Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Kekerasan.


__ADS_3

Seperti 3 tahun yg lalu.. sebelum menuju Lombok.. Dara & Faozan memutuskan untuk mampir menemui Ibu nya yg ada di Lampung.


Tetapi kali ini karna Dara & Faozan sudah pernah kesana tak sulit untuk mereka menemukan kediaman Ibu nya itu.


Tiba di kediaman Ibu nya yg berada di Desa Bojong Barat.. kedua nya langsung di sambut hangat oleh Ibu nya Faozan.


“ Ayo silahkan kalian makan dulu.. kalian pasti belum makan siang kan.” tutur Ibu nya Faozan.. sambi mengajak anak & menantu nya itu kedapur.


Dara & Faozan hanya menurut.. karna memang mereka belum makan siang.


Usai makan siang.. Dara & Faozan istirahat di kamar.


Melepas lelah kedua nya tertidur.


Namun di tengah tidur nya.. suara berisik membuat Dara terbangun.


Perlahan Dara menuju kearah suara ribut berasal.


Ternyata suara itu berasal dari kamar Ibu & Ayah tiri nya Faozan.


Pintu kamar itu terbuka lebar.


Dara ingin masuk saat melihat Ayah tiri nya Faozan sedang mengacak ngacak pakaian yg ada dalam lemari.. Seperti nya dia mencari cari sesuatu entah apa itu Dara tak tahu.


Dara hanya bisa melihat dari ambang pintu.. tak mungkin juga dia ikut campur urusan mereka.


“ Dimana kamu menyembunyikan uang nya.” Bentak Ayah tiri nya Faozan.


“ Sudah berapa kali ku bilang.. aku nggak punya uang lagi Pa.” sahut Ibu nya Faozan takut takut.


“ Kamu bohong.. aku tau kamu masih punya uang.” bentak Ayah tiri nya Faozan lagi.


Sambil mendekati Ibu nya Faozan.


“ Kamu pasti sudah menyembunyikan nya.. iya kan.” sambil berkata Ayah tiri nya Faozan mencengkram kuat kedua rahang Ibu nya Faozan.


Melihat hal itu.. spontan Dara langsung bergerak mundur dengan tubuh yg gemetaran.


Sungguh seumur hidup nya ini baru pertama kali ia melihat kekerasan dalam rumah tangga.


“ Sayang kamu kenapa?.” tanya Faozan di belakang Dara yg tak sengaja tertubruk oleh Dara saat dia terus melangkah mundur.


Dara terjingkat kaget.. dengan jantung yg berdegup kencang.. tangan nya mulai berkeringat dingin.


Sambil terus meremas remas tangan nya sendiri Dara berbalik dan menatap Faozan.


Sepatah kata pun dia tak dapat berucap.


Tubuh nya masih gemetaran dan muka nya terlihat pucat.


Faozan menatap nya cemas.


Diraih nya kedua telapak tangan Dara yg terasa bagai Es itu.. di remas nya lembut dan ditatap nya wajah pucat Dara dengan penuh kekhawatiran.


Namun tak ada reaksi dari Dara.. hingga Faozan langsung memeluk nya.


“ Tenang lah.. jangan takut aku ada disini.” bisik Faozan.. sambil mengusap ngusap lembut rambut istri nya itu.


Setelah beberapa detik berada dalam pelukan sang suami.. Dara merasa sedikit tenang.. dan dia mulai membuka suara nya.

__ADS_1


“ I.. ibu.” kata nya terbata bata.


“ Ibu kenapa?.” tanya Faozan hati hati.


Dara tak menjawab dan hanya menunjuk kearah kamar ibu nya.


Faozan pun menatap kearah yg di tunjukan Dara.


Saat itulah Faozan baru sadar jika terjadi pertengkaran anatara Ibu & Ayah tiri nya.


“ Dasar wanita tak tahu di untung.. dan tak berguna.” sambil berkata demikian.. Ayah tiri nya Faozan.. berkali kali menampar Ibu nya Faozan.


Hampir seluruh wajah Ibu nya Faozan penuh lebam akibat kekerasan yg di lakukan suami nya itu.


Mungkin Ibu nya Faozan sudah tak mampu lagi menahan nya.. hingga kali itu dia berniat membalas perbuatan sang suami.


Namun belum sempat tangan nya mendarat di wajah sang suami.. Suami nya itu malah langsung mehentak keras tangan Ibu nya Faozan dengan tangan kiri nya.. Sementara tangan kanan nya sudah mengepal kuat.. dan ingin meninju muka istri nya itu.


Saat hampir saja tinju besar itu mendarat di wajah Ibu nya Faozan.. Faozan dengan sigap menangkap tangan pria keji itu.


“ Stop Om.. sudah cukup kamu menyakiti Ibu ku.” tegas Faozan dengan sangat marah.. sambil menyentak kuat tangan Ayah tiri nya itu.


Tetapi bukan nya berhenti.. Lelaki itu makin marah dan malah menarik baju Faozan.


“ Akan lebih baik kalo kamu tidak ikut campur urusan kami.. ingat kamu itu hanya anak kecil yg tak tahu apapun.” Bentak Ayah tiri nya pada Faozan.


“ Aku mohon jangan sakiti anak ku.” pinta Ibu nya Faozan sambil mencoba melepaskan tangan sang suami yg menarik baju Faozan.


Bukan nya menuruti.. Lelaki itu malah mendorong keras istri nya hingga tersungkur ke lantai.


Dan setelah mendorong istri nya.. dia malah ingin memukul Faozan.


Vas bunga yg di lempar Dara tadi mengenai pelipis lelaki keji itu.. hingga mengeluarkan darah.


Dara menghampiri nya dengan penuh amarah.


“ Berani kau.” teriak lelaki itu pada Dara.


“ Itu pelajaran buat kamu.. kamu fikir kamu bisa menyakiti siapapun semau mu.” teriak Dara dengan penuh amarah.


“ Ingat jika sekali lagi kamu menyakiti Ibu & suami ku.. maka kamu akan merasakan hal yg lebih sakit dan mengerikan dari ini.” kecam nya.


Merasa sangat marah Ayah tiri nya Faozan berniat untuk menghajar Dara habis habisan.


Lelaki itu tak peduli dengan pelipis nya yg berdarah itu.. dia hanya ingin membalas tindakan Dara.


Tangan lelaki keji itu masih mengepal kuat dan ingin melabuh kan nya di wajah Dara.


Dara hanya bisa pasrah dan memejam kan mata nya saat tangan lelaki itu nyaris saja menyentuh muka nya.


BUUUUUUUUUUGGGGGGGHHHHHKKKKKK


Langsung saja Faozan menghajar lelaki itu hingga babak belur.


Kali ini bukan cuma pelipis nya yg mengeluarkan darah tetapi bibir nya juga mulai berdarah.. dan muka nya juga tak kalah lebam dari wajah Ibu nya.


“ Kamu fikir kamu siapa?.. seenak saja mau menyakiti istri ku.” sambil bicara Faozan terus menghajar lelaki brengsek itu.


“ Sebagai suami aku saja tak pernah menyentuhkan tangan ku ini untuk menyakiti nya.. dan kau...” kata Faozan tersenggal senggal.. karna amarah yg meluap luap.

__ADS_1


Dara melihat lelaki itu mulai terjatuh di lantai.


Hingga lekas lekas Dara menghentikan Faozan.. Jika tidak di hentikan nyawa lelaki itu bisa melayang.


“ Cukup sayang.” sambil berkata Dara menahan tangan Faozan yg sekali lagi ingin memukul pria itu.


“ Lihat lah kondisi nya.. dia bisa mati.. dan aku nggak mau kamu jadi seorang pembunuh.” sambung Dara lagi.. sambil menatap Faozan dengan pandangan memohon.


Mendengar perkataan Dara.. Faozan mulai sadar.. hingga dia menghentikan aksi nya.


Dara mengambil nafas lega.


“ Lebih baik Kamu menjauh lah sekarang.” Dara menyuruh Ayah tiri nya Faozan itu pergi.


Entah mengapa kali ini lelaki itu menurut.. dengan langkah lemah dia menjauh dari sana.. entah kemana Dara tak tahu.


Dara & Faozan menghampiri Ibu nya yg masih terduduk di lantai dan terus menangis.


“ Ayo Bu kita pergi dari sini.” ajak Dara.. sambil membantu Ibu nya bangun.


Ibu nya Faozan pun hanya menurut.


Dara & Faozan mengajak nya duduk di ruang tengah.. Faozan memberikan air minum.


Dara bergegas mengambil Es batu dan mengompres lebam lebam di muka Ibu mertua nya itu.


Kemudian Dara mengambil obat yg ada di dalam koper nya dan mengobati luka luka yg ada di tubuh Ibu mertua nya itu.


Faozan hanya duduk diam di samping sang Ibu.


Tak ada percakapan saat itu.. Dara hanya fokus mengobati Ibu nya itu.. sementara Ibu nya Faozan hanya bisa bisu menahan perih.


Setelah selesai barulah Dara mulai bicara.


“ Bu.. ikut lah dengan kami.. kita kembali ke Lombok.” pinta Dara pada Ibu mertua nya itu.


Ibu nya Faozan hanya menatap Faozan.


Faozan mengangguk.. mengisyaratkan bahwa dia setuju dengan pendapat Dara.


“ Tapi Ibu takut Ayah tiri mu itu akan..”


“ Ibu tenang saja.. kita usaha kan supaya lelaki itu tak mengganggu Ibu lagi.. bahkan jika perlu kita laporin saja dia kepolisi.” Dara menyela bicara Ibu mertua nya itu.. sebab dia mengerti kecemasan Ibu mertua nya itu.


“ Tolong jangan laporin Polisi.. saya janji tak akan mengganggu hidup kalian.” pinta Ayah tiri nya Faozan yg menyela seketika.


Faozan menatap lelaki itu sinis.


Namun tidak dengan Dara.. Dara malah merasa tak enak hati.. apa lagi saat dia melihat luka di wajah lelaki itu akibat ulah nya & suami nya.


“ Apa Om bersedia menceraikan Ibu.” tandas Dara.


“ Iya.. asal jangan laporin saya ke Polisi.. saya mohon.” pinta lelaki itu memelas.


“ Kalo gitu sekarang juga kita ke tempat pemerintah setempat.. aku ingin Om talak Ibu di depan mereka.. dan sekalian kita bikin surat perjanjian.. bahwa Om tak akan mengganggu Ibu lagi.” tegas Dara.


“ Jika Om setuju.. maka saya tak akan laporin ke Polisi.” lanjut Dara lagi.


Lelaki itu tak punya pilihan selain menyetujui nya.

__ADS_1


Dan sesuai perkataan Dara... mereka mendatangi pemerintah setempat.. disana Ayah tiri nya Faozan telah menjatuhkan talak.. dan menanda tangani surat perjanjian.


__ADS_2