Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Telat.


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Saat itu Dara sudai selesai kuliah.. di depan gedung kampus ia menunggu jemputan.


Entah kemana Faozan kali itu.. biasa nya saat Dara keluar pagar kampus Faozan sudah menunggu.. ini sudah hampir 5 menit ia menunggu namun Faozan belum terlihat.


Padahal tadi Dara sudah mengatakan jam berapa ia pulang.


“ Iiih.. Ozan kemana sich.” Dara bergumam sendiri sambil membuka tas nya untuk mengambil hp dan menghubungi Faozan.


Setelah membuka kunci tombol nya.. Dara langsung menghubungi sang suami.


Tapi ya ia terima hanya suara operator.. Nomor Faozan tak bisa di hubungi.


Mau tak mau Dara menunggu lebih lama lagi.. barangkali saja Faozan masih di jalan.


10 menit sudah berlalu Dara sudah cape menunggu.. Dia berfikir untuk memesan ojol saja.


Namun saat baru saja Dara mau menghubungi ojol.


Sebuah mobil berhenti tepat di hadapan nya.


Dara langsung membuang pandangan nya.. karna ia tahu mobil siapa itu.. yg tak lain dari mobil nya Andrian.


Tak lama setelah mobil nya terhenti.. seorang lelaki keluar dari mobil itu.. dan benar saja itu memang Andrian.


Andrian turun dan menghampiri Dara.


“ Ra kok kamu belum pulang?.” tanya Andrian.


“ Nggak apa apa.” sahut Dara singkat.


“ Belum ada jemputan ya?.” Andrian bertanya lagi.


Dara tak menanggapi.. dia hanya memutar bola mata nya malas.


Dara tak ada keinginan buat bicara pada Andrian.. tapi dia juga nggak mungkin lari begitu saja saat melihat Andrian.


Dara bukan type cewek yg seperti itu.. sebab jika dia kasar.. Andrian pasti tersinggung.


Melihat Dara yg hanya diam tak menanggapi perkataan nya.. Andrian meraih pergelangan tangan Dara dan menarik nya.


“Ayo aku antar kamu pulang.” kata nya.


Dara mencoba menolak.. namun sayang meski dengan sekuat tenaga ia mencoba melepas tangan nya.. tetap saja genggam Andrian lebih kuat dari tenaga nya.


Jadi mau nggak mau Dara masuk kedalam mobil nya Andrian.


Dan Andrian pun mulai melajukan mobil nya kearah rumah Dara.


Karna Dia & Dara sempat pacaran tentu saja Andrian hafal betul rumah Dara.


Sejak masuk mobil.. tak sepatah kata pun keluar dari mulut Dara.. ia benar benar kesal pada Andrian... yg seenak nya saja main paksa buat antar dia pulang.


“ Kamu nggak pernah berubah ya Ra.. kalo kamu ngerasa terpaksa pasti nggak mau bicara.” Andrian mulai bicara.

__ADS_1


Dara hanya menoleh sekilas.. dia tak ingin menanggapi perkataan Andrian.


“ Ra ayolah.. jangan diam aja.. aku minta maaf kalo kamu nggak suka sikap aku.. aku hanya nggak ingin kamu kelamaan nunggu.. kamu itu cewek bisa bisa kamu di gangguin orang kalo terus terusan berdiri di depan kampus.” sambung Andrian lagi.


Kali itu karna Andrian sudah berkata maaf.. Barulah Dara mulai menanggapi nya.


“ Terimakasih atas perhatian mu.. tapi maaf tolong jangan kamu ulangi lagi tindakan kamu yg seperti saat ini.. aku juga masih punya hak kan buat nentuin mau kamu antar pulang atau tidak nya.” Tegas Dara.


“ Iya iya.. aku janji setelah ini aku nggak akan maksa kamu.” jawab Andrian.


“ Oh iya Ra.. apa kamu mau kita mampir dulu kewarung makan.. terserah kamu mo makan apa aku ngikit aja.” Lanjut Andrian


“ Sorry Iyan.. aku belum lapar.. kalo kamu lapar kamu aja yg makan.” jawab Dara.


“ Aku sich masih kenyang cuma takut nya kamu yg lapar.. tapi kalo kamu nggak lapar ya baguslah.”


Dara hanya mengangguk.


Pembicaraan mereka hanya sampai disitu.. sebab Dara mulai diam.. dan hanya fokus pada ponsel nya.


Dara masih mencoba menghubungi Faozan.. namun sama saja masih suara operator yg terdengar.


Karna Dara hanya fokus pada ponsel nya.. Andrian pun hanya Fokus pada jalanan.


Hingga akhir nya mereka tiba di depan rumah Dara.


Dara langsung turun setelah bilang terima kasih.. tak ada basa basi untuk dia mengajak Andrian mampir misal nya.


Karna Dara telah berlalu.. Andrian pun langsung melajukan mobil nya untuk pulang... sebab tak mungkin dia mau mampir kalo nggak ada tawaran dari tuan rumah.


Dara langsung cemberut melihat Faozan.. gara gara Faozan telat menjeput terpaksa ia pulang dengan Andrian.


Faozan tau kenapa istri nya bersikap demikian pasti karna ia yg telat menjemput nya.


“ Sayang maaf ya aku ketiduran.. bukan nya aku nggak mau jemput kamu.” Faozan langsung bicara saat Dara sudah berada di dekat nya.


Dara tak menanggapi nya.. ia hanya pura pura tak mendengar dan tak melihat Faozan.


