Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Berdamai.


__ADS_3

Begitu Dara melihat orang nya.. Dara benar benar kaget.


Berbeda dengan Faozan.. dia hanya tersenyum.. karna ia tahu Dara akan masuk ke dalam rumah.. tapi dia sengaja tak menjauh dari ambang pintu.


Supaya Dara menyadari kehadiran nya.


" Kalo jalan yg di lihat itu jalanan bukan layar ponsel." Tutur Faozan tersenyum..


" Untung aku yg berada disini jika kakek atau orang lain gimana?." Lanjut Faozan.


" Jika orang lain mereka pasti akan pergi saat tahu aku mau masuk rumah.". sahut Dara datar.


Kemudian dia langsung berjalan menuju kamar.. Faozan hanya mengikuti saja.


Begitu tiba di kamar Dara meletak kan ponsel nya.. kemudian ia ke kamar mandi dan mengambil air wudhu.


" Kamu udah shalat?." tanya Dara.. melihat Faozan yg hanya duduk di atas kasur.


" Belum." jawab nya cengengesan.


" Nggak shalat?.". tanya Dara.


" Nggak.". sahut Faozan singkat.


" Kenapa?.. lagi PMS?." perkataan Dara membuat Faozan langsung membulatkan mata nya.


" Cowok kok males banget buat shalat.. padahal harus nya dia itu kasih contoh yg baik buat Istri." Dara berkata setengah mengumpat.. namun Faozan masih mendengar itu.


Hingga dia hanya tertawa.. kemudian Faozan berdiri dan menuju kamar mandi.. Dara tahu pasti untuk mengambil air wudhu.


Dan benar saja.. Faozan memang berwudhu


Mereka pun shalat isya bersama.


Usai shalat kedua nya hanya duduk di atas kasur.


Dara ingin bicara begitu juga dengan Faozan.. itulah sebab nya mereka tidak langsung tidur.


Dara ingin memulai pembicaraan tapi sudah keduluan Faozan.


" Maaf kan aku." tutur Faozan sambil menatap wajah Dara dengan wajah yg memelas.

__ADS_1


Dara hanya diam.


" Aku tahu perkataan ku tadi siang pasti melukai perasaan mu.. tapi ku harap kamu bisa memahami keadaan ku saat itu." kata Faozan lirih.. mata nya mulai memerah.. sungguh dia benar benar merasa menyesal.


Dara jadi tak tega melihat nya.. apa lagi jika dia mencoba berfikir dari sudut pandang Faozan.. maka ia pun pasti merasakan hal yg sama.


" Udah lah nggak apa apa kok.. aku juga udah maaf in kamu.. lupakan saja." sahut Dara pelan.


Faozan hanya menatap lekat wajah Dara.


" Lagi pula.. aku juga sama bersalah nya dengan mu.. Entah istri macam apa aku ini.. yg jelas aku seorang istri yg telah berani menampar suami nya sendiri itupun di hadapan orang lain." Dara juga berkata dengan nada lirih.


" Nggak kamu nggak salah.. justru aku berterima kasih pada mu.. jika saja kamu tak menamparku maka aku pasti akan mengatakan hal yg buruk.. yg akan aku sesali seumur hidup ku." Kali itu air mata ikut mewarnai pembicaraan nya.


Dara hanya memejamkan mata nya mengingat semua perkataan Faozan saat itu.. hati nya terasa begitu perih.. jika dia mengingat hal itu.


Hingga tanpa sadar air mata nya juga menetes.


Dara mengambil nafas dalam kemudian sekilas ia menatap Faozan yg terlihat sangat sedih dan penuh penyesalan.


" Aku mengerti apa yg kamu rasakan saat itu.. harus nya aku bisa lebih bersabar lagi.. tapi saat itu aku hanya tak ingin mendengar kamu mengatakan hal yg paling tak ingin aku dengar yaitu kata Cerai." Sahut Dara lirih.. sambil sekilas dia menatap Faozan yg saat itu hanya tertunduk saja.


