Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Mengapa?????


__ADS_3

Faozan telah membeli tiket.. dan telah mengemasi semua barang² nya.. besok jam 6 pagi ia akan pergi ke Bandara Sultan Mahmud Badarudin 2 Palembang.. sebab penerbangan ke Lombok jam 10 pagi.


Usai berkemas & shalat isya.. Faozan menemui kedua orang tua Dara yg tengah menonton tv di ruang tengah.


" Bu.. Ayah.. aku mau bicara pada kalian." Faozan langsung bicara saat dia berada di dekat kedua orang tua nya Dara.. yg telah ia anggap sebagai orang tua nya sendiri.


" Iya Nak.. bicara lah.". Tutur Ibu nya Dara.


" Yah.. Bu.. aku cuma mau pamit pada kalian.."


" Kamu mau kemana Zan?." Ayah nya Dara langsung menyela.


" Aku akan kembali ke Lombok." jawab nya lirih.


Kedua orang tua Dara menatap nya dengan pandangan tak mengerti.


" Loh kenapa.. bukan kah pernikahan kamu & Dara tinggal 2 minggu lagi.. lalu kenapa kamu mendadak ingin pulang?." tanya Ayah nya Dara.


" Iya Zan.. apakah ada masalah dengan keluarga mu disana?." sambung Ibu nya Dara.


" Dan apakah kamu nggak merasa terlalu mepet jika kamu harus pulang pergi?.". ujar Ayah nya Dara lagi.


" Sebelum nya aku minta maaf pada Ayah & Ibu.. tapi aku akan kembali ke Lombok untuk selama nya.. aku nggak akan pernah kesini lagi.. apa lagi menikah." saat bicara demikian mata nya mulai berkaca².


Kedua orang tua Dara saling menatap mendengar penuturan Faozan.


" Tapi kenapa?.. dan apa kamu tak memikirkan apa yg akan kamu katakan pada kakek mu.. bukan kamu sudah berkata pada nya kalo kamu akan menikah.. lalu jika begini apa yg terjadi." Tegas Ayah nya Dara.

__ADS_1


" Aku juga bingung Yah.. bagaimana nanti aku menjelaskan nya pada kakek.. tapi aku juga tak punya pilihan." sahut Faozan.. kali itu air mata mulai menetes di pipi nya.


Dara yg tadi berniat untuk menemui kedua orang tua nya menghentikan langkah nya saat ia melihat ketiga orang itu sedang bicara.. Hingga Dara hanya mendengar pembicaraan mereka.


" Apa maksud mu.. Ibu tau.. kamu sangat mencintai Dara.. tapi mengapa kamu ingin membatalkan pernikahan ini.. itupun disaat semua nya sudah di persiapkan." Ibu nya Dara berkata dengan bingung nya.


" Jika orang yg kucintai tak menginginkan aku.. maka aku bisa apa.. & jika orang yg ingin ku nikahi tak ingin menikah dengan ku.. maka aku juga tak bisa memaksa bukan.. maka bila orang yg sangat aku sayang mengingan kan aku untuk menjauhi nya meskipun dengan menuruti nya sama saja artinya dengan bunuh diri tapi aku harus melakukan nya demi melihat nya bahagia." kata Faozan dengan perasaan yg sangat hancur..


Dara yg mendengar semua itu pun merasa sakit mendengar nya.. bahkan saat melihat air mata Faozan.. Dara pun ikut meneteskan air mata.. meski dia sendiri tak tahu mengapa.


Kedua orang tua Dara yg mendengar perkataan Faozan mulai mengerti.. mereka menatap iba pada Faozan.. tapi mereka tak mampu untuk berbuat apapun.


" Dara sudah benar² keterlaluan Yah.. dia bisa mempermalukan kita dengan tindakan nya ini..& dia juga telah melukai perasaan Faozan.. ini tak bisa di biarkan.. dia tak bisa berbuat seenak nya begini." Kata Ibu nya Dara yg mulai kesal dengan tindakan Dara.


