Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 101 Rencana yang di susun


__ADS_3

"Huh?, lagi pula jika pun kalian ingin menggantikanku untuk berkorban kalian tak akan pernah bisa"ujar Melody dengan kepala menuduk.


"Apa maksudmu Melody kenapa kita tak bisa?"tanya Rexid cemas serta bingung akan apa yang di katakan oleh Melody.


"Itu hanya pengorbanan darah untuk segel sama sekali tak berbahaya, dan juga darah yang di pilih haruslah darah milik seseorang garis keturunan BlueMoon dan dia harus seorang gadis, sedangkan di sini keturunan BlueMoon hanya aku dan kak Rexid dan kak Rexid adalah laki-laki"ucap Melody.


Mendengar apa yang di jelaskan oleh Melody membuat Rexid kini frustasi sambil menjambak rambutnya jengkel.


"Si4l!, sebenarnya siapa yang membuat syarat seperti ini!!?, lihat saja jika aku tau siapa orangnya akan ku bunuh orang itu!"geram Rexid sambil menggertakan giginya serta tangan yang sudah mengepal dengan erat seperti bersiap untuk memukul seseorang.


"Kak semangat mu memang bagus tapi membunuh seseorang yang sudah mati?, ini terlalu di luar akal, dan lagi yang membuat mantra itu adalah leluhur pertama BlueMoon, sebenarnya aku tak menyangka bahwa kakak akan melakukan pemberontakan kepada leluhur, tentu saja jika kakak ingin memberontak aku sama sekali tak akan melarang, namun aku sarankan untuk kakak tidak memberontak terhadap leluhur aku takut kakak akan terkena kutukan"ujar Melody jujur.


Yah memang jika kalau ada anggota keluarga BlueMoon yang menghina leluhur akan mendapat kutukan yang akan di turunkan kepada keturunannya selama 7 generasi.


Rexid yang mendengar penjelasan dari pada Melody tentu saja segara tercengan dengan mulut terbuka lebar, dia sama sekali tak menyangka bahwa akan mendapat respon yang menyakitkan dari adiknya tersebut, dan apa-apaan itu!.


Pertama kalinya dalam hidupnya dia tau kalau BlueMoon memiliki mantra sihir seperti itu?.


Apa lagi saat dirinya mendengar kalimat kutukan dirinya merasa ngeri sekaligus merinding di seluruh tubuhnya, siapa juga yang tak tau kutukan macam apa itu?, semua anggota BlueMoon pasti tau kutukan apa yang menanti mereka apa bila menghina leluhur BlueMoon.


"Tidak, tentu saja aku tidak berani"ujar Rexid dengan wajah tertekan.


"Huftt~, tenanglah kalian berdua itu hanya bebarapa darah tak banyak dan lagi itu tak akan membahayakan ku"ucap Melody final dan pergi dari sana namun sebelum pergi dia menjnggalkan bebarapa kata.

__ADS_1


"Dan untuk pengobatan kita lakukan saja malam ini, hati ini aku akan memgurus bebarapa berkas di kantor"ujar Melody dan segara dengan lesu berjalan ke arah kantornya


Jujur saja dia sangat malas dan lelah untuk membereskan berkas-berkas yang ada di sana, apa lagi di tambah budaknya (Devian) kini sedang pergi jadi dia harus mengerjakan semua nya sendiri.


Ah!, kalau di ingat-ingat sepertinya ini sudah saatnya untuk mencari sekretaris bukan?, sepertinya dia harus segera mencari setidaknya 2 orang atau 1 orang saja cukup yang penting sekretaris nya itu berkompeten.


Sampai di kantor Melody segara membuka dokumen selanjutanya dan membacanya, siapa sangka bahwa itu adalah laporan bisnis pertambangan Duchy Salvier.


Ah dia ingat lagi kalau tambang itu belum dia lirik sedikitpun dalam kata lain dia sama sekali belum memberi perhatian kepada pertambangan, namun sepertinya bukan hanya itu saja bahkan semua bisnis Duchy Salvier dia sama sekali belum menyentuhnya, itu semua karena banyak hal yang terjadi selama dirinya ada di sini sebagai Duchess Salvier.


