
Visual para tokoh nya ya.
Maaf ya Dara & Faozan author ganti.. ehehe..
karna yg kemarin kurang cocok aja.
Dara Sari.. gadis berumur 22 tahun.. dia emang nggak terlalu cantik.. tapi hati nya sangat lah baik.. dia gadis yg tegar namun juga manja.. keras kepala.. Sabar dan tenang.. bahkan ia yg paling dewasa diantara kedua sahabat nya yaitu Dessy dan Cintya.
Faozan Febriyan cowok sederhana 20 tahun.. yg gampang marah namun cepat tenang.. sedikit cemburuan.. agak egois.. namun hati nya rapuh.. cowok yg tertutup.. namun jika sudah kenal baik dia orang yg blak blakan.
Dessy Pratiwi.. gadis berumur 23 tahun.. sangat bawel & angkuh.. tapi dia juga orang yg berhati lembut.
Dimaz Pradifto.. cowok yg berusia 23 tahun.. cool dan peka.. dia berasal dari keluarga yg kaya.. Dimaz sangat cuex terhadap cewek kecuali pada orang yg di sukai nya.. maka tanpa ragu dia akan mengorbankan apapun.
Cintya.. dia yg paling cantik diantara Dara & Dessy.. dia gadis yg berusia 22 tahun.. mempunyai sifat yg sombong dan blak blakan.. Cintya typekal cewek yg terbilang pendiam..
Rama cowok yg berusia 23 tahun seumuran sama Dimaz & Dessy.. Rama adalah salah satu cowok yg suka gonta ganti pacar.. bisa di bilang playboy.. paling perhitungan sama teman.. royal sama pacar.
Dan ini Alfian.. cowok berusia 20 tahun.. tampan.. gagah dan keren tentu nya.
Demikian dulu perkenalan tokoh nya..
Sekarang kita lanjut ke cerita nya ya guys..
ππππππππππ
Dara mengikuti Alfian yg masuk kedalam rumah untuk menemui Faozan.
Namun saat sudah berada didalam rumah Faozan sama sekali tak terlihat.. Alfian bingung dimana kah Faozan berada.
Alfian sudah mencari nya kekamar tapi Faozan juga nggak ada.
Kemudian Fian ingat.. tempat favorit Faozan kalo dia sedang ingin sendiri.
Alfian keluar lewat pintu belakang rumah.. disusul oleh Dara secara diam diam.
Dan benar saja Faozan ada di halaman belakang rumah.. Dia duduk menyendiri di bawah pohon mangga.. karna memang ada sebuah bangku yg terbuat dari bambu disana.. tempat dimana Faozan dan teman teman nya sering mengobrol.
" Ozan." panggil Fian.. sementara Dara hanya melihat dari ambang pintu belakang rumah.. dari sana ia bisa mendengar jelas percakapan mereka.
Faozan enggan menoleh.. karna ia tahu siapa yg memanggil nya itu.
__ADS_1
Alfian menghampiri Faozan.
" Zan.. maaf aku nggak bermaksud untuk membuat kamu marah...."
Perkataan Fian langsung di penggal oleh Faozan.
" Gampang kamu bilang maaf.. kamu nggak tahu gimana rasa nya jadi aku.. gimana sakit nya saat tahu teman aku sendiri mulai tertarik pada istriku." Kata nya kesal.
" Aku tau kata kata ku pada Dara tadi menyakiti mu.. tapi saat itu aku nggak tau Zan.. kalo dia adalah istri mu..." Sama seperti tadi Faozan merebut pembicaraan.
" Alaaah alasan doank kamu mah.. kan udah sering bahkan hampir setiap hari aku cerita tentang Dara ke kamu.. masa kamu nggak ingat nama nya." Faozan mulai menyudutkan Fian.
" Bilang saja kalo kamu suka sama dia sudah sejak dulu kan.. saat Dara inbox kamu di FB.. aku masih ingat betul gimana senang nya kamu inbox an sama dia.. tapi saat aku tahu.. aku langsung blok FB nya Dara dari akun kamu."
Alfian terdiam... memang benar saat itu ia merasa sangat nyaman bercerita sama Dara lewat inbox.. Namun saat itu tiba tiba Faozan datang kerumah nya.. Dan membuat Alfian berkata jujur kalo dia sedang inbox an sama seorang cewek dan memakai fhoto profil fhoto nya Faozan.
Hingga saat mendengar itu Faozan langsung meminjam ponsel Alfian dan mem blokir FB Dara lewat akun Alfian.
Tapi saat itu Alfian sama sekali tak tahu jika Dara adalah pacar Faozan.
Sebab Dara bilang dia hanya teman Faozan.
" Kenapa kamu diam." bentak Faozan yg benar benar sudah merasa marah.
" Kamu nggak punya alasan lagi untuk membela diri." Lanjut Faozan.
" Zan.. saat itu aku kan nggak tau kalo Dara adalah pacar kamu.. sama seperti saat tadi aku juga nggak tau kalo Dara adalah istrimu." barulah Alfian bicara.. memang itulah Fakta nya.
" Mocu kamu.." kata Faozan sinis.
" Bilang aja kalo kamu emang pengen nikung kan.. Dasar teman makan teman." lanjut Faozan.
Dara masih setia mendengar perdebatan kedua sahabat itu.
" Nggak usah pake sumpah.. jijik aku denger nya." Faozan benar benar hilang kendali hingga ia langsung menarik kerah baju Alfian.
Dara yg menyadari Faozan sudah di luar kendali langsung menghampiri mereka.. jika di biarkan bisa bisa Faozan melakukan hal yg lebih buruk.. memukul misal nya.
