Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 111 Mulai (10) .........


__ADS_3

Kaisar saat ini sangat senang, Duke yang mendengar ucapan tersebut pun membalas tak kalah senang juga.


"Anda benar Yang Mulia ini adalah berita membahagiakan bagi kita semua"ujar Duke.


"Kamu benar, kalau begitu bukan kah ini waktu yang tepat Duke kita akan langsung jatuhkan bom nya"ujar Kaisar.


"Ya waktu nya sangat tepat, saat semua Kekaisaran geger akan kematian Marques Vallen, dan tiba-tiba saja akan berita yang menggerkan seluruh Kekaisaran aku yakin rumornya akan menyebar dengan cepat"ujar Duke.


"Kamu benar, kalau begitu tunggu apa lagi?, bukan kah kamu harus pergi dan mulai mempersiapkan semuanya"ucap Kaisar.


Duke yang mendengar itu tersenyum sebemum dengan sopan mundur.


"Baik Yang Mulia, saya mohon undur diri"ujarnya dan segera pergi dari sana.


Kaisar dan Duke di lain temepat tapi bisa di pastikan dalam waktu yang sama kini sama-sama tersenyum misterius.


Mereka berfikir bahwa semua rencana mereka sudah berjalan lancar tanpa mengetahui bahwa akan qda bahaya besar yang mungkin saja membawa Kekaisaran keambang kehancuran.


Sementara itu di Duchy Utara Melody kini renovasi rumah penduduk sedang berjalan, sedangkan Melody sendiri kini sedang berdiskusi dengan para arsitek membicatakan tentang model bangunan yang ingin di buat untuk kantor polisi serta rumah sakit.


"Jadi bagimana Duchess apa anda suka yang seperti ini"ujar salah satu dari mereka sambil memperlihatkan gambar yang telah susah payah mereka buat.


Melody pun menerimanya dan mengamati terlebih dahulu dan akhirnya mengangguk.


"Yap seperti ini saja"ujar Melody sebenarnya gaya bangunan itu tak jauh berbeda dengan rumah sakit di jaman moderen di tambah bahwa dunia ini masalah pembangunan sudah seimbang dengan zaman moderen hanya saja biaya untuk membuat yang seperti itu sangat mahal dan biasanya hanya orang kaya serta bangsawan saja yang bisa membuat rumah sepeti itu.


"Baik Yang Mulia kami akan segera mengatur nya dan juga kami akan pastikan bahwa anda akan mendapatkan kualitas yang bagus anda juga mendapat diskon dari kamu sebear 10 %"ujar salah satu dari mereka.


Ya Melody memang menyewa sebuah perusahaan untuk membantu membangun wilayahnya namun dia hanya menyewa jasa mandor, serta bebarapa tenaga berpengalaman sedangkan sebagian besar kuli bangunan sendiri Melody mengambil dari rakyatnya.


Karena dia berfikir jika kalau rakyatnya pasti membutuhkan lapangan pekerjaan.

__ADS_1


"Baik masalah biaya kita saya akan bayar di awal"ujar Melody dengan senyum dan menyarah kan selembR kertas di mana di sana tertulis monimal yang harus di bayar Melody dan tentu saja sudah di termasuk diskon 10 %nya.


"Baik Yang Mulia, kalau begitu kami akan undur diri"pamit mereka semua dan segera berdiri membungkuk sopan ke pada Melody dengan tangan di dada dan segera pergi dari sana setelah mendapat anggukan dari Melody.


Setelah mereka pergi postur yang di pertahan kan Melody runtuh dan dia segara saja menumpuk kan semua berat badan nya di kuris.


"Huftt~, hah~ tak ku sangka hal seperti ini saja bisa membuat diriku sangat lelah, ah benar aku harus pergi ke pertambangan"ujarnya lelah sambil memijat pundaknya sendiri.


Masalah asisten Melody belum sempat untuk mencarinya tapi untung saja dia memiliki banyak bawahan yang bisa di perintah dan di percaya sehingga dirinya tak perlu mengawasi perkembangan pembangunan yang terjadi.


Melihat dokumen di atas meja Melody kini memeriksa pertambangan apa saja yang di miliki Duchy Salvier.