"Hufttt~~~, ternyata aku begitu lambat dalam bekerja ya, mungkin kali ini aku harus lebih fokus terhadap penghasilan bagi Duchy"ujar Melody lelah dengan kenyataan yang terjadi.


Melihat data yang di serahkan oleh Sir Galon beberapa waktu yang lalu tentang pembersihan bekas gelombang monster, di sana secara rinci melaporkan apa saja yang terjadi saat perburuan monster dan yang terpenting juga mencatat jumlah monster, serta mencatat bagian tubuh monster yang bisa menghasilkan uang, dan tentu saja di sana ada juga laporan jumlah korban yang ada.


"Hmmm..., perburuan kali ini sepertinya akan ada keuntungan besar dan juga sepertinya aku tak perlu lagi cemas soal bagiamana mencari biaya untuk perbaikan Duchy dan juga pengeluaran Duchy untuk sementara waktu setidaknya untuk 2 tahun ke depan bisa di tutupi dengan pendapatan yang di dapat dari penjualan bagian tubuh monster"pikir Melody sambil mencoret-coret kertas di atas meja menghitung perkiraan uang serta berapa lama Duchy akan pertahan dengan uang hasil penjualan dari tubuh monster.


"Jadi mulai besok lebih baik aku mulai menharahkan warga untuk membangun ulang Duchy yang terpenting yang harus di bangun adalah fasilitas kesehatan, serta bebarapa rumah warga, jadi mulai besok sepertinya aku juga harus mencari tempat yang cocok untuk di jadikan rumah sakit, dan juga mencari dokter-dokter untuk di perkerjaakan di sana"gumam Melody sambil mencatat ide-idenya tersebut.


"Setelah membangun fasilitas rumah sakit, aku juga harus membangun pos penjaga serta membangun sesuatu hal yang mirip seperti kantor polisi, dan juga harus melengkapi kebutuhan militer yang sangat ini mulai buruk lagi karena banyaknya benda yang rusak akibat perang gelombang kali ini"pikir Melody sambil memejamkan matanya.


"Hmm, aku tak tau jika pekerjaan ku sangat banyak, lebih baik aku benar-benar dengan cepat memilih sekertaris untuk diriku"ujar Melody dan mulai menukis bebarapa surat perintah dan juga menandatangani surat persetujuan tentang pengeluaran dana bagi Duchy.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Masuk"ucap Melody tanpa melihat ke arah pintu dan hanya fokus ke berkas yang ada di mejanya kini dia bahkan memakai kaca mata hadiah dari Diana.


Sebenarnya dia tak berharap akan memakainya namun kali ini dia sangat butuh akan hal tersebut.


"Yang Mulia, ada bebarapa hal yang ingin saya laporkan"ujar Sir Gio yang masuk ke dalam ruangan Melody tanpa permisi.


"Apa itu Sir?"ujar Melody menatap kearah Sir Gio.


"Semua bagian tubuh monster yang berguna dan tidak sudah kami pisahkan, jadi apa printah Yang Mulia untuk selanjutnya?"tanya Sir Gio.


"Emmm, itu tolong kumpulkan bagian monster yang berguna tersebut dan bagian yang tak berguna itu kamu tau kan apa yang harus di lakukan?"senyuman kini terpapang di bibir Melody sambil menatap Sir Gio dengan penuh misteri.


"Tentu saja aku tau apa yang harus aku lakukan?!"ucap Sir Gio yang tak terima karena dirinya merasa di pertanyakan bagiamana kualitas bekerjanya.


"Bagus aku suka semangatmu, dan tolong carikan pedagang yang cocok untuk membeli semua bagian-bagian monster tersebut"ucap Melody.


"Tentang itu kenapa Yang Mulia tak minta kepada paman dari pihak ibu Yang Mulia saja mereka kan keluarga pedagang terbesar di seluruh benua"ujqr Sir Gio sedikit bingung.


Mendengar itu Melody tersentak dia lupa akan hal tersebut tentang latar belakang keluarga ibunya.

__ADS_1


__ADS_2