
Tak terasa sudah 4 bulan berlalu hubungan jarak jauh antara Dara dan Faozan berjalan manis, meski mereka sering bertengkar tapi itu tak membuat mereka mengakhiri hubungan manis nya, yg ada semakin hari mereka makin tak ingin berpisah, dan sama² sudah nggak sabar untuk bertemu, tapi karna jarak yg cukup jauh tentu saja mereka harus bisa bersabar..
Benar kata orang, jarak jauh adalah ujian cinta, dan jarak dekat adalah ujian iman.
Malam itu selepas Dara shalat magrib Faozan langsung menelpon, sekarang Dara udah nggak nolak lagi saat Faozan telpon malam, bahkan sekarang bisa di katakan hampir full dari siang sampai malam mereka telponan, hal sekecil apapun bisa mereka jadikan bahan candaan, dan mereka tertawa bersama.
Contoh nya saja seperti malam ini.
Saat itu percakapan sedang berlangsung, dan sudah cukup lama.
Dara.
" Ojan." panggil Dara manja, ia sengaja mau menggoda Faozan dengan memanggil nama nya.
Faozan.
" Apa sih, nggak asyik banget, masa iya manggil pacar seperti itu, apakah begitu sulit bagi mu untuk memanggil ku dengan kata sayang." Benar saja, Faozan langsung agak kesal.
Dara.
" Ahahaha." Dara tertawa, " maaf yach pacar ku yg baik yg suka marah², aku emang sengaja mau menggoda mu, habis kamu lucu saat lagi kesal." sambil berkata Dara tertawa pelan.
Faozan.
" Terserah aja dech, tapi jujur yach, seingat aku, sepanjang kita pacaran, kamu nggak pernah panggil aku sayang, apa lagi bilang sayang, selalu aku saja yg bilang gitu.". ia mulai mengeluh.
Dara.
" Nggak pernah manggil sayang dan bilang sayang bukan berarti aku nggak sayang, karna kata² sayang nggak selalu harus di ucapkan, yg penting bisa di rasakan."
Faozan
" Tapi aku nggak pernah ngerasain kalau kamu itu sayang sama aku."
Dara.
" Jadi perhatian aku selama ini nggak kamu anggep gitu." Dara berkata sinis.
Faozan.
" Ehehe.." terdengar tawa Faozan di sebrang sana, " Kayak nya ada yg mulai kesel nih, jangan marah ya aku hanya becanda doank."
Dara.
" Satu kosong, aku nggak kesel beneran, aku hanya ngerjain kamu."
Faozan.
__ADS_1
" Dasar kamu yach.". giliran Faozan yg ngambek.
Dara.
" Maaf Sayang, jangan ngambek lagi, masa iya cowok ngambek, nggak lucu tau, maafin aku yach." Dara membujuk dengan lembut.
Faozan
" Baiklah, aku maafin tapi ada syarat nya." tegas nya
Dara.
" Mana ada maafin orang pake syarat, itu nama nua nggak ikhlas."
Faozan.
" Suka² aku donk, kan aku yg mau maafin.". jawab nya nggak mau kalah, " jadi gimana mau di maafin apa nggak nih?." tanya nya lagi.
Dara.
" Iya apa syarat nya?." apa boleh buat demi meminta maaf.
Faozan.
" Eeeeemmm.....eemmm, syarat nya cium."
Dara.
Faozan.
" Kenapa? nggak mau, ya udah kalo gitu, nggak ada maaf.". tegas Faozan lagi.
Dara.
" Emang nggak bisa di ganti ama yg lain apa syarat nya?." tanya Dara
Faozan.
" Nggak ada, kalau kamu setuju ayo kerjakan sekarang, sebab kalau nanti aku tambahin hitungan nya, saat ini cukup 1x cium aja, tapi kalau kamu masih protes, hukuman nya menjadi cium 100x."
Dara.
" Iiiiihhh, kamu benar² nggak waras." kata Dara cemberut.
Faozan
" Terserah, nggak waras juga pacar kamu kan.". kata nya dengan PD
__ADS_1
Dara.
" Ehehe, iya juga sich."
Faozan.
" Ya udah mau di maafin nggak nih?." tegas nya lagi, " aku hitung sampai 3, satu."
Dara.
" Iya iya," Dara langsung memenggal bicara Faozan. " Eeemmmmuuuaaaach." mau nggak mau dia seperti itu.
Dara.
" Apa kamu puas sekarang?."
Faozan.
" Mana ada, di cium juga belum." Faozan pura² nggak dengar.
Dara.
" Kan tadi udah."
Faozan.
" Ulang aku nggak denger."
Dara.
" Baiklah.. eemmmuuaach, udah kan?." kata nya sedikit kesel, padahal hal seperti itu udah biasa mereka lakukan saat mengakhiri pembicaraan mereka tiap hari, tapi tetap aja Dara ngerasa nggak nyaman dan merasa malu², padahal mereka kan hanya lewat hp nggak sungguhan tapi bagi nya itu sama saja nggak ada beda nya.
Faozan.
" Oke aku maafin, dan iya sebenar nya tadi aku udah dengar tapi aku sengaja." Faozan mulai mengakui kenakalan nya.
Dara.
" Iiiih, jahat banget sih." kata Dara manja.
Faozan.
" Udah², udah malam kamu tidur gih, selamat malam sayang, metz bobo, moga mimpi indah, dah, I Love you, eeemmmuuacch."
Dara.
" Malam kembali, love you to." setelah itu dara langsung menutup telpon nya.
__ADS_1