Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 132


__ADS_3

"Sebelum itu saya berterima kasih kepada semuanya yang sudah mau untuk datang kepesta malam ini, seperti apa yang di ketahui oleh kalian semua pesta ini untuk memberikan penghormatan kepada Pahlawan kita"


"Untuk pahlawan kita Duchess Salvier anda di persilakan maju"ujar Kaisar.


Melody yang mendengar hal tersebut segara saja mamu dan memberi salam layaknya Kesatria dengan menggunakan gaun nya, yaitu gerakan seperti akan memberi sumpah


"Salam Yang Mulia Kaisar Damian Van BlueMoon"ujar Melody menundukan kepalanya.


"Atas kebaranian serta pengorbanan yang kamu lakukan ku anugrahkan kamu gelar 'Dame Grand Cross of the Most Excallent der of the BlueMoon Empire'"ujar Kaisar dengan pedang yang kini dirinya letakkan di atas pundak Melody.


"Saya merasa terhomat dengan ini Yang Mulia"ujar Melody sambil masih menudukan kepalanya.


"Berdiri lah"ujar Damian.


Seketika itu juga Melody berdiri menghadap Damian setaunya acara belum selesai karena seharusnya di lanjutkan dengan acara pencabutan gelar Kaisar Semantaranya.


Mendekat ke arah Melody kini di tangan Damian terdapat sebuah bros mendali penghormatan.


Damian pun memasangkan mendali tersebut di gaun Melody tepat nya di samping bagian kanan atas dadanya, untung nya di sana ada temoat yang di rasa cocok untuk tempat bros tersebut


"Dik aku tak berniat mengambil gelar Kaisar dari mu, jadi tolong segerakan menikah dan punya lah anak untuk menerukan Kekaisaran ini"bisik Kaisar Damian licik.


Melody yang mendengar bisiskan itu tak habis pikir dengan kakaknya dan hanya bisa menatap datar kakaknya tersebut.


"Kalau aku tak mau kamu mau apa?"tanya Mekody juga dengan berbisik.


"Maka aku akan melakukan ritual agar kamu menjadi Kaisar sesungguhnya"licik Damian lagi dengan senyum nya.


"Ini sangat tak adil"ujar Melody juga dengan senyum nya.


"Terserah kau mau bicara apa"ujar Damian lagi dan segera menjauh dari Melody lantaran dirinya sudah selesai memakaikan bros mendali tersebut.


Kini bros tersebut sudah terpasang dengan apik di sana.


"Duchess Melody Calsion De Janeiro Salvier mulai sekarang kamu adalah seorang Dame"ujar Kaisar Damian mengumumkan kepada semua orang.


Tepuk tangan segara saja bergema di seluruh penjuru aula memberi selamat kepada Melody akan prestasi yang dia ukir.


"Karena kamu sudah melakukan hal baik dan begitu membanggakan aku akan mengabulkan semua permintaan mu jadi apa permintaan mu Duchess?"tanya Kaisar.

__ADS_1


Mendengar itu Melody tersenyum licik kearah Damian, sedangkan Damian sendiri merasa salah bicara.


Memberi hormat ala Kesatria lagi kini Melody mulai menatap kata Damian.


"Yang Mulia tolong cabut gelar 'Kaisar Sementara' itu"ujar Melody.


Pernyataan nya itu membuat seketika aula heboh kini mereka baru ingat akan hal tersebut bahaa Melody masih lah seorang Kaisar walaupun hal itu terpaksa di lakukan karana keadaan namun Kaisar tetap lah Kaisar.


"Ya Tuhan, bagaimana aku bisa lupa akan hal itu!"


"Aku tak percaya jika dari tadi aku sudah salah seharusnya tadi aku menyapanya dengan gelar Kaisar nya bukan?"ujar seorang Pria bangsawan saat menyadari kesalahan.


"Ck!, sangat ceroboh"maki teman di samping pria itu.


Damian yang mendengar ucapan dari Melody serta ucapan dari para bangsawan yang ada kini hanya bisa tersenyum canggung.


"Ah kamu benar maafkan aku jika aku lupa"ujar Kaisar dengan canggungnya.


