Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 89 Sang Pembunuh?!


__ADS_3

Semuanya nampak begitu kebingungan mencari Melody mereka tak menyangka bahwa Melody akan tak ada di tempatnya.


"Kapten lihat ini"ujar seorang awak kapal sambil membawa sesuatu di tangannya.


Di tangannya kini terdapat jubah merah dan juga pedang yang tak lain adalah punya Melody.


Melihat benda tersebut Kapten segera mendekat dan mengambil jubah dan pedang tersebut.


"Tak salah lagi ini punya bocah itu"ujar Kapten.


"Kamu benar, kalau seperti itu artinya dia tidak pergi meninggalkan kita atau bagaimana tapi mungkin dia dalam bahaya tak seperti biasanya dia pergi seperti ini"ujar paman Wage yang kini mulai khawatir dengan keadaan Melody dia hanya bisa berharap bahwa Melody baik-baik saja.


Mendengar apa yang di katakan oleh paman Wage Kapten jelas sekali berfikir seperti itu karena apa bila dia akan pergi setidaknya dia akan pamit kepada siapa saja dan tak mungkin juga dia akan meninggalkan barang-barangnya.


Namun untuk masalah dia dalam bahaya Kapten tak setuju sama sekali mana mungkin di Dunia ini ada orang yang bisa mangalahkan anak itu.


"Tenanglah Wage aku yakin dia baik-baik saja, lagi pula aku malah khawatir dengan orang yang cari masalah dengannya"ini adalah kebenaran dia sama sekali tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan orang-orang yang mencari masalah dengan nya.


"Tapi dia tetap anak kecil"ucap Paman Wage.


Kapten hanya memasang wajah yang seakan mengatakan 'kau seperti ayahnya saja'.


"Terserah saja lah"ucap Kapten yang segera saja pergi dari sana dengan menghela nafas, dia merasa hal itu tak perlu di khawatirkan.


Baru saja dia hendak pergi tiba-tiba saja sebuah gempa mengguncang penginapan.


Tentu saja hal tersebut langsung membuat panik semua orang yang ada di dalam penginapan nyatanya bukan hanya di sana tapi semua warga yang ada di dalam bangunan segera saja keluar dan mencari tanah lapang untuk mengungsi dari gempa.


Beberapa saat yang lalu di sebuah ruang bawah tanah yang lembab serta kotor dengan banyaknya binatang seperti tikus serta kecowa tinggal.


Sosok gadis berambut emas kini tengah terikat dengan rantai.


Perlahan matanya kini terbuka karena terusik dengan bau yang begitu menyengat serta menjijikan.


"Ugh!, si4l!, ini sangat pusing"ucap gadis tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Melody.


Menatap sekitar bebarapa saat Melody nampak linglung.


Dia bertanya-tanya sebenarnya dimana dia sekarang ini berada?, dan apa yang terjadi sejak kejadian semalam itu?.


Melody mulai mengingat hal semalam akan apa saja yang terjadi waktu itu.

__ADS_1


FlashBack.


Malam itu Melody sangat mengantuk dan dengan ceoat tertidur dengan lelap namun anehnya dia merasa ada yang janggal pasalnya dia seperti kenal akan bau dari dupa yang di nyalakan oleh pelayan barusan.


Sehingga dengan sedikit kesadaran Melody mengalirkan mananya ke seluruh tubuh membuat tubuhnya kembali segar bugar tanpa merasakan lelah dan ngantuk, dengan cepat Melody juga menutup mulut dan hidungnya dia mendekat ke arah dupa sebelum memadamkan dupa tersebut.


Dia baru sadar kalau dupa itu adalah obat bius, memutar sihir anginnya bau dupa perlahan menghilang.


"Ada yang mencurigakan"ujar Melody berfikir sejak sebelum akhirnya mengelurkan suatu hal yang mirip dengan dupa.


Kebetulan di negara yang lalu tepatnya di china dia membeli bebetapa dupa, memasang dupa tersebut Melody akhirnya kembali ke arah ranjang.


Sebelum beberapa saat kemudian bayangan hitam menyelinap ke dalam kamarnya dan menutupi tubuhnya dengan kain putih.


Melody ingin langsung menyerangnnya tapi dia ingin tau apa motifnya dan kemana dia akan membawanya pergi.


"Nona cantik kamu akan jadi mangsa ku selanjutnya"suara berat seorang pria muda memenuhi ruangan tersebut.


Suara yang dingin dan penuh akan suara kepuasan kini menyapu telinga Melody.


Tak lama dia merasa tubuhnya terangkat sebelum dia merasa ada didalam gendongan seseorang.


Masih diam bahkan hingga keluar dari penginapan atau pula masuk ke dalam hutan dengan udara yang amat dingin.


"Setelah ini nona kamu akan jadi begitu jelek jadi saat itu tiba kamu bukan lagi gadis cantik tapi gadis jelek, dan 2 hari lagi para warga akan melihat rupa mu di alun-alun dengan di penuhi bunga hibanggana"ujar suara tersebut.


Dengan sedikit cela Melody bisa melihat senyum tipis di bibir pria tersebut.


Sekali lihat dari bibirnya saja Melody bisa menyimpulkan seperti apa wajahnya.


Sret~


"Jangan bergerak!"teriak Melody sambil mengarahkan pisau ke leher pria tersebut.


Kini Melody bisa dengan jelas melihat wajahnya.


Itu adalah wajah dengan luka bakar di sisi kiri matanya luka itu sangat mengerikan namun bibir itu sangat indah dengan warna merah yang menggoda.


Sekarang Melody tau apa alasan dari pada pembunuh ini.


Pria tersebut jelas kaget dan segara berhenti berjalan.

__ADS_1


"Nona kamu tak tidur?"tanya pria tersebut tenang walaupun Melody bisa melihat bahwa keringan segera mengalir dari pelipis wajahnya.


"Apa menurutmu aku bisa tidur di saat ada orang asing yang masuk ke dalam kamar ku, hmm?"tanya Melody sarkas.


"Pfttt...!!, benar sekali bagaimana mungkin nona ini begitu sederhana"ekspresi yang tak dapat di ungkapkan kini terlihat.


"Jadi apa kamu dia?, pembunuh berantai yang menjadi pembicaraan di sini?"tanya Melody.


"Menurut nona, bagaimana?"tanya pria tersebut.


"Dasar binatang!"ucap Melody sambil melompat dari gendongan pria tersebut kini keduanya saling berhadapan satu sama lain.


"Sepertinya kali ini aku mendapat mangsa yang menarik ya, selain itu dia juga punya mulut yang indah aku jadi ingin segera merusaknya juga"ujar pria tersebut dengan senyum.


"Jangan harap!, dan jangan bermimpi!"ujar Melody melesat dengan cepat mengarahkan pisaunya keleher pria tersebut.


Tring!


Namun pisau itu segara di tepis.


Trang!


Tring!


Trang!


Tring!


Tak menyerah Melody terus saja melayangkan pisaunya untuk menikam pria tersebut, namun tetap saja semua serangannya berhasil di tangkis dengan cukup baik.


"Ingin menghindar huh?!"ucap Melody garang sekejap mata pisaunya kini bercahaya dan dengan hitungan detik saja itu berubah menjadi pedang.


Tentu saja hal yang terjadi cukup mengejutkan lawan Melody hingga membuat lawan nya menjadi sangat waspada.


"Kita lihat sebarapa banyak kamu akan bertahan"ucap Melody dan segera melepas serangan.


Trang!


Lagi-lagi serangan dapat di tangakis namun sebuah seringan terbentuk di bibir Melody.


Bom!

__ADS_1


Ledakan terjadi saat pedang Melody dan pisau yang di gunakan oleh pria tersebut berbenturan, siapa yang akan mengira bahwa Melody cukup licik dengan memasukan sihir peledak di pedangnya.


Ledakan itu cukup membuat pria tersebut terpental cukup jauh namun tak lama pria tersebut menyerang Melody lagi, kali ini Melody tak menyerang, menagkis atau bertahan dia hanya menghindar membuat pisau yang pria hanya memotong udara kosong.


__ADS_2