Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 12 Penyesalan selalu datang terlambat


__ADS_3

Sir Alex yang mendengar itu segera maju dan berlutut di depan Janda Permaisuri ke-1 dangan kedua tangan yang menyerahkan surat itu ke pada Janda Permaisuri ke-1.


____________________


Janda Permaisuri ke-1 kemudian mengambil surat tersebut dan membacanya.


Namun kemudian tak lama wajah Janda Permaisuri ke-1 berkerut dan melempar surat itu dengan keras mengenai wajah tampan Sir Alex.


Plakk!


Semua yang ada di ruangan itu terkejut namun mereka sama sekali tak berani untuk melihat ke arah Janda Permaisuri ke-1, sehingga mereka hanya bisa menudukkan kepala berpura-pura tak melihat apa-apa.


Sir Alex sendiri kini hanya memasang ekspresi datar sambil masih berlutut di depan Janda Permaisuri ke-1 walupun kini bekas merah terlihat jelas di pipi putih dan tampan nya itu.


"Bagaimana mungkin!, mereka gagal!, si4l!, dasar makhluk tak berguna!!, sia-sia selama ini aku berinvestasi kepada mereka semua!!!"teriak Janda Permaisuri ke-1 marah, dia sudah marah karena masalah putri nya dan kini mereka gagal?, dia makin marah sekarang ini.


"Huft~, kalian semua keluar kecuali sir Alex"ucap Janda Permaisuri ke-1 sambil melambaikan tangan ke arah para Pelayan nya.


"Baik Yang Mulia Janda Permaisuri ke-1 "ucap semua Pelayan secara bersama dan dangan rapi keluar dari kamar Janda Permaisuri ke-1.


"Huh!, sekarang hanya kita berdua Sir Alex, bagaimana ya, teman-teman mu itu tak bisa menjalankan tugasnya dengan baik"ucap Janda Permaisuri ke-1 sambil menegang dagu Sir Alex mambuat sir Alex mendongak ke arah nya.


"Kompensasi apa yang bisa kamu berikan?"tanya Janda Permaisuri ke-1 dan langsung melepaskan tanganya dari dagu sir Alex dengan kasar.


Sir Alex yang mendengar itu hanya terdiam dia juga tak tau kompensasi apa yang pantas di berikan untuk Janda Permaisuri ke-1 sedangan kan diri nya sendiri saja tak memiliki sesuatu yang cukup berharga hingga bisa di berikan ke pada Janda Permaisuri ke-1.


"Apa pun, apa pun yang Yang Mulia inginkan saya akan berusaha untuk mengabulkan nya"ucap Sir Alex pada akhirnya sambil menuduk hormat hanya ini yang bisa dia lakukan, dia hanya berharap semoga saja Janda Permaisuri ke-1 meminta suatu hal yang bisa dia berikan.

__ADS_1


"Benarkah?"ucap Janda Permaisuri ke-1 sambil menyeringai lebar menatap sir Alex.


Sir Alex yang ditatap sedemikian rupa memiliki firasat yang sangat tak bagus.


"Iya Yang Mulia"ucap Sir Alex dengan yakin.


"Kalau begitu bayar dengan tubuhmu"ucap Janda Permaisuri ke-1 dangan senyum yang nampak sangat licik dan jahat.


Sir Alex yang mendengar itu membelakan mata nya kaget.


".....!!"Sir Alex tak menyangka bahwa keinginan Janda Permaisuri ke-1 sangat di luar akal sehat.


"Kenapa kau diam apa kau tak sanggup Sir..?"tanya Janda Permaisuri ke-1 dengan sebuah tawa yang keluar dari mulutnya.


"....."diam lagi-lagi diam hanya itu yang bisa di lakukan Sir Alex jika di hadapan oleh para penguasa padahal dia adalah seorang Kesatria paling berbakat di Kekaisaran tapi dia bagai sampah di mata para Bangsawan hanya karena latar belakang nya yang seorang rakyat biasa tanpa kekuasaan.


