
Sesuai janji Lebaran kedua hari itu sekitar jam 16:00 Waktu setempat, Saudara sepupu nya Dara telah sampai di rumah kedua orang tua Dara, bersama kedua orang tua nya dengan mobil yg berbeda.
Mereka akan pergi ke Kota Pagar Alam, Dimaz dan juga teman² yg lain bahkan sudah lebih dulu berada di rumah Dara.
Setelah ngopi mereka langsung bergegas ke tempat tujuan mereka.
Tiga buah mobil melaju dengan pelan tapi pasti.
Mobil pertama di kemudikan oleh Indra Om nya Dara, dan mobil itu milik Indra pribadi, di dalam mobil tersebut berisi 5 orang yaitu Om Indra dan istri nya dan juga kedua orang tua Dara dan adek nya Dara.
Dimobil kedua yaitu mobil Aldy yg di bawa oleh Aldy sendiri, di mobil itu terdapat 5 orang juga, Aldy, istri nya dan satu orang putra mereka, serta Candra dan Cintya teman nya Dara.
Aldy adalah putra Indra, dan Indra itu adek dari ayah nya Dara.
Dan mobil terakhir yaitu mobil Dimaz, yg di bawa sendiri juga oleh Dimaz, disana berisi 4 orang, yakni, Dimaz, Dara, Rama dan Dessy.
Awal nya Rama ingin duduk di depan di samping Dimaz, tapi Dessy langsung protes.
Dessy.
" Ram, aku aja ya yg duduk didepan sama Dimaz."
Rama menatap Dessy tak mengerti.
Dessy.
" Ya maksud ku biar lebih asyik aja kita ngobrol nya, kan asyik kalau kita ngobrol nya cowok cewek, nggak sibuk sendiri kita ngobrol nya.
Rama.
" Ya udah dech biar aku ama Dara duduk di belakang." Rama berniat mau masuk di bagian belakang, namun kali itu malah di cegah oleh Dimaz.
Dimaz.
" Eem Ram, nggak perlu, kamu bawa mobil aja ya, biar aku yg sama Dara."
Rama lagi² tak mengerti.
__ADS_1
' kenapa teman² pada aneh hari ini.' Gumam nya dalam hati.
Melihat kebingungan Rama, Dimaz melanjutkan bicara nya.
Dimaz.
" Kan perjalanan kita lumayan jauh, jadi aku butuh bantuan kamu buat gantiin aku bawa mobil, ntar kalau kamu cape baru aku lagi yg ganti, kita sip sipan aja."
Rama.
" Oke boleh juga."
Mendengar Rama setuju untuk mengemudi Dessy kembali bersuara.
Dessy.
" Ra, kamu depan aja ya." kali ini dia minta pada Dara.
Dara.
" Kamu benar² aneh Des, tadi mau di depan sekarang mau belakang yg mana bener sich, kak Aldy dan Om Indra udah berangkat tuh, emang nya kamu mau kita ketinggalan, kalau aku mah ogah, sebab aku nggak hafal jalan nya." sambil ngomel Dara beranjak keluar... Dessy pun masuk di bagian belakang mobil.
Dimaz.
" Ram, kamu duduk aja dulu di belakang, aku yg bawa mobil pertama ntar kalau aku udah lelah baru kamu."
Rama hanya menurut, kali itu Dessy juga mau protes tapi belum sempat ia bicara, Dimaz sudah mendahului nya.
Dimaz.
" Des, cukup kamu duduk disana saja ya, aku butuh Dara."
Rama, Dessy bahkan Dara sendiri menatap Dimaz aneh, melihat reaksi ketiga teman nya lekas² Dimaz bicara lagi.
Dimaz.
" Dara kan orang nya agak bawel, jadi kalau dia yg nemenin aku di depan aku nggak akan ngantuk."
__ADS_1
Dara melotot pada Dimaz, sementara Rama dan Dessy hanya tertawa.
Setelah itu Dimaz masuk, begitu juga dengan Rama.
Karna Rama sudah berada di mobil maka tanpa menunggu lagi Dimaz segera menjalan kan mobil nya dengan kecepatan sedang.
Saat mobil nya sudah melaju hanya keheningan yg terjadi di dalam nya, tak ada yg memulai untuk bicara, Dara, Dessy dan Rama hanya fokus pada hp nya, sementara Dimaz fokus pada jalanan.
Sesekali Dimaz melirik Dara yg sibuk dengan ponsel nya, ia ingin bicara tapi takut mengganggu Dara, sebab Dimaz tau Dara pasti sibuk chatt sama Faozan.
Dara yg baru menyadari sejak tadi Dimaz melirik nya mulai bicara.
Dara.
" Dim!! apa kamu ingin mengatakan sesuatu?." itu pertanyaan Dara.
Dimaz.
" Eemz, iya Ra soal nya kalau nggak bicara bisa² ngantuk."
Dara
" Oke oke kamu mau bicara apa?." Dara memasukan ponsel nya kedalam tas.
Dimaz.
" Kamu cantik saat rambut kamu yg tertiup angin seperti ini, nggak heran.."
Dara.
" Nggak heran apa?." Dara menyela dengan suara yg agak tinggi.
Dimaz.
" Nggak heran kalau banyak yg suka sama kamu."
Dara.
__ADS_1
" Ya elaaah Dim, aku kenal kamu bukan baru² ini, tapi kamu baru sadar kalau aku ini cantik, emang udah sejak lahir kali aku cantik." jawab Dara dengan PD nya, namun ada nada bercanda nya juga.
Mendengar hal itu sontak Rama, Dessy dan Dimaz langsung tertawa, dan Dara pun hanya tersenyum.