus izin pada Faozan.

__ADS_1


__ADS_2