"Aku penasaran tambang apa yang di miliki Duchy ini apa itu emas karena jujur saja ada 1/4 wilayah Duchy yang gersang seperti Afrika jika itu benar akan bagus"gumamnya


"Ah ada pertambangan nikel, minyak bumi, belerang, emas, tinta, berlian serta baskuit?, si4l!, bukan kah Duchy Salvier sangat kaya!, lalu kenapa rakyatnya menderita?"ujarnya padahal dia ingat dengan jelas uang per bulan yang di dapatkan oleh nya tak terlalu banyak.


"Sepertinya ada yang tak beres dengan bisnis di Duchy Salvier aku harus melihatnya sendiri"ujarnya dan segara saja pergi menaiki kuda di kawal oleh para 3 Kesatria yang Melody sama sekali belum kenal dia hanya kenal satu saja di antara mereka yaitu Sir Vio.


"Yang Mulia saya juga senang bertemu dengan Yang Mulia lagi"ujat Sir Vio.


"Sir hari ini kamu akan mengawalku jadi bisa aku minta tolong?"tanya Melody.


"Iya apa pun untuk anda Yang Mulia"


"Bisa kamu beri tau ku siapa saja mereka Kesatria Duchy terlalu banyak sehingga aku sama sekali tak bisa mengingat mereka semua"ujar Melody.


"Baik Yang Mulia, yang di sebelah kiri itu Sir Candra, dan di sebelah kanan itu Dame Clara mereka adalah saudara kembar"ujar Sir Vio dengan senyum.


Mendengar itu mata Melody membulat tak percaya dia sama sekali tak percaya bahwa di Utara ada seorang Kesatria wanita.


"Apa Dame!, kamu yakin tapi kenapa dia lebih tampan dari mu?!"ujar Melody kaget pasalnya jujur saja Dame Clara lebih tamban dan manly dari pada semua laki-laki yang dia temui.

__ADS_1


Sir Vio yang mendengar itu menjadi kaku senyumnya namun dirinya masih saja berusaha tersenyum.


Dia hanya bisa sabar, seakan-akan hal tersebut sudah biasa terjadi.


Melody yang menyadari kesalahan nya segara saja meminta maaf.


"Ah maaf aku tak bermaksud seperti itu"ujar Melody menyesal.


"Tak apa Yang Mulia kami memang sering di seperti ini kan, Dame Clara memang lebih tampan dari kami bahkan jujur saja banyak laki-laki yang iri akan paras tampan nya tersebut"ujar Sir Vio sambil tertawa.


"Benarkah?, apa itu juga termasuk kamu?"


Dan


Jlep!


Gocah!, tepat sasaran.


Rasanya Sir Vio kini di tusuk oleh anak panah di dada, bahkan secara imajinasi darah mungkin sudah mengalir dari mulutnya.


Melody yang melihat itu kini bisa menebak kalau pertanyannya benar, kini hanya bisa menahan tawa.


"Pfttt..., yang sabar ya Sir Vio"ujar Melody sambil menepuk-nepuk pundak Sir Vio seakan-akan menyemangatinya.


"Terima kasih Yang Mulia tapi jujur saja iri kepada wajahnya dia sangat tampan walaupun perempuan"ujar Sir Vio jelas sekali kalau dirinya sangatlah iri.


"Hmm, baiklah ayo segara saja berrangkat aku tak ingin berlama-lama, Sir Vio kamu hafal semua jalan nya kan?"tanya Melody.


"Tentu saja Yang Mulia dulu saat Duke yang dulu ada saya seing ke sana bersma Duke untuk melakukan pengecekan namun seperti apa yang ada tau bahwa setakah Duke menggal semuanya kacau"


"Seperti Marquess yang pergi ke perbatasan dan tak kembali, Count yang jatuh sakit sebelum menikah, serta Viscount yang di penjara, serta baron yang tiba-tiba saja mengambil kepemimpinan"cerita Sir Vio di jalan.

__ADS_1


Melody yang mendengar itu kaget pasalnya dirinya selama ini tak mendengar kabar dari mereka, pantas dia seperti merasa ada yang kurang.


__ADS_2