Faozan hanya tersenyum.. ia tahu istri nya sedang ngambek.. itupun karna kesalahan nya.


Jadi sudah tugas nya untuk membuat sang istri tersenyum lagi.


Dara langsung masaku ke kamar nya.. dan di susul oleh Faozan.


Dara duduk di tepi ranjang masih dengan mendengus pada Faozan.. dalam hal usia Dara memang lebih tua dari Faozan.. tapi sikap nya masih sering kekanak kanakan.


Faozan memeluk nya dari belakang.. sambil meletak kan kepala nya di atas pundak Dara.


“ Maaf kan aku... aku tahu aku salah.. harus nya aku jemput kamu sejak tadi.. tapi aku malah ketiduran... jadi sekali lagi aku minta maaf ya sayang.. atau kalo kamu mau hukum aku aku siap kok.” bisik Faozan di telinga Dara.. yg membuat Dara jadi merinding.


Dara melepaskan pelukan Faozan dan mulai berdiri menghadap sang suami.


“ Lalu ponsel kamu kenapa nggak bisa di hubungi?.” Tanya Dara tegas.


Faozan langsung menepuk jidat nya..

__ADS_1


“Asataga.. Aku lupa mengisi baterai nya sayang.. maaf ya.” Kata Faozan dengan rasa bersalah.


“ Apa kamu tahu.. gara gara kamu nggak jemput aku hari ini.. terpaksa aku pulang dengan si...” Dara tak menyelesaikan kalimat nya.. karna ia sadar jika dia mengatakan pada Faozan.. pasti Faozan akan marah.


Tadi Dara hanya keceplosan karna dia sedang kesal.


“ Pulang sama siapa kamu?.” Tanya Faozan lembut.


“ Udah lah nggak penting.” Sahut Dara sambil meraih handuk untuk bergerak mandi.


Namun langkah nya terhenti karna Faozan meraih lengan nya.


“ Jawab dulu pertanyaan ku.. kamu pulang sama siapa?.” Faozan masih bicara tenang.


“ Lupain aja.” Jawab Dara datar.


“ Nggak bisa.. aku harus tau kamu pulang sama siapa tadi.. dan aku rasa aku punya hak buat mengetahui hal itukan karna aku ini suami mu.. jadi kamu harus jawab pertanyaan dari suami mu.” Tegas Faozan.


Dara hanya diam.. ia bingung harus jujur atau berbohong.. jika ia jujur maka Faozan pasti akan marah.. tapi kalo dia bohong gimana kalo ada yg memberitahu Faozan kalo Dara diantar seorang lelaki.


Karna Dara hanya diam.. sekali lagi Faozan mengulang pertanyaan yg sama.


“ Jawab aku Ra.. kamu pulang dengan siapa?.” Kali itu Faozan benar benar sudah tak bisa sabar.. hingga dia pun menyebut nama Dara.. padahal selama ini tak pernah dia memanggil Dara begitu.. kecuali dia emang lagi marah.


“ Sama Andrian.” Dara akhir nya berakata jujur.


“ Andrian?.. Apakah Andrian mantan pacar kamu dulu?.” Tanya Faozan.


“ Iya maka dari itu aku kesal banget sama kamu.. jika saja tadi kamu jemput aku.. maka dia nggak akan maksa aku buat diantar pulang sama dia.” tegas Dara.


“ Kalo kamu nggak mau kan.. kamu bisa menolak nya.. tapi kamu emang pengen balikan sama dia kali.. maka nya kamu mau aja diantar pulang sama dia.” Faozan langsung bicara nyolot.


“ Terserah kamu ya mau mikir nya gimana.. aku males berantem.. saat ini aku benar benar lelah.. tapi aku cuma mau bilang satu hal sama kamu.. ingat.. saat ini kita udah jadi suami istri aku harap kamu nggak akan mikir yg tidak tidak tentang istri mu sendiri.. lagi pula kalo aku mau balikan sama dia ngapain aku jujur ke kamu... bahwa dia yg mengantar ku tadi.. padahal aku sudah tau kalo kamu bakalan marah jika aku berkata jujur.. tapi aku nggak peduli itu.. sebab bagiku yg terpenting itu adalah kejujuran.. sebab sepahit apapun kejujuran akan lebih manis daripada kebohongan.” jelas Dara panjang lebar.


Yg membuat Faozan langsung terdiam.


Tanpa menunggu reaksi sang suami Dara langsung berlalu ke kamar mandi.


Sejak Dara masuk ke kamar mandi.. Faozan memikirkan perkataan Dara yg sangat benar menurut nya.


Jika saja dia tidak terlambat menjemput maka Dara pasti pulang dengan nya.


Dan jika benar Dara masih punya perasaan pada Andrian maka Dara tak akan menikah dengan nya.


Dengan pemikiran demikian.. Faozan makin mempercayai Dara.


Sebab benar kata Dara.. dia lebih memilih berkata jujur meskipun Dara tahu kalo diri nya pasti marah..


Itu artinya Dara memang terpaksa pulang dengan Andrian.


Itu lah yg di fikirkan Faozan.. jadi dia sudah mengambil keputusan.. untuk meminta maaf pada sang istri karna telah berkata yg kurang pantas.


Selama Dara mandi Faozan memasak makanan buat sang istri.. dengan begitu barang kali saja Dara bisa memaafkan nya.


Dan benar Dara memang memaaf kan nya bahkan mulai tersenyum lagi.

__ADS_1


__ADS_2