Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Terbongkar.


__ADS_3

Hari terus berlalu.. telah 2 minggu ini keluarga dan teman² Dara selalu bercerita tentang yg terjadi selama 2 tahun terakhir ini.. akan tetapi tak satu pun yg mampu Dara ingat.


Mungkin kah Dara akan melupakan kenangan itu selama nya?.


Entahlah.. hanya Tuhan yg tahu.


Hari itu pagi² sekali Dara telah bersiap² untuk pergi.. ia akan menemui Satya.. karna memang sejak kecelakaan itu Dara & Satya selalu komunikasi lewat telpon.


Tapi hari ini Satya ingin mengajak Dara bertemu.. & Dara pun setuju.


Karna setiap kali bicara Satya selalu mengarang cerita palsu tentang hubungan mereka.. bahkan Satya bilang pada Dara kalo Faozan itu lelaki pilihan orang tua nya.


Itulah yg membuat Dara selalu bimbang.. siapa yg harus ia percayai.


Namun karna Dara belum bisa mengetahui siapa yg benar & salah nya.. ia hanya mencoba melakukan apa yg menurut nya benar.. & itulah yg terjadi hari itu.


Saat Dara berniat untuk pergi.. Faozan melihat itu & langsung bertanya pada Dara.


" Kamu mau kemana?." Tanya Faozan yg melihat Dara telah berpakaian rapi.


" Aku mau kerumah teman.". Dara berbohong supaya Faozan tak melarang nya.


" Oh iya.. Cintya.. Dessy.. Rama.. Candra.. atau Dimaz.. yg mana?." Tanya Faozan lagi.


" Dessy." Jawab nya.. karna memang rumah Satya & Dessy tidak jauh.. bahkan Satya itu merupakan kerabat jauh Dessy.


" Mau aku antar?." Faozan menawarkan diri.


" Nggak makasih aku bisa pergi sendiri." sahut Dara datar.


Karna Dara menolak.. Faozan membiarkan Dara pergi sendiri.. tapi diam² dia meminjam sepeda motor Daniel kakak nya Dara.. karna Faozan ingin tau benar kah yg ditemui nya itu Dessy atau justru orang lain.. tak heran jika Faozan tak percaya sebab saat Satya menelpon Dara ia selalu tau.


Hanya saja Faozan memilih diam lantaran ia tak mau berdebat dengan Dara.. sebab kondisi Dara lagi tak stabil.


Ternyata Dara tidak lah pergi kerumah Dessy.. melainkan menemui Satya.


Faozan menyaksikan dengan mata kepala nya sendiri kalo Dara telah berbohong pada nya.


Faozan memarkirkan motor nya di depan rumah Dessy & memilih berjalan kaki menuju kediaman Satya.


Di lihat nya Satya & Dara akan memasuki mobil milik Satya.. itu artinya Satya akan mengajak Dara pergi.. tapi entah kemana.. Faozan tak tahu.


Jangan² Satya berniat mencelakai Dara.. itulah yg terbesit dalam fikiran Faozan hingga lekas² ia menghampiri Satya & Dara.

__ADS_1


" Dara kamu nggak perlu ikut dengan nya." Faozan langsung bicara begitu berada di dekat mereka.


Satya & Dara menoleh kearah sumber suara berasal.. & kedua nya benar² terkejut mendapati Faozan telah berdiri di belakang mereka.


" Kamu nggak punya hak untuk melarang Dara.". Satya langsung menjawab.


" Aku punya hak.. karna Dara adalah Calon istriku.. & aku tak akan pernah membiarkan Calon istriku pergi dengan seorang pria sepertimu." Tutur Faozan kesal.


" Diamlah kamu Faozan.. " Bentak Satya..


" Kamu yg harus nya diam." Kata Faozan tak kalah keras.


Tapi Satya tak memperdulikan ucapan Faozan.. sebagai ganti nya Satya malah meraih tangan Dara untuk menyuruh nya masuk kedalam mobil.


Dara pun tak menolak.. melihat hal itu Faozan benar² kehilangan kontrol.. maka langsung saja.


Buuuukk.. Buukk.. Bukk..


Faozan memukul Satya.. Satya tak akan tinggal diam di perlakukan demikian.. hingga ia juga membalas Faozan.


Maka terjadilah perkelahian antara kedua nya.


Mau tak mau Dara mencoba melerai mereka..


Namun cepat² Dara menghentikan nya dengan cara berdiri didepan Faozan.


" Stop.". Teriak Dara.


