
Sekitar Jam 15 sore.. Lampu di ruang Operasi berubah menjadi hijau.. yg artinya Operasi telah selesai.
Tak lama kemudian Dokter Alex keluar dari ruangan itu.
Daniel dan Ayah nya Dara bergegas menghampiri di ikuti juga oleh Faozan.
" Bagaimana keadaan Dara Dok?." Tanya Ayah nya Dara.
" Alhamdulillah Operasi nya berjalan lancar."
" Alhamdulillah hirrobil alamin." sontak semua orang yg tadi menunggu di luar ruang operasi itu mengucap syukur.
' Terima kasih Ya Allah kau mendengar do'a ku.. aku berjanji aku nggak akan pernah melakukan apapun yg engkau benci.. dan aku akan berusaha untuk membuat nya selalu bahagia.' ucap Faozan dalam hati.
" Lalu sekarang bagaimana kondisi Dara?." tanya Daniel.
" Kondisi nya sudah stabil.. mungkin dalam waktu 8 jam kedepan baru ia akan sadar.. sebab tubuh nya masih lemah pasca operasi tadi hingga para Dokter harus memberikan obat tidur pada nya agar saat ia siuman nanti kondisi nya benar² baik." sahut Dokter Alex panjang lebar.
" Lalu bagaimana dengan kanker nya apakah kali ini Dokter bisa memastikan kalau Putri saya sembuh total." Tanya Ayah nya Dara.
__ADS_1
" Insya Allah.. sebab kami telah berusaha semampu kami agar semua sel kanker itu di basmi sampai ke akar² nya.. itulah kenapa kami butuh waktu yg lama." tambah Dokter Alex.
Semua orang hanya mengangguk².. sebab benar yg dikatakan Dokter Alex ia hanya manusia hanya bisa berusaha sebaik mungkin.. jadi untuk memastikan apakah Dara akan terkena kanker lagi atau tidak tergantung yg di atas.. pihak keluarga pun mengerti maksud Dokter Alex.
" Lalu apakah kami bisa melihat nya sekarang?." Faozan mulai angkat bicara.
" Belum sekarang tunggu setelah ia di pindahkan ke ruang perawatan."
Usai bicara demikian Dokter Alex meninggalkan mereka dan mengurus perihal pemindahan Dara ke ruang perawatan.
Ayah nya Dara telah berpesan agar Dara di pindah ke ruangan khusus atau kelas VVIP.. agar istirahat Dara tak terganggu oleh pasien lain.. dan juga keluarga serta teman² Dara bebas untuk menemui Dara.
20 menit kemudian Dara sudah berada di ruang perawatan.. ditemani oleh seluruh keluarga.
Mereka sama² menatap Dara yg kini terbaring lemah dengan selang infus di tangan nya.. untung alat bantu pernafasan sudah bisa di lepas.
Faozan yg baru pertama kali melihat Dara secara langsung tak henti² nya menatap Dara.. mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki nya.
Menurut nya Dara lebih cantik asli nya dari pada yg sering ia lihat lewat hp.
__ADS_1
' Bukalah mata mu sayang.. aku benar² merindukan mu.' kata Faozan dalam hati.
Adzan ashar berkumandang dan itu memecah keheningan di ruang perawatan Dara.
" Bu.. Ayah.. aku mau shalat Ashar dulu bahkan setelah ini aku mau langsung kerja." Tutur Daniel.
" Baiklah Nak.. lalu bagaimana dengan Tari?." sahut ibu nya Dara.
" Aku juga mau pulang dulu Bu.". jawab istri nya Daniel.
" Baiklah hati².". pesan sanf Ibu.. setelah shalat ashar Danile dan istri nya pamit pulang.. karna Daniel harus bekerja.
" Apa Ibu dan Ayah tak merasa lapar?." tanya Faozan yg menyadari kalo kedua orang tua Dara belum makan apapun.
" Sedikit lapar nak." jawab Ayah nya Dara.
" Kalau begitu aku beli nasi dulu.. aku rasa sekarang kita bisa sedikit tenang karna Dara sudah aman.. kita hanya menunggu ia tersadar."
" Iya kamu benar." jawab ibu nya Dara sambil mengusap rambut Dara.
__ADS_1
Faozan melangkahkan kaki nya dan keluar untuk membeli nasi untuk dia dan kedua orang tua Dara makan.