Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 35


__ADS_3

"Bagus, lalu bagaimana dengan pasukan?"tanya Melody lagi kali ini dia sangat serius.


"Mereka sudah siap untuk bertempur beberapa hari lagi Yang Mulia, semua persedianan  juga sudah terisi penuh, jumlah senjata juga sudah di periksa beberapa kali dan itu cukup untuk pembasmiaan Monster"jawab Delice.


"Baik, beberapa hari ini jika mendengar kabar dari perbatasan hutan Monster segeta kirim pasukan ke sana, aku juga akan ikut dalam pembasmian nya"ucap Melody.


Delice yang mendengar itu terkejut bukan main, matanya kini sedikit melebat tubuhnya juga gemetar dia sangat khawatir terjadi hal buruk ke pada Tuan nya ini.


"Yang Mulia, bisa kah anda tak usah ikut pembasmian nya?"tanya Delice gugup bibirnya jelas gemetar saat mengucapkan kalimat itu.


Mendengar apa yang di katakan oleh Delice, Melody tersenyum, rasanya menyenangkan memiliki seseorang yang mengkhawatirkan nya.


"Delice kamu tak perlu khawatir aku bukan orang lemah kamu tau"ucap Melody dengan begitu percaya diri dan bangga.


"Saya tau tapi itu berbahaya"ucap Delice lagi.


"Aku tau itu bahaya tapi aku adalah penguasa wilayah ini bagaimana mungkin kamu menyuruhku bersembunyi di dalan sarang yang nyaman saat para bawahan ku sefang berjuang untuk menyelamatkan ku, bukan kah itu tak adil?"ucap Melody lagi.


Mendengar apa  yang di katakan oleh Melody, Delice sama sekali tak tau harus bicara apa, Tuan nya ini selalu saja seperti ini.


"Ah!, sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan, aku lupa akan hal ini"ucap Melody.


Dia sungguh baru sadar akan hal ini, bagaimana keadaan para aliansi pemberontakan itu, waktu itu dia menyuruh Devian mengurus mereka dan dia sama sekali belum memberi printah untuk selanjutnya, sungguh sangat malang mereka semua bagiaman mungkin dia bisa begitu ceroboh dan pelupa?, padahal hal itu sangat sepele.


"Bagaimana keadaan mereka?"tanya Melody.


"Yang Mulia tenang saja saya sudah mengambil tindakan mereka kini sudah bergabung dengan para Pengawal, organisasi mereka juga sekarang sudah tak ada, begitu pula dengan organisasi yang sama"jawab Delice.


"Syukurlah ku kira mereka masih ada di ruang penyiksaan"ucap Melody bernafas lega.


Delice sendiri tak menjawab kali ini rasanya lelah harus berbicara terus, dia tau bahwa Tuan nya pasti akan lupa jadi sudah mencari solusinya dulu, lagi pula ini bukan pertama kali nya Tuan nya menjadi seorang pelupa.


'Lupa' entah kenapa seperti sudah menjadi penyakit yang umum dan biasa baginya.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu boleh pergi"ucap Melody dengan senyum di wajah nya.


Mendengar apa yang di katakan oleh Melody, Delice kemudian membungkuk dan segera keluar dari ruang kerja Melody untuk melanjutkan tugasnya lagi.


Namun tak lama dia di kagetkan olehbsuara terompet yang amat keras membuat nya terkejut dan melempar berkas di tangan nya kelantai.


Pretttt!!!


Srukk!


Bruk!


"Apa itu barusan?"tanya Melody yang kini terjatuh dari tempat duduk nya.


"Dendrit Kekaisaran tiba!!!"sebuah suara teriakan kini terdengar nyaring dari halaman Mension Duchy Utara.


Suara tersebut mampu membuat Melody menoleh ke luar jendela dan ternyata di sana telah berdiri seorang penyampai Dendrit, melihat hal itu Melody segera bangun dari lantai dan langsung saja membuka jendela dan terjun dari atas sana dengan keren nya.


Bruk!


