Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Surprice 2.


__ADS_3

" Ehmz.." Faozan berdehem untuk menyadarkan Dara yg dari tadi hanya menatap lekat pada nya.


Dan benar saja Dara langsung sadar.. dengan sedikit tersenyum malu.


" Eem.. Ibu dan Ayah kemana?." itu yg pertama kali ia tanyakan.


" Mereka pulang.. karna sejak kemarin mereka nggak istirahat jadi aku suruh mereka istirahat."


" Lalu kamu sendir nggak istirahat gitu."


" Aku istirahat kok disini bersama mu." sahut nya tersenyum.. " lagi pula semua rasa lelah dan cape ku hilang saat aku melihat senyum mu." Goda nya.


" Dasar lebayy." kata nya dengan tersenyum.


Faozan hanya tertawa pelan.


" Jadi semalam kamu yg menjagaku disini?." Dara mulai bertanya lagi.


" Nggak bukan aku.. tapi orang yg mencintai mu." Dara menatap Faozan dengan pandangan menusuk.


Lagi² Faozan hanya tersenyum.


" Makasih ya." kata Dara lagi.


" Buat?."


" Kamu udah menemaniku bahkan bela² in dateng jauh² cuma untuk melihatku."


" Siapa bilang aku datang untuk mu.. aku hanya datang untuk kesayangan ku."


" Iiih Gedok.. udah dech serius dikit kenapa sich." kata nya manja.


" Iya iya.. Macama sayang.. mana mungkin aku nggak datang saat aku tau kamu sedang berjuang antara hidup dan mati." raut wajah nya mulai sedih ingat akan kejadian kemarin.


" Kan udah aku bilang aku pasti sembuh untuk mu.. tapi yg bikin aku bingung siapa yg membertahumu hal ini?."


" Dessy.. dia mengatakan kalau kanker kembali menyerang Otak mu dan kamu akan dioperasi tiga hari lagi..."


" Tunggu².. tiga hari sebelum aku operasi kamu sudah tau.. tapi kenapa kamu nggak bilang pada ku." Dara menyela.


" Karna kamu tak ingin aku tau kan.. agar aku tak khawatir.. jadi aku hanya melakukan apa yg kamu harap kan.. lagi pula kalau aku memberitahumu kalau aku sudah tau aku nggak akan bisa memberikan kejutan ini padamu."


" Kamu curang." kata nya pura cemberut.


" Apa yg sering kamu bilang pada ku.. semua nya adil dalam cinta dan perang sayang." Dara tertawa..


" Aku kan sudah jauh² dari Malaysia dateng kemari bahkan tanpa pulang ke Lombok dulu demi kamu.. Tapi masa iya kamu cuma bilang Makasih doank." Faozan mulai menggoda Dara.


" Lah emang nya kamu mau aku nya gimana?." tanya Dara tegas.


" Seenggak nya cium kek.. atau peluk kek.. ini mah nggak... udah di peluk malah cuma diem aja.. nggak ada respon sama seka..."


Faozan tak sempat melanjutkan bicara nya karna dengan tiba² Dara memeluk nya.. tentu saja ia tak menyia² kan hal tersebut maka ia membalas dengan sangat erat.

__ADS_1


Rasa hangat mulai merambati seluruh tubuh dan hati nya.


Untuk beberapa menit lama nya mereka berdua menikmati kehangatan masing²..


Setelah merasa cukup puas.. barulah Dara melepas nya.


" Kok dilepas." Goda Faozan.. dengan tersenyum jahil.


" Nggak boleh bukan muhrim." jawab Dara.. yg membuat Faozan seketika langsung tertawa.


Kalau ia tau bukan muhrim tapi kenapa ia melakukan nya.


" Dasar." kata Faozan dengan tertawa..


Dara pun juga tertawa.


" Oh iya kapan kamu sampai disini?." Dara mulai bertanya lagi.


" Kemarin lepas dzuhur."


" Jadi dari kemarin kamu disini?."


" Iya.. Aku nggak tenang mau ninggalin kamu.. meskipun kedua orang tuamu menyuruh ku istirahat.. tapi aku lebih suka disini bersama mu."


" Jadi dari Malaysia kamu langsung ke Palembang lalu kesini ya?."


" Iya."


" Apa kamu membertahu kakek mu kalau kamu kemari?."


" Iya biar dia tak khawatir.. sebab bukan nggak mungkin kalau ia sudah menerima telpon dari paman mu dan mengatakan kamu akan pulang."


" Iya iya sayang.. nanti aku kasih tau kakek."


" Lalu rencana nya kapan kamu akan kembali ke Malaysia?."