"Baik Yang Mulia akan saya lakukan"ucap Sir Alex yang tiba-tiba berdiri.


".....?!"Kini gantian Janda Permaisuri ke-1 yang bingung dan kaget awalnya dia hanya barcanda namun tak di sangka sir Alex cukup berani.


Saat hendak menarik kembali perintah, dia di buat membeku oleh tubuh bagus Sir Alex yang sangat menggoda hingga membuat Janda Permaisuri ke-1 meneteskan air liur nya, sehingga rasa bingung dan kaget kini segera di gantikan oleh sebuah seringan.


"Baiklah jika ini kompensasi akan aku terima, kalau begitu kemarilah"ucap Janda Permaisuri ke-1.


Sir Alex yang mendengar itu segara mendekat dan terjadilah hal tersebut.


(Maaf ini bukan novel dewasa)

__ADS_1


Saat melakukan nya Sir Alex hanya bisa terdiam membisu dan menutup mata serta wajah dengan tangan, dia Benar-benar menyerahkan semua nya ke pada Janda Permaisuri ke-1.


Dia tak mau melakukan nya, sungguh tak ingin, tanpa sadar pikirannya yang kacau teringat akan kejadian di aula, di mana di sana dia melihat Putri Melody?, bertarung dengan beraninya.


Dia bisa merasakan semangat Pejuang dari nya,  apa lagi saat dia di suruh untuk jadi Duchess Utara dia bisa merasakan kebajikan, serta kewibaan dan keadilan seorang penguasa yang mulia.


'Ya, dia labih cocok jadi pengusaha dari pada orang ini, aku ingin tau seberapa jauh dia melangkah'batin Sir Alex sebelum akhirnya diri nya masuk ke permainan walaupun terpaksa.


Sementara itu Roselina kini sudah bersiap dan segara akan pergi ke Kekaisaran BlackVall, keberangkatannya emang terlambat, namun Kekaisaran BlueMoon sudah memberi kabar pada Kekaisaran BlackVall, jadi yang pasti tak akan ada masalah bagi keterlambatannya.


Roselina masuk ke dalam kereta kuda di bantu oleh Kesatria pribadi nya yang kini memiliki ekspresi muram.


"Jangan sedih Gio, aku titip Melody"ucap Roselina sebelum masuk ke dalam kereta kuda.


Kalimat itu membuat Sir Gio membeku di tempat, dia ingin ikut tuan nya hanya saja dia hanya bertugas menjaga keluarga Kekaisaran BlueMoon, sedangkan Roselina sendiri dia memang masih keturunan Kekaisaran BlueMoon hanya saja dia bisa di katakan bukan, jadi itu lah sebab nya dia tak akan pernah ikut dengan tuan nya itu.


Apa sekarang dia harus menuruti keinginan terakhir tuan nya atau tidak usah saja lagi pula karena Putri Melody tuan nya harus pergi.


Menatap lagi ke arah kereta kuda yang berjalan menjauh dari Istana Kekaisaran Sir Gio akhirnya menetapkan bahwa dia akan menjalankan perintah terakhir dari tuan nya itu.


Untuk terakhir kalinya Roselina menatap Kekaisaran BlueMoon sebelum menudukkan kepalanya mengenang semua kenangan bersama keluarga nya.


Menatap ke arah Utara di mana di sana dia yakin ada adik nya yang sedang berjuang, diam-diam satu tetes air mata menetes hingga akhirnya dia menangis.


Dia ingin seperti dulu lagi, di mana mereka tak perlu melakukan pernikahan politik karena mereka bisa memilih pasangan sendiri seperti apa yang di katakan oleh ayahnya dulu namun apa bahkan kini mereka akan di jual.


Dia hanya berharap semoga kakak pertama nya Damian dapat membuat tanah ini kembali seperti semula karena dia tak ingin Isabella serta Melody melakuan pernikahan seperti nya.

__ADS_1


Dia sadar bahwa hal ini terjadi karena ibunya, seandainya ibunya mau bersabar ayah mereka tak akan mati dan dia tak akan jadi seperti ini.


__ADS_2