Bahkan ia sudah berdiri untuk menemui Dara & memarahi nya.


Tapi dengan cepat Faozan menghentikan Ibu nya.


" Nggak salah gimana Zan.. sudah jelas² dia melakukan hal yg tak masuk akal." sambung Ayah nya Dara.. yg juga tak menyukai perbuatan putri nya itu.


" Yah.. Bu.. Dara tak salah dalam hal ini.. akan tetapi takdirlah yg tak berpihak pada ku." Kata Faozan dengan dengan mencoba tersenyum meskipun itu sangat sulit bagi nya.. karna hati nya sangat sakit.


Tapi demi untuk tidak membuat keributan antara Dara & kedua orang tua nya..


" Jika kita ingat bagaimana bahagia nya Dara saat pertama kali aku disini.. maka kita tak bisa menyalahkan dia Yah.. Bu.. karna aku yakin bahkan jika bisa menolak Dara juga nggak akan mau mengalami semua ini.. Namun baik aku ataupun Dara.. bahkan kalian juga.. kita semua sama² tak berdaya.. kita tak berdaya menentang kehendak Tuhan.. sebab kita manusia hanya bisa berusaha tapi Tuhan lah yg menentukan.. & aku juga percaya.. jika memang suatu saat aku & Dara di takdirkan untuk bersama maka aku yakin cepat atau lambat ingatan Dara tentang ku pasti akan kembali.. atau setidak nya dia akan mencoba untuk membuka hati nya kembali untuk ku." kata Faozan panjang lebar.


Kedua orang tua Dara hanya terdiam.. benar kata Faozan.. mereka tidak berdaya.

__ADS_1


Yg bisa mereka lakukan saat ini adalah berdo'a.. berdo'a agar Dara menyadari betapa bodoh nya dia yg telah menyia nyia kan lelaki sebaik Faozan.


Jika tidak maka kedua orang tua Dara yakin betul..Dara akan sangat menyesal.


Dara yg mendengar & juga melihat bagaimana keadaan Faozan saat itu benar² merasa sangat bersalah.


Dengan deraian air mata.. yg Dara sendiri tak mengerti air mata apakah itu..


Dara kembali kekamar nya..


" Kenapa rasa nya begitu sakit Ya Allah... kenapa aku sakit saat melihat nya terluka karna diri ku.. & mengapa aku tak mau melihat nya sedih.. kenapa pula aku merasa tak rela dia kembali ke Lombok.. mengapa Ya Allah.. mengapa?? mengapa??? dan mengapa??." Dara mengeluh sendiri..


Ia tak tahu apa yg terjadi pada diri nya.. dan apa yg harus ia lakukan..


Ahhggggrrrhh..


" Tuhan.. mengapa kau ambil kenangan itu dari ku."


Rintih nya lagi dengan perasaan putus asa.


" Beri aku jawaban mu Ya Allah... karna Engkau tahu segala nya.. dan tak ada yg tak mungkin bagi Mu." Ratap nya lagi.


Setelah itu Dara hanya duduk sambil terus menangis.. mengingat apa yg telah ia katakan pada Faozan.. dengan begitu kasar nya..


Bahkan karna perbuatan nya kedua orang tua nya menjadi malu.. belum lagi saat acara pernikahan nya batal nanti itu yg akan lebih membuat kedua orang tua nya lebih lebih di permalukan lagi.. Dan semua itu hanya karna ke Egoisan nya.


Setelah cukup lama ia menangis serta berfikir sendiri.. ia mulai mengambil keputusan...

__ADS_1


" Iya.. hanya ini keputusan yg tepat.. ini baik untuk semua orang." kata nya bergumam sendiri.


Setelah itu.. Dara mulai menghapus air mata nya.. merapikan kembali pakaian nya.. kemudian dia akan bicara pada Faozan.


__ADS_2