
Yah lagi pula siapa suruh hal yang dia pelajari sama sekali tak muncul di ujian, jadi yang salah dia atau yang buat soal?.
Nilai di sekolah paling tinggi 94 itu pun pasti udah di tambah sama gurunya.
Nilai asli jangan di tanya 50 mungkin gak ada.
"Nona hanya perlu berjalan lurus dari penginapan ini dan di sana nona akan menemukan toko kapal, tapi"ujar gadis itu yang kemudian melirik sekitar dan berbisik kepada Melody.
"Hati-hati nona, penduduk di sini banyak yang tak suka akan orang asing apa lagi penampilaan nona dan kawan-kawan nona yang tak biasa membuat banyak orang curiga akan anda nona"ucap gadis tersebut berbisik.
Melody yang mendengar bisikan itu mengedipkan matanya sebentar dan mengangguk paham.
"Iya aku paham aku akan hati-hati"ujar Melody.
"Kalau begitu bisa tolong berika saya beberapa bakpao serta air kelapa?"ucap Melody.
"Tentu saja nona pesanan anda akan segera datang"ucap gadis tersebut tersenyum.
Setelah itu Melody segera berjalan kearah rombongannya dan duduk di sana, kedatangannya itu disambut senyum oleh para rombongannya mereka bahkan sudah menyisakan satu tempat duduk untuk Melody.
Mereka benar-benar memperlakukan Melody seperti teman sekaligus yang termuda di antara mereka semua.
"Ayo makan ini nak, anak kecil sepertimu harus banyak makan"uhar seorang awak kapal memerikan beberapa daging kedalam mangkuk Melody.
"Terima kadih paman"ujar Melody menerima dengan tersenyum.
Tak lama pesanan Melody sampai dan mereka semua segera saja menyantap semua makanan yang ada.
Setelah kenyang mereka berencana untuk segera pergi di tempat ini mereka merasa tak nyaman apa lagi pandangan orang-orang terhadapnya.
__ADS_1
Keluar dari penginapan mereka semua mengikuti Melody.
"Nak kamu tau dimana tempat yang menjual kapal?"tanya sang Kapten.
"Tenang saja paman aku tau kita hanya perlu lulus saja"ucap Melody menunuk kejalan lurus di depan nya.
"Hey, bukan kah sikap mereka kepada kami itu keterlalulan"ucap Paman Wage.
"Aku setuju dengan mu Wage"ucap Kapten menyetujui semua perkataan Paman Wage.
"Tadi kamu bilang mereka tak suka dengan orang asing bukan tapi tatapan mereka yang di tujukan kepada kita semua bukan tatapan ssperti itu, itu malah seperti tatapan seseorang yang waspada akan bahaya"ucap Wahyono seorang awak kapal yang tiba-tiba saja bergabung.
Mendengar perkataan Wahyono Melody, Kapten serta paman Wage berfikir dengan serius.
Sstelah di pikir lagi itu memang benar tapi apa alasan mereka semua begitu waspada kepada mereka semua apa ada yang salah, atau karena penampilan mereka yang aneh seperti itu tak mungkin karena di sini sepertinya hanyak pelancong yang berdatangan apa lagi jalur di sini jelas sekali jalur perdagangan jadi dia yakin dia buka orang asing pertama yang mereka temui.
Atau jangan-jangan mereka memiliki kenangan buruk terhadap orang asing?, tapi kenapa?, apa yang di lakukan orang asing tersebut.
Tiba-tiba saja sebuah ingatan masuk ke kepala Melody di mana itu adalah adegan pertarungan di lautan di mana sepertinya para perampok tersebut bukan hanya dari aliran hitam tapi juga putih, namun apa hubungannya hal tersebut dengan kejadian ini?.
Yah walaupun jika di katakan dengan jujur kalau misalnya memang tempat dirinya di rampok dekat dengan tempat ini yang berarti ada dua kemungkinan yang pertama mereka memang beroperasi di sini atau markas mereka yang ada di sekitar sini.
