Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 21


__ADS_3

"Baik Yang Mulia"ucap Devian dan segera undur diri untuk menjalan kan tugasnya bersama dengan para Kesatria, Pangawal, dan Prajurit yang dalam beberapa hari ini sudah sangat tertib.


____________


Seperginya Devian kini suasan di dalam ruangan itu semakin dingin.


"Aku ingin lihat seberapa baiknya para pejabat yang ada"ucap Melody, berdasarkan dokumen yang di bacanya selama ini banyak kesalahan terjadi, jadi tidak bisa di pungkiri bahwa pejabat setempat juga terlibat, apa lagi desa-desa yang sebelum nya di lewatinya juga seperti sebuah desa yang tak terurus.


"Ah!?, apa tak terurus?, jangan-jangan mereka mengambil semua uang yang ada?"ucap Melody, memikirkan hal itu Melody mengepalkan tangannya, giginya juga kini bergelelutuk dia sangat marah bahkan kini aura marahnya menembus dinding ruang kerjanya.


Dia sama sekali tak pernah berfikir tentang kemungkinan itu, kenapa dia tak berfikir samapai sana?.


Mension Milian, Duchy Selatan.


"Yang Mulia Grand Duke ada surat dari Taun Muda!"teriak sekertaris Duke Milian.


"Apa?!, anakku!, apa katanya?, apa dia butuh bantuan"ucap Duke Milian terkejut, dia tau ini pasti akan terjadi, dia sudah menyuruh beberapa orang nya untuk menyelidiki wilayah Utara dan hasilnya begitu mengejutkan.


Dia bahkan tak bisa membayangkan perjuangan apa saja yang akan di lalui oleh anaknya dan Tuan Putri, maka dari itu dia pasti akan membantu mereka jika mereka butuh bantuan, bahkan kalau boleh jujur dia sudah melakukan persiapan jadi saat Tuan Putri meminta bantuan dia bisa langsung mengirimnya, karena dia juga tau bahwa bantuan yang di butuhkan oleh Yang Mulia Tuan Putri bukan bantuan yang kecil.


Dengan kecepatan cepat Duke Milian merebut surat yang ada di tangan sekretarisnya dan membacanya.


"Hmm, bantuan Uang, serta beberapa tenaga pemerintah ya?"ucap Duke Milian sambil berfikir, seperti yang di duga oleh nya.


"Kirim itu"ucap Duke Milian pada akhirnya.


"Baik Yang Mulia"ucap Sekretaris Duke Milian, membungkuk hormat, dan segera pergi dari ruangn Duke Milian untuk menjalankan tugasnya.


Devian yang menerima perintah dari Melody segera pergi ke berak, dan segera menemui Delice yang masih melatih para Prajurit.


"Sir Delice, ini perintah Yang Mulia, dia berkata kita harus pergi ke rumah setiap pejabat dan mengambsemua dokumen yang ada setelah kematian Duke sebelumnya"ucap Devian.

__ADS_1


"Di mengerti, siapkan pasukan"ucap Delice.


"Baik"ucap Devian dan segera mempersiapkan pasukan.


Pasukan Mension Duchess kini membelah Kota, pasukan itu ternyata menarik begitu banyak perhatian sehingga bisik-bisik penduduk yang sudah lama tidak melihat lagi pasukan Mension Duchess Utara berpatroli di Kota, begitu terkejut.


'Ada apa ini?'


'Aku dengar dari saudara ku yang bekerja di Mension Duchess berkata bahwa Duchess sedang bekerja keras untuk membangun wilayah nya lagi'


'Benarkah?, aku harap Duchess lebih baik dari pada para pejabat sekitar'


Namun tak lama pasukan itu terbelah menjadi empat bagian saat berada di perempatan jalan, dan pergi secara terpisah, hal tersebut membuat penduduk terkejut sekaligus merasa heran, sambil menebak-nebak apa yang sedang di lakukan oleh para pasukan itu?.


Hal itu juga berlaku bagi semua penduduk di Kota saat melihat para Pasukan terus membelah jadi banyak saat melewati sebuah persimpangan.


Yang lebih membuat mereka terkejut adalah gelomoang ke 2 dan ke 3 pasukan yang terus berdatangan dalam jumlah besar yang keluar dari kota dan pergi ke desa-desa kecil di Duchy Utara, hal tersebut membuat para warga berfikir bahwa mungkin ada sebuah revolusi yang akan terjadi.


Dan hal yang lebih membuat para penduduk gempar adalah ke detangan setiap pasukan ke rumah setiap pejabat tak perduli utu pejabat kecil atau pun besar, mereka semua pasti akan kembali dangan tumpukan dokumen yang sangat banyak dan segera kembali ke Mension Duchess.


Semantara itu Melody kini sudah ada di ruang kerjanya bersama dengan kepala pelayan bahkan di sana sudah ada pengurus rumah tangga, serta kepala Koki Mension Duchess.


Aura yang dingin serta mengintimindasi dari Melody membuat ke tiganya kini bergidik ngeri di bawah tekanan nya yang luar biasa.


"Yang Mulia Duchess ada apa kenapa anda memanggil kami ke sini?"tanya Pengurus Rumah Tangga dengan sopan keringat dingin jujur saja sudah berkeringat banyak dia tak menyangka bajwa Duchess yang sekarang lebih menakutkan dari pada Duke terdahulu.


"Kamu tau kenapa aku memanggil kalian?"bukan nya menjawab Melody malah bertanya balik.


"Tidak Yang Mulia saya sama sekali tak tau"ucap Pengurus Rumah Tangga.


"Bisa kamu jelaskan ini"ucap Melody sambil melempar berbagai dokumen ke lantai.

__ADS_1


Plak!


Suara kertas-kertas yang membentur lantai sanhat keras sehinga membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut.


"Saya tidak tau apa yang anda maksud Yang Mulia"ucap Pengurus Rumah Tangga berusaha mengelak dengan tenang.


"Benarkah?, apa perlu Duchess ini memberi tau mu"ucap Melody dengan senyum kejam di bibirnya yang membuat mereka bertiga bergidik.


"Lalu bisa kah kamu jelaskan pengelapan uang yang terjadi Tuan"ucap Melody secara langsung membuat Pengurus Rumah Tangga terkejut dan bergetar di seluruh tubuhnya.


"Sebagai Pengurus Rumah Tangga kamu tidak bisa bertanggung jawab serta amanah menjalan kan tugasmu, sikap macam apa ini!!, jawab!!"marah Melody membuat Pengurus Rumah Tangga semakin bergetar hebat.


"Am_,ampun Yang Mulia, saya salah"cicit Pengurus Rumah Tangga sambil bertekuk lutut di tanah, dia sama sekali tak dapat mengelak saat ini karena dia yakin bahwa di banyaknya tumpukan dokumen di sana ada berbagai macam bukti yang sangat kuat untuk diri nya sendiri.


"Huh?, kamu mengaku itu bagus, kalau begitu hukuman apa yang cocok untuk mu?"tanya Melody.


"Ah aku tau, Pangawal seret dia ke ruang penjara bawah tanah, sampai waktu persidangan di mulai"ucap Melody yang bahkan tak repot-repot menunggu jawaban dari mantan Pengurus Rumah Tangga.


Dua Pangawal kini masuk dan menyeret mantan Pengurus Rumah Tangga, saat di seret dia berusaha memohon ampun kepada Melody namun dengan kejamnya Melody bahkan tak melirik nya sama sekali.


"Yang Mulia!, tolong ampuni saya!"


"Yang Mulia!"


"Berisik!, cepat bawa dia pergi"perintah Melody tajam.


Kedua Pengawal yang mendengar itu segera menyerat tahanan tersebut lebih keras untuk segera menuju ruang bawah tanah.


"Ah dan untuk kalian bisa kembali, kalian sudah mengerjakan semuanya dengan baik, terutama kamu Kepala Pelayan, senang memiliki mu di sini"ucap Melody memuji Kepala Pelayan dengan senyum yang indah.


"Terima kasih Yang Mulia Duchess"ucap Kepala Pelayan juga dengan senyum senang.

__ADS_1


Kalau boleh jujur jika bukan karena Kepala Pelayan dia sana sekali tak akan pernah tau kalau Pengurus Rumah Tangga begitu busuk.


__ADS_2