Kejadian itu ternyata juga menarik perhatian dari sang penyampai dia bahkan kini membuka mulutnya sangkin terkejutnya, seingatnya dulu Putri Melody adalah wanita yang sangat anggun kenapa saat di utara dia menjadi begitu brutal?!.


Namun kini dirinya segera saat Melody sudah berjalan ke arah nya dan mulai berlutut untuk menerima Dendrit.


"Putri Melody Van BlueMoon adalah seorang putri yang bijak sana maka dari itu Yang Mulia Kaisar memberikan nya sebuah tanggung jawab untuk mengurus Duchy Utara, dan Kekaisaran juga sudah menyetujui Pengajuan nama Putri Melody Van BlueMoon menjadi Grand Duchess Melody Calsion De Janeiro Relamond Salvier, kini Kekaisaran berharap semoga Duchess Salvier bisa membangun Utara menjadi wilayah yang makmur dan sejahtera, serta subur"ucap Penyampai Dendrit tersebut, sebelum menggulung Dendrit tersebut.


"Untuk Duchess Salvier di mohon untuk menerima Dendrit tersebut"ucap nya lagi sambil menyerahkan Dendrit tersebut.


Melody pun menerima Dendrit tersebut.


"Semoga Yang Mulia selalu bahagia"


Setelah menerima Dendrit tersebut Melody segera bangun, dan menyimpan Dwndrit tersebut di balik jas baju nya.

__ADS_1


"Yang Mulia Duchess Yang Mulia Kaisar juga menyuruh saya menyampaikan bahwa bantuan akan datang besok"ucap penyampai Dendrit tersebut sambil menaruh tangan di dada nya membungkuk sedikit.


"Baiklah Duchy Utara akan menerima bantuan tersebut dengan bahagia"ucap Melody dengan senyum.


Mata sang Penyampai Dendrit kini berkedip beberapa kali sebelum, tangannya mengambil sesuatu dari balik baju nya dan dengan hati-hati menyerahkan sebuah surat dengan stempel Kaisar dia atas nya.


"Yang Mulia"ucap Penyampai Dendrit tersebut.


Melody yang melihat itu menerima surat tersebut tanpa berbicara dan langsung menyembunyikan surat tersebut, sedangkan semua orang yang melihat hal itu segera menundukkan kepala mereka berpura-pura bahwa mereka tak melihat  apa pun.


Jika di lihat dari gerakan sang Penyampai Dendrit hal yang baru saja di berikan ke pada Duchess Salvier adalah hal yang cukup rahasia di tambah sikap gesit Melody yang langsung menyembunyikan hal tersebut.


"Baik Yang Mulia Duchess saya pamit undur diri"ucap Penyampai Dendrit tersebut sambil membungkuk dan segara pamit pergi dari sana.


Seperginya Penyampai Dendrit itu Melody segera berbalik, semua orang segera saja memberi jalan untuk Melody lewat.


Sedangkan semua orang segera kembali ke tugas masing-masing saat Melody sudah berjalan jauh ke dalam Mension.


Di dalam ruang kerja Melody segera menyimpan Dendrit tersebut di tempat yang aman.


Tak!


Menghentakan pelan sepatu nya kini gorden ruang kerja menutup dengan sendiri nya, setelah memastikan bahwa tak ada yang aneh dan di rasa aman, Melody segera membuka surat dari Kaisar dengan hati-hati.


Baris pertama adalah menanyakan kabar apa dia baik-baik saja?, dan apa dia memiliki kesulitan lain?.


Di lihat dari bahasanya membuat Melody berpendapat abjwa Melody yang dulu dan kakak nya memiliki hubungan yang cukup baik.


Barisan ke dua adalah sebuah kalimat yang mengkapkan beberapa kekhawatiran dan beberapa hal-hal yang biasanya ada di surat keluarga.


Satu lembar kini sudah di baca oleh Melody namun saat lembar ke dua itu kosong?!.


Hal tersebut membuat Melody bingun namun ada yang janggal dari surat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2