Tapi selain itu apa ada masalah dengan aliran putih dan hitam kenapa mereka semua nampak saling bekerja sama.
Dan juga perampok di tengah lautan itu jujur saja pedang mereka jelas pedang seorang ahli bela diri yang hebat, dan juga bebarapa sikap mereka saat merampok bukan seperti hendak merampok tapi lebih seperti ingin membunuh mereka semua.
Dengan kata lain merampok hanya dalih saja, pasalnya jika mereka ingin merampok bukankan akan lebih untung jika mereka hanya melumpuhkan kelompoknya dan bukan nya malah membalikkan kapal yang tentu saja di dalam kapal itu malah ada harta yang mereka cari.
Memandang kebelakang Melody memiliki sebuah kesimpulan.
__ADS_1
Dirinya saat ini Melamun sebelum sebuah tepukan di pundaknya menyadarkannya.
"Nak apa yang kamu lamunkan, kita harus bergegas"ucap Kapten sambil masuk ke sebuah toko yang di duga toko kapal.
Melody tak menyangka bahwa mereka ternyata sudah sampai di toko tersebut padahal seingatnya itu masih jauh, tapi karena dia melamun sepanjang jalan itu mungkin bisa terjadi.
Mengikuti sang Kapten masuk Melody melihat-lihat bebarapa kapal yang terpajang.
Toko itu sangat lah besar karena siapa sangka bahwa di dalam toko tersebut ternyata benar-benar ada kapalnya dan itu bukan 1 atau 2 saja tapi setidaknya ada 10 kapal besar di dalam nya
"Woahhh!, baru pertama kalinya aku pergi ke tempat seperti ini, aku juga ingin satu kapal"ucap Melody sambil menatap kapal besar mewah nan indah di depan nya.
"Nak kamu ingin beli kapal?, kenapa kamu tidak beli saja bukan kah kamu begitu kaya?, satu kapal tidak mungkin 1000 kapal yang sama seperti itu mungkin bisa kamu beli, sayang sekali kita tidak ada di Nusantara, jika di sana kamu bisa menemukan kapal yang lebih besar dan bagus lagi dan itu terbuat dari kayu jati"ujar paman Wage.
"Kayu jati?, apa itu ada banyak paman?"tanya Melody penasaran pasalnya di masa depan kayu jati dia tak pernah melihatnya karena katanya hampir punah
"Di sana banyak bahkan jika kamu berjalan satu meter pun kamu akan langsung bertemu pohon jati"ucap paman Wage.
"Owhh!~, kalau begitu setelah dari kutub Utara aku ingin membawa bebarapa bibit tumbuhan dari sana"ucap Melody.
"Kamu ingin kalau begitu kamu bisa ikut paman, akan paman tunjukan di mana kamu bisa memiliki jenis-jenis semua tanaman yang ada, kebetulan paman bunya teman yang maniak tanaman"ucap paman Wage memperkenalkan teman nya lagi.
Jelas sekali bahwa hubungan paman Wage dan teman nya sangat harmonis itu bisa terlihat dari cara paman Wage membicarakannya, senyumnya sama sekali tak pernah luntur dan yang paling pasti adalah paman Wage jauh lebih bersemangat saat berbicara soalnya.
"Paman teman paman itu wanita atau laki-laki?"tanya Melody.
Berfikir bahwa teman paman Wage adalah wanita dan sepertinya paman Wage menyukainya itu semua karena saat paman Wage menceritakan teman ya yang sekarang ini sang Kapten atau Penjaga Kota pelabuhan beliau sama sekali tak terlalu bersemangat.
"Apa maksudmu, teman paman itu laki-laki, hanya saja dia spesial kami sudah bersama-sama sejak masih janin!"ujar paman Wage bahagia.
__ADS_1
Akhirnya Melody mengerti kenapa paman Wage begitu bersemangat bukan pacar toh.