Satya yg melihat Dara telah di hadapan nya menghentikan aksi nya.. sebab ia juga tak mungkin memukul Dara.


" Aaahhhggggrrhh." Satya melampiaskan kemarahan nya dengan memukulkan tangan nya di bagian depan mobil nya sendiri.. hingga tangan nya berdarah.


Dara yg melihat itu menjadi tak tega.. hingga ia berusaha untuk menghentikan Satya.


" Cukup Satya.. jangan sakiti dirimu sendiri." Tutur Dara lembut.. sambil meraih tangan Satya yg mulai berdarah itu.


" Tidak Ra.. jangan hentikan aku.. jika kamu masih akan bersama dengan nya.. maka lebih baik aku mati saja." Jawab Satya dengan nada mengancam.


" Mau mati.. oh silahkan.. atau kalo kamu mau aku akan mempermudah nya." Faozan yg menanggapi demikian.


" Hentikan Faozan." Teriak Dara.. ". Sudah cukup kamu ikut campur urusan pribadi ku.. sekarang kamu pulang lah.. sebelum kesabaran ku benar² habis."


" Aku nggak akan pulang jika kamu tak pulang." Tegas Faozan.. kemudian ia menarik tangan Dara.. untuk membawa nya pulang.

__ADS_1


Namun dari sisi yg satu nya lagi.. Satya juga menahan nya.


" Kamu nggak boleh pulang dengan nya Ra.. dia akan menyakiti mu." Satya mulai menebar Fitnah.


" Jangan fitnah kamu Satya.. kamu sendirikan yg ingin menyakiti Dara." Bentak Faozan sambil menarik tangan Dara.


Namun karna Satya juga menarik nya.. yg terjadi adalah saling tarik menarik.. jika saja Dara itu kertas atau sesuatu yg cepat hancur maka dia sudah lama hancur.


Namun karna Dara adalah manusia.. dia hanya bisa merasakan sakit belum hancur.


" Apa yg kalian lakukan.. kalian menyakiti ku." sentak Dara mencoba melepas kan tangan dari kedua pria itu.


" Ikutlah dengan ku Ra." pinta Satya.. sambil sekali lagi meraih tangan Dara.


" Kamu akan menyesal jika sampai kamu membawa Dara pergi Satya." Ancam Faozan.


" Apa maksud mu." Satya bertanya dengan nada marah.


" Jika kamu berfikir kami tak tahu yg kamu lakukan pada Dara.. maka kamu salah besar Satya.. kami tau semua nya bahwa karna mu lah Dara mengalami kecelakaan." Karna marah Faozan mengatakan apa yg selama ini ia sembunyikan dari Dara.


Iya itulah kebenaran nya.. Saat Aldy mencoba menyelidiki kasus kecelakaan Dara beberapa bulan yg lalu.. ia sempat bertemu dengan seorang saksi mata yg melihat langsung kejadiab itu.. Dan ia mencatat plat mobil yg menabrak Dara kemudian kabur tanpa pertanggung jawab an.


Dan setelah di selidiki lebih lanjut.. mobil yg memakai plat yg tercatat tak lain adalah mobil yg di miliki Satya.


Tapi mereka sengaja belum bertindak.. sebab mereka ingin menunggu kesaksian dari korban sendiri yaitu Dara.


Hingga mereka memutuskan untuk menunggu Dara pulih & mengingat semua nya.


Padahal jika mau.. kakak sepupu nya Dara yg bernama Aldy yg merupakan seorang Polisi dengan bantuan teman² nya sangat mudah untuk memenjarakan Satya.


Tapi itu tak di lakukan nya untuk menjaga perasaan Dara.. sebab bagi Dara saat ini Satya adalah segala nya..


Karna alasan itu lah mereka menyembunyikan hal ini dari Dara.


Satya yg mendengar perkataan Faozan mulai pucat karna ketakutan... ia sama sekali tak menyangka jika Faozan telah mengetahui itu semua.


' Ahhgggrrrh... mengapa aku bisa segegabah ini.. harus nya aku bisa lebih hati² lagi.. jika demikian apa yg harus aku lakukan.' fikir Satya ketakutan.


" Apa yg kamu katakan?.". Dara bertanya pada Faozan.


" Pulanglah.. kita akan bicara mengenai ini di rumah." Sambil berkata Faozan meraih tangan Dara dan mengajak nya pulang.


Kali itupun Dara tak menolak.. hingga mereka akhir nya pulang.

__ADS_1


Sementara Satya sudah tak bisa menentang lagi.. jika tidak maka habislah dia.


__ADS_2