Namun siapa sangka bahwa dalam hati dia mengumpat.


'Si4l!, Melody ini kenapa tak bisa di ajak kerja sama!'kesalnya dalam hati.


Ritual itu cukup sederhana hanya dengan Damian yang menaruh pedang di atas pundak Melody serta pengembalian Mahkota dari Melody.


Namun saat Melody hendak menyerahkan Mahkotanya Damiam segara menghentikannya.


Mahkota tersebut segera saja muncul di atas kepala Melody sesaat setalah Melody mengucap bebarapa kata mantra.


"Mahkota itu tidak perlu di kembalikan kau simpan saja sebagai kenang-kenangan sekaligus hadiah, lagi pula mahkota itu tak akan berguna jika terus di dalam Istana Kekaisaran"ujar Damian melambaikan tangannya.


Memang benar itu sudah tak di perlukan lagi karena pada akhrinya itu hanya kan tersimpan di dalam gudang harta Kekaisaran tanpa ada yang merawatnya.


"Baik Yang Mulia terima kasih"ujar Melody dan menyimpan kembali mahkota tersebut ke atas kepalanya sekatika mahkota itu hilang lagi.


"Ya sama-sama"ujar Damian.


"Apa hal lain nya yang kamu inginkan?"tanya Damian lagi.


"Yang Mulia bebarapa saat yang lalu komunikasi dan informasi antara Duchy dan Kekaisaran terputus tanpa sebab dan karena hal itu pihak Duchy melakukan penyelidikan bahwa ada seseorang yang sengaja memblokir hal tersebut"

__ADS_1


Perkataan Melody sekali lagi menjadi kehebohan di antara para bangsawan yang ada.


"Apa maksud Duchess, apa ada seseorang yang ssngaja melakukan nya?"


"Aku juga tak tau, tapi sepertinya menang begitu"


"Dan dari hasil penyelidikan kami, akhirnya membuahkan hasil, jadi bisakah Yang Mulia menghukum orang tersebut?"ujar Melody kini aura di sekitarnya menajam dan mengintimindasi, bahkan tatapan nya kini seperti bisa menembus apa pun saja yang ada di depan nya.


"Jika itu ada bukti maka akan aku lakukan untuk menghukum nya"ujar Kaisar dia kini sudah mempersiapkan hatinya untuk hal selanjutnya.


Begitu juga dengan yang lain nya yang kini sudah bersiap-siap.


Dengan gerakan tangan kini kertas-kertas segara bermunculan di udara dan mengambang di sana.


Dengan seringan Melody menatap Damian.


"Silakan Yang Mulia lihat sendiri agar lebih percaya"ujar Melody.


Tentu saja Damian akan percaya pasalnya dia lah yang membuat bukti-bukti tersebut, namun tetap saja membacanya lagi di sini di aula membuat seluruh tubuhnya gemetar hebat.


Kalau boleh jujur bisa kah dia tak percaya?


Tentu saja jawabannya tak boleh, seorang Kaisar yang adil dan bijaksana tak boleh tutup mata akan kesalahan sekecil apapun bahkan jika yang bersalah adalah keluarganya sendiri.


"Mentri Hukum buat persidangan Keluarga Kekaisaran  sekarang juga"ujar Kaisar membuat Mentri hukum terkejut dengan apa yang di katakan oleh Kaisar.


Bahkan yang lain nya juga terkejut dengan apa yang di katakan oleh Kaisar.


Persidangan Keluarga Kekaisaran hanya di lakukan apa bila kejahatan tersebut di lakukan oleh anggota keluarga Kekaisaran jadi apa kah dalang yang di katakan oleh Melody adalah kekuarganya sendiri tapi siapa?


Mentri Hukum yang mendengar perintah tersebut segara menurut.


"Baik Yang Mulia!"ujar nya sembari menyebarkan mana sihirnya.


Mana nya itu cukup unik dan bisa terbilang langka di mana, Mananya bisa mendeteksi kebohongan dan kebenaran yang ada selama masih ada di jangkauan mananya tersebut.


"Seret teraangka!"tegas Kaisar.


Namun tak ada yang bergerak.

__ADS_1


__ADS_2