Faozan sungguh sangat menyesal atas kata kata nya tadi.. seandai nya Dara tak menghentikan nya.. maka ia tak bisa membayangkan apa yg akan terjadi kedepan nya.


" Sama saja dengan dia menjatuhkan talak.". Faozan langsung menyela nya.. Air mata makin mengalir deras di pipi nya.


" Iya.. dan hal itu lah yg tidak ku ingin kan.. jadi aku harap untuk kedepan nya semarah apapun kamu tolong jangan pernah mengatakan hal itu." Tutur Dara lagi.


Kali itu Faozan tak lagi menanggapi perkataan Dara.. sebagai ganti nya dia memeluk erat tubuh Dara.


Dara hanya diam menerima nya.


Faozan menumpahkan seluruh perasaan nya.. rasa kesal.. rasa sedih.. rasa menyesal.. rasa bersalah.. bahkan rasa senang karna Dara telah memaafkan nya.


Untuk beberapa saat Dara membiarkan Faozan meluapkan semua perasaan nya.. ia tak bicara dan hanya menjadi sandaran untuk sang suami.


Dara paham betul bagaimana Faozan.. dia emang terlihat keras diluar.. namun hati nya sangat rapuh.


" Kok hujan nya makin deras ya." Dara mulai berkata agar Faozan segera berhenti.. sebab jika terus terusan dibiarkan bisa bisa dia juga ikut menangis.. dan Dara tak ingin menjadi selemah itu.


Sontak perkataan Dara membuat Faozan tersadar.. dengan perasaan malu ia menyeka air mata nya.. dan melepas pelukan nya.

__ADS_1


Kemudian ia berusaha mengatur nafas nya..


Dara memberikan sebotol air mineral yg memang ada di samping tempat tidur mereka.


" Minum lah & tenangkan lah dirimu."


Tak ada perlawanan apa lagi protes dari Faozan.. ia hanya menuruti perkataan sang istri.


Setelah minum dan perasaan nya sudah tertata kembali barulah Faozan mulai bicara lagi.


" Maaf gara gara aku baju mu jadi basah." Kata nya saat melihat baju Dara yg basah karna air mata nya tadi.


" Nggak apa apa ini hanya baju.. kan bisa di ganti.. tapi seorang suami sepertimu nggak akan pernah bisa tergantikan." Dara ingin mengubah suasana sedih itu menjadi canda.


Faozan menatap Dara dengan pandangan mendelik.. ada senyum yg tersungging di sudut bibir nya saat mendengar perkataan sang istri.


" Ternyata saat senyum kamu lebih tampan dari pada saat kamu menangis." Dara mulai menggoda nya.


" Loh bukan nya dalam keadaan apapun aku tetap ganteng ya." Kata nya PD.


" Kumat lagi dech PD nya." umpat Dara.


" Lalu menurut mu aku ini nggak ganteng gitu?." Tanya Faozan serius.


" Standar aja.". sahut Dara.


" Lebih gantengan Fian ya?." Tandas Faozan lagi.


" Udah dech nggak usah mulai.. kamu mau kita berantem lagi?." tegas Dara... sambil menatap Faozan dengan mata melotot.


" Bercanda sayang." Faozan berkata sambil tertawa pelan.


Dara menatap lekat wajah Faozan.. entah apa makna dari pandangan itu.


Tapi untuk beberapa detik lama nya.. Dara tak bicara dan hanya menatap lekat wajah suami nya itu.


Faozan bingung melihat reaksi Dara yg demikian.. hingga lekas lekas ia bertanya.


" Ada apa kok kamu menatap ku begitu?." tanya Faozan ragu ragu.. takut Dara marah.


Dara mengambil nafas dalam..

__ADS_1


Entah apa yg ingin Dara katakan..


__ADS_2