" Aku nggak akan kembali kesana?."


" Kenapa?."


" Saat aku izin untuk pulang Bos mengatakan kalau aku pulang maka sama artinya dengan aku mengundurkan diri dari kerjaan ku.. tapi aku lebih baik kehilangan kerjaan dari pada aku tak bisa melihat mu."


" Ciyee ciyyee.. ternyata ada yg begitu mencintai ku." sahut nya tersenyum.


" Iyalah kamu nya aja yg masih suka ganjen."


" Iih nggak ada ya." Dara mengelak


" Kalo nggak ada kenapa Satya chatt kamu.. Dimaz juga manggil kamu My dear."


" Jangan bilang kamu cemburu ya." Goda Dara.


" Kenapa?. Nggak salah juga kan kalau aku cemburu.. kamu nggak tau betapa sakit nya saat aku membaca chatt² mereka..."

__ADS_1


" Mereka nggak penting.. yg penting adalah aku mencintai mu." Dara berkata sambil menatap mata Faozan.. bahkan tangan nya meraih tangan Faozan dan menggenggam nya... " Jadi jangan marah ya." pinta Dara.


Faozan menatap lekat Dara.. kemudian dia tersenyum sekilas.


" Awal nya aku merasa mau marah padamu.. tapi kemudian aku menyadari satu hal.. yaitu rasa sakit yg kurasakan saat membaca chatt mereka sama sekali nggak ada apa² nya dibanding rasa senang ku saat ini karna aku bisa bersamamu.. itupun hanya berdua saja.. aku bisa menyentuh mu.. memelukmu bahkan mencium mu."


" Menyentuh dan memeluk iya sudah kamu lakukan.. tapi mencium ku kapan?." tanya nya.


Faozan tertawa keji.


" Semalam sebelum aku tertidur.. aku mencium keningmu.. bahkan tadi pagi sebelum aku ke kamar mandi dan berwudhu aku juga mengecup kening mu." jawab nya jujur.


" Hanya kening saja kan tapi?." tanya Dara.


" Iya hanya itu.. tapi kalau mau yg lain juga boleh."


Lagi² Dara hanya tersenyum malu².


" Eem kamu nggak shalat subuh?." tanya Dara


" Tadi nya mau shalat tapi nggak jadi karna saat selesai wudhu aku liat kamu udah siuman jadi ya selanjut nya kamu tau kan yg terjadi." jawab nya.


" Dasar malas." celetuk nya.


" Nggak apa² aku malas dari pada kamu shalat subuh juga tapi nggak hafal do'a qunut."


" Iiih kamu mah.. masih inget aja." kata Dara tersenyum.


" Iyalah habis kamu kelewatan.. aku suruh kamu hafalin do'a qunut tapi sampe sekarang belum hafal.. coba kalau lagu sinyo Ritta ngga sampe se jam kamu udah hafal." Goda nya.


Dara hanya tertawa mendengar nya.. Faozan menatap dalam Dara saat Dara tertawa begitu senang.


Ia merasa benar² bahagia karna bisa mendengar tawa Dara lagi.. bahkan melihat senyuman itu secara nyata.


Namun sesaat kemudian tiba² saja Faozan langsung dengan berani mengecup bibir Dara.


Dara yg spontan mendapatkan ciuman itu hanya bisa menerima saja.. ia tak menolak dan juga tak membalas.


Cukup lama Faozan melumat bibir manis kekasih nya itu.. bibir yg selama ini memang ingin rasakan dan nikmati.. baru kali ini ia bisa merasakan itu.


Hingga ia tak menyia² kan kesempatan dan menikmati nya.. sampai seluruh tubuh nya mulai bergetar dengan jantung yg terus begedup kencang.


Menyadari ia mulai bergairah lekas² Faozan menghentikan nya.. sebab jika di teruskan entah apa yg akan terjadi.


Faozan mengambil nafas dalam dan menghembuskan nya pelan.. sambil menenagkan detak jantung nya.


Sementara Dara hanya tertunduk malu.. jantung nya sendiri juga sudah meloncat² tak karuan.


Dengan masih tertunduk Dara mencoba menenangkan debaran jantung nya.. ia memejam kan mata nya sambil menghela nafas dalam dan menghembuskan kan perlahan.


Setelah sedikit tenang Faozan menatap Dara yg dari tadi hanya diam dan menunduk saja.


Ada rasa takut di hati nya.. jangan² Dara akan marah.

__ADS_1


" Eem... Maaf.. kalo kamu mau marah aja kok.. aku akan terima itu.. karna aku memang salah." kata nya kemudian.. dengan terus menatap Dara yg hanya tertunduk malu.


__ADS_2