" Hentikan Ozan." Tutur Dara.. sambil berusaha dengan keras melepas tangan Faozan dari kerah kemeja milik Alfian.
Namun sekuat apapun dia mencoba tenaga nya tak cukup mengalahkan Faozan yg sedang marah itu.
" Minggir kamu.. ini urusan ku dengan nya kamu nggak perlu ikut campur." bentak Faozan pada Dara.
" Aku nggak akan minggir sebelum kamu lepasin Fian.. dia nggak salah.. kamu saja yg salah menanggapi nya.. kan kamu tau sendiri tadi gimana cerita nya." sahut Dara juga dengan nada suara tinggi.
" Oh.. jadi kamu lebih membela dia." Faozan tertawa sinis.. kali itu Faozan benar benar kehilangan kontrol.. ia merasa lebih marah lagi saat Dara terkesan membela Alfian dan menyalahkan diri nya.
Hingga tanpa bicara Faozan langsung memukul Alfian.
Pukulan pertama tak terhindarkan.. namun saat pukulan kedua ingin di layangkan Faozan.. Alfian menangkis nya dan balik memukul Faozan.
Dara benar benar panik di buat nya.
Namun saat ia melihat Alfian yg ingin kembali memukul Faozan.. dengan segera Dara langsung berdiri dihadapan Alfian.
Dan langsung berkata.
__ADS_1
" Fian aku mohom hentikan.. aku tau kamu sakit karna Faozan memukul mu tadi.. tapi kamu juga sudah membalas nya.. Fian ingat lah dia itu teman mu.. apakah dengan cara berantem masalah akan beres.. aku tak bisa meminta Faozan tenang.. tapi aku yakin kamu bisa tenang Fian.. aku mohon tenang lah." tutur Dara dengan suara memohon.
Yg membuat Alfian langsung luluh mendengar nya.. apa lagi saat ia menatap wajah Dara yg begitu panik dan sedih.
Maka dengan pelan Alfian menurunkan tangan nya.
" Sorry." tutur Fian.. sambil menghela nafas kasar nya.
Dara mengangguk.
" Wah Hebat.. begitu dia meminta mu tenang.. kamu langsung tenang... apa kah ini yg di namakan cin...."
" Hentikan." teriak Dara pada Faozan.. yg membuat Faozan tak bisa menyelesaikan bicaranya.
" Aku tahu kamu marah.. aku juga tahu kamu kesal.. bahkan aku ngerti apa yg kamu rasakan.. tapi asal kamu tahu saja.. Alfian tidak lah salah.. kamu saja yg terlalu menganggap ini serius." sambung Dara setengah membentak.
" Iya kamu benar aku yg salah.. dan Fian mu itu yg benar." sahut Faozan tertawa sinis.
" Oh iya tadi apa kamu bilang.. Alfian itu ganteng.. lebih ganteng dari aku.. dan kamu mau sama dia.. jika saja dia mau sama kamu.. ahahaha..." Faozan masih tertawa frustasi.
Ia ingat perkataan Dara tadi saat Dara terang terangan bilang Alfian itu ganteng.
" Sekarang dia juga suka sama kamu.. tapi sayang nya kamu nggak bisa bersama dia.. karna kamu adalah istriku.. sangat miris bukan.. tapi kamu tenang saja aku nggak akan jadi penghalang buat kamu sama dia." lanjut Faozan.. dengan suara yg tertekan.
" Zan.. cukup.. kamu sedang marah saat ini jangan bicara lagi.." sela Alfian.. yg langsung di bantah oleh Faozan
" Kamu yg cukup." bentak Faozan.
" Dan kamu Sayang.. eh salah maksud ku Dara.. mulai saat ini kamu bebas sama dia.. karna mulai saat ini juga aku kita Cer.."
PLAAAAAAAAKKKKK.
Sebuah tamparan dari Dara mendarat di pipi Faozan..
Yg membuat Faozan langsung berhenti bicara.
Saat itu Dara juga sudah tak bisa mengontrol diri..padahal bukan lah yg benar menampar seorang suami.
Tentu dengan tamparan itu.. Faozan makin sakit di buat nya.. maka tanpa sadar ia ingin membalas dengan melakukan hal yg sama.
Faozan sudah mengangkat tangan nya untuk menampar istri nya itu.
Namun saat itu Alfian juga tak tinggal diam.. dengan cekatan dia menangkap tangan Faozan
" Ingat Zan.. lelaki sejati tak pernah mengangkat tangan nya terhadap wanita terutama istri nya." sentak Alfian.. sambil dengan keras ia menghentakan tangan Faozan.
Faozan hanya bisa terdiam dengan menahan amarah nya yg sedang memuncak itu.
" Ayo kita tinggalkan dia Ra.. nggak akan ada guna nya jika kita bicara pada nya saat ini." sambil berkata Alfian meraih tangan Dara dan mengajak nya pergi meninggalkan Faozan sendirian disana.
Dara yg menyadari kebenaran dari perkataan Alfian hanya bisa menurut.
Dara & Alfian berlalu pergi dari sana.. hingga hanya ada Faozan yg di temani kemarahan nya.
" Aaaaaaaagggggggghhhhhhhhh." sambil berteriak Faozan menendang bangku yg ada disana untuk meluapkan kemarahan nya.. Hingga tanpa dia sadari kaki nya yg berdarah.
" Kalian keterlaluan." kali itu sambil merutuk Faozan memukul bangku yg sama.. hingga tangan nya juga terluka..
__ADS_1
Selanjut nya gimana ya.???
Akan kah Faozan tenang